Cerita di Balik Hadirnya Kereta 'Shinkansen' di Indonesia

Market - Raydion & Herdaru Purnomo, CNBC Indonesia
20 April 2018 09:51
Cerita di Balik Hadirnya Kereta 'Shinkansen' di Indonesia
Jakarta, CNBC Indonesia - Angkutan kereta api di Indonesia bisa dibilang memiliki jasa cukup besar dalam membantu perpindahan orang dan barang.  

Bagaimana tidak, sepanjang 2017 jumlah penumpang yang diangkut kereta api mencapai 393 juta orang. Jumlah WNI sendiri pada 2014 tercatat sekitar 260 juta orang.  

Khusus kereta rel listrik (KRL) di Jabodetabek jumlah penumpang setiap harinya kini mencapai hampir 1 juta orang, naik drastis dibandingkan dengan dua tahun lalu hanya sekitar 500.000 orang.  


Bertolak dari angka statistik ini PT Kereta Api Indonesia mulai 2018 memiliki program modernisasi armada yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

"Kita mengutamakan penumpang, biar bagaimana pun penumpang itu menjadi prioritas kita," jelas Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Edi Sukmoro.  

Dia memaparkan saat ini perseroan memiliki tiga target untuk melakukan modernisasi. 

Pertama, mengarah ke penggunaan kereta bertenaga listrik di sehingga dapat lebih ramah lingkungan.  

Kedua, menyediakan koneksi WiFi yang stabil di seluruh kereta guna meningkatkan pelayanan kepada penumpang. 

Ketiga, memperbaharui tampilan kereta dengan desain mengutamakan aerodinamis seperti halnya Shinkansen di Jepang. 

Tercepat yang bisa direalisasikan mungkin adalah mengoperasikan 'Shinkansen'. Edi mengungkapkan pihaknya telah memesan kereta aerodinamis itu ke PT Industri Kereta Api (INKA).  

INKA, jelasnya, juga dibantu oleh pabrikan pesawat PT Dirgantara Indonesia. "Saya minta ke PT DI agar INKA dibantu supaya bisa membuat moncong kereta seperti pesawat," ungkap Edi.  

Tidak hanya soal bentuk fisik, kereta aerodinamis ini juga mampu berakselerasi hingga kecepatan maksimal 160 km/jam atau jauh di atas kereta biasa hanya 90 km/jam hingga 110 km/jam. 

"Kalau dengan kereta aerodinamis, Jakarta - Semarang bisa 3 jam dan Jakarta - Surabaya bisa 6 jam," paparnya.  

Namun, itu dengan catatan apabila perlintasan sebidang bisa benar-benar steril dan tidak menghambat operasional kereta.  

Soal tarif kereta 'Shinkansen' ini, Edi juga mengharapkan agar tidak ada kenaikan dari yang sekarang ini.

Kehadiran kereta a la Shinkansen ini melengkapi sejumlah kereta modern yang akan segera beroperasi di Indonesia seperti MRT Jabodetabek, LRT Jabodebek dan LRT Palembang. Sebelum semua itu beroperasi, RI juga sudah memiliki kereta canggih yakni Skytrain yang beroperasi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang. (ray/ray)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading