Ini Saham Bank yang Diburu Investor Saat Perdagangan Dibuka

Market - Anthony Kevin & Ratelia Nabila, CNBC Indonesia
11 April 2018 09:29
Indeks Harga Saham Gabungan dibuka melejit 0,73% ke level 6.372,1 poin pada perdagangan hari ini.
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan dibuka melejit 0,73% ke level 6.372,1 poin pada perdagangan hari ini. Penguatan IHSG dipicu oleh aksi beli saham-saham sektor jasa keuangan, utamanya perbankan.

Dari 5 saham emiten perbankan yang masuk dalam kategori BUKU IV, tak ada satu pun yang ditransaksikan di zona merah: PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menguat 1,96%, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menguat 1,9%, PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) menguat 1,26%, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menguat 1,15%, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menguat 0,75%.

Aksi beli tak hanya dilakukan oleh investor domestik, namun juga oleh investor asing: BBRI dikoleksi Rp 35,38 miliar, BMRI dikoleksi Rp 22,53 miliar, BBNI dikoleksi Rp 2,08 miliar, dan BBCA dikoleksi Rp 13,13 miliar. Secara keseluruhan di seluruh pasar, beli bersih investor asing mencapai Rp 93,29 miliar.


Kondusifnya kondisi eksternal menambah kepercayaan diri investor untuk berburu di pasar saham, walaupun IHSG sudah mencatatkan kenaikan yang lumayan selama 2 hari berturut-turut. Apalagi, dolar AS di pembukaan pasar spot menguat sebesar 0,04% ke level Rp 13.743/saham. Hal ini lantas memberikan dorongan kepada investor asing untuk kembali memburu aset-aset dalam denominasi rupiah. Sebagai catatan, beli bersih investor asing di pasar saham senilai Rp 10,1 miliar merupakan yang pertama sejak 29 Maret silam.

Dalam pidatonya di Boao Forum, Xi mengungkapkan rencananya untuk semakin membuka perekonomian China kepada dunia. Guna mewujudkan hal tersebut, China berencana untuk menurunkan bea impor bagi mobil dan produk-produk lainnya secara signifikan. Lebih lanjut, China juga akan memberikan kepastian hukum terkait dengan kepemilikan kekayaan intelektual dari perusahaan asing yang berinvestasi di negaranya, serta memperbaiki iklim investasi bagi perusahaan asing.

Hal tersebut lantas diartikan sebagai sesuai yang positif bagi pelaku pasar. Pasalnya, tekat China untuk menurunkan bea impor lantas menghapus kekhawatiran pelaku pasar bahwa perang dagang akan terjadi antar dua negara dengan perekonomian terbesar di dunia, yakni China dan AS. Ketakutan pelaku pasar bahwa Xi akan mengeluarkan pernyataan yang keras terhadap AS seperti yang sudah dilakukan oleh anggota pemerintahannya nyatanya tak terbukti.

Bahkan, Presiden AS Donald Trump tak segan memuji pidato Xi tersebut. "Sangat berterima kasih kepada Presiden Xi atas kata-kata yang positif terkait tarif dan halangan-halangan (ekspor) mobil. Juga, pencerahannya atas kekayaan intelektual dan transfer teknologi. Kami akan membuat perkembangan yang baik bersama-sama!" tegas Trump dalam postingannya di media sosial Twitter.

Pada hari ini, investor akan memperhatikan segala perkembangan terkait dengan isu perang dagang tersebut. Selama tak ada perkembangan baru yang membuat situasi menjadi panas kembali, IHSG berpeluang mempertahankan penguatannya.

Dari dalam negeri, tak ada data ekonomi yang dijadwalkan untuk dirilis. Namun, sejumlah emiten seperti PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (BEKS), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM), dan PT Astra Graphia Tbk (ASGR) dijadwalkan untuk melaksanakan RUPS Tahunan. Jika ada kabar gembira dari RUPS tersebut, maka penguatan IHSG bisa bertambah tinggi.

Diborong Asing
Saham-saham buku IV tersebut juga banyak dibeli investor asing pada awal perdagangan. Akumulasi beli oinvestor asing pada saham BBRI senilai Rp 29,28 miliar dari total transaksi 63,89 miliar. Harga saham BBRI 1,68% ke level harga Rp 3.640 per unit saham.

Saham BMRI dibeli bersih asing senilai Rp 19,1 miliar dari total transaksi Rp 29,8 miliar. Harga saham BMRI naik 1,90 ke vele harga Rp 8.025 per unit saham. Akumulasi beli investor aisng terhadap saham BBCA Rp 12,91 miliar dari total transaksi Rp 23,84 miliar. Harga saham BBCA naik 0,97% ke level harga Rp 23.525 per unit saham.
Artikel Selanjutnya

Saham Bank BUMN Diborong Investor, Tanda Ekonomi RI Bangkit?


(hps)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading