Masalah kebocoran hingga rubuhnya plafon di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin sore telah ditangani oleh pihak pengelola gedung,
Kondisi atap plafon yang rubuh kemarin di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (6/4). (CNBC Indonesia/Monica Wareza)
Kondisi atap plafon yang rubuh kemarin di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). Masalah kebocoran hingga rubuhnya plafon di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin sore telah ditangani oleh pihak pengelola gedung, Chusman and Wakefield Indonesia. (Ist/Twitter)
Menurut pantauan CNBC Indonesia pagi ini, merembesnya air dari pipa hingga menyebabkan plafon di lantai dasar tersebut sudah kembali ditutup dan dipastikan sudah tidak ada lagi rembesan air. (CNBC Indonesia/Monica Wareza)
Semalam, Direktur Utama BEI Tito Sulistio mengatakan bahwa rembesan air tersebut bisa saja mengalir ke dalam ruangan yang memuat sistem operasi bursa, Jakarta Automatic Trading System next Generation (JATS Next-G) yang ditempatkan di ruangan bawah lantai dasar (lower level/LL). (CNBC Indonesia/Monica Wareza)
Meski demikian, untuk mengantisipasi hal tersbut, otoritas bursa sudah menyiapkan sistem operasi cadangan (Disaster Recovery Center/DRC) yang berlokasi di Serpong, Tangerang untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk dan memastikan perdagangan hari ini tetap berlangsung. (CNBC Indonesia/Monica Wareza)