Setelah Reli, Saham KOBX Koreksi Paling Dalam Pagi Ini
Tito Bosnia,
CNBC Indonesia
23 March 2018 09:54
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga saham emiten lapis dua yang beberapa hari terakhir naik tinggi, hari ini terkoreksi dalam seiring dengan koreksi dalam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang jatuh cukup dalam hingga 1,88% menjadi 6.254,07 poin pada pembukaan pagi ini.
Pada pukul 9.30 WIB, harga saham PT Kobexindo Tractors Tbk (KOBX) anjlok paling tinggi sebesar 14,71% ke level Rp 232/saham. Investor sudah melepas Rp 2,64 miliar dan ditransaksikan sebanyak 931 kali. Pada hari-hari sebelumnya saham ini sempat naik tinggi hingga menyentuh batas atas auto rejection.
Selanjutnya, harga saham PT Dharma Samudera Fishing Tbk (DSFI) anjlok 4,76% ke level Rp 140/saham. Disusul oleh harga saham PT Inti Agri Resources Tbk (IIKP) yang turun 3,74% ke level Rp 180/saham.
Harga saham BCIP anjlok 3,45%, harga saham ELSA turun 3,35%, TRAM 3,19% dan harga saham ENRG yang anjlok 3,10%.
Koreksi harga saham di bursa regional diperkirakan dipicu oleh sentimen negatif penerapan aturan bea impor oleh Amerika Serikat (AS) terhadap produk-produk dari China. Lalu aksi balasan dari China juga dilakukan terhadap AS, sehingga investor mengkhawatirkan dengan adanya perang dagang secara global. (hps)
Next Article
Israel Serbu Iran, IHSG Dibuka Turun 0,4%
Pada pukul 9.30 WIB, harga saham PT Kobexindo Tractors Tbk (KOBX) anjlok paling tinggi sebesar 14,71% ke level Rp 232/saham. Investor sudah melepas Rp 2,64 miliar dan ditransaksikan sebanyak 931 kali. Pada hari-hari sebelumnya saham ini sempat naik tinggi hingga menyentuh batas atas auto rejection.
Selanjutnya, harga saham PT Dharma Samudera Fishing Tbk (DSFI) anjlok 4,76% ke level Rp 140/saham. Disusul oleh harga saham PT Inti Agri Resources Tbk (IIKP) yang turun 3,74% ke level Rp 180/saham.
Koreksi harga saham di bursa regional diperkirakan dipicu oleh sentimen negatif penerapan aturan bea impor oleh Amerika Serikat (AS) terhadap produk-produk dari China. Lalu aksi balasan dari China juga dilakukan terhadap AS, sehingga investor mengkhawatirkan dengan adanya perang dagang secara global. (hps)