Dolar AS Menguat, Bursa Asia Kompak Dibuka Melemah

Market - Tim CNBC Indonesia, CNBC Indonesia
19 March 2018 08:39
Tiga bursa Asia dibuka melemahan diatas 0,08%.
Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa utama Asia pada perdagangan pagi ini dibuka kompak langsung mengalami pelemahan. Rata-rata pelemahan bursa Asia diatas 0,08%.

Indeks Nikkei 225 sat pembukaan perdagangan mengalami pelemahan 0,64% ke 21.537,9. Pelemahan pembukaan perdagangan indeks Nikkei disebabkan kejatuhan saham-saham sektor elektronik. Saham Yaskawa Electronic Corp turun 3,68%, saham Sony Corp turun 3,41% dan saham Haseko Corp turun 3,38%.

Indeks Hang Seng mengalami pelemahan 0,4% ke 31.370,47. Pelemahan di bursa Hong Kong ini karena penurunan sektor jasa keuangan dan properti. Saham WH Grup LTD Invesment dibuka melemahn 3,6%, saham CK asset Holding Ltd melemahan 2,86% dan saham BOC Hong Kkong Holding Ltd 1,28%.


Adapun di bursa Korea Selatan, Kospi cenderung flat walaupun kecenderungannnya menurun. Indeks Kospi dibuka melemah 0,08%. Sektor manufaktur dan konstruksi yang menyebabkan pelemahan indeks Kospi. Saham Shinhan Engineering & Construsction Co. Ltd turun 9,85%, saham Feelux Co. ltd turun 6,82% dan saham STX Heavy Industries Co Ltd turun 6,79%.


Pada perdagangan hari ini bursa Asia akan sangat rentan terhadap sentimen di Amerika Serikat (AS). Kebanyakan sentimen dari negara adikuasa ini masih bersifat negatif.

Mulai dari Presiden AS Donald Trump yang dikabarkan akan mengenakan bea masuk bagi produk-produk China atas nama perlindungan terhadap hak kekayaan intelektual. Tidak hanya itu, pemerintah AS juga disebut-sebut akan membatasi kedatangan warga China dan investasi dari Negeri Tirai Bambu.

Bila kebijakan ini terwujud, maka akan menjadi pukulan berat bagi perdagangan dunia. Meski AS menargetkan produk-produk made in China, tetapi produk tersebut bukan tidak mungkin menggunakan bahan baku dari berbagai negara.

Pekan lalu, Trump memecat Menteri Luar Negeri Rex Tillerson dan menggantikannya dengan Mike Pompeo, eks Direktur Badan Intelijen Pusat (CIA). Pompeo merupakan orang dekat sang presiden.

Trump juga dikabarkan akan memecat penasihat pertahanan Gedung Putih HR McMaster. Washington Post mengabarkan, ada beberapa kandidat pengganti McMaster seperti Keith Kellog yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dewan Pertahanan Nasional.

Pekan ini, perhatian investor juga akan tertuju ke The Federal Reserve/The Fed yang akan menggelar pertemuan pada 21 Maret waktu setempat. Pasar memprediksi hasil pertemuan ini adalah kenaikan suku bunga acuan. 

CME Group, yang menyediakan Federal Funds Futures (instrumen yang mempertaruhkan suku bunga acuan di AS), menyebutkan probabilitas kenaikan Fed Fund Rate pada pertemuan tersebut mencapai 94,4%. Pelaku pasar memperkirakan terjadi kenaikan suku bunga dari 125-150 basis poin menjadi 150-175 basis poin, atau naik 25 basis poin.

Sambil menunggu pertemuan The Fed, investor pun memburu dolar AS. Sejak akhir pekan lalu, mata uang ini bergerak menguat karena tingginya minat pelaku pasar.

Ketika suku bunga acuan AS naik, maka greenback (teorinya) akan menguat karena tekanan inflasi mata uang ini akan terjangkar oleh kenaikan suku bunga. Oleh karena itu, investor mengoleksi dolar AS sebelum harganya naik ketika suku bunga dinaikkan. Tingginya permintaan membuat dolar AS menguat terlebih dulu, mendahului kenaikan suku bunga (kalau terjadi).

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading