Hikmah Perang Dagang, Saham Negara Berkembang Kian Dilirik

Market - Arys Aditya, CNBC Indonesia
10 March 2018 12:36
Hikmah Perang Dagang, Saham Negara Berkembang Kian Dilirik
Jakarta, CNBC Indonesia - Saham-saham perusahaan negara berkembang bakal makin dilirik oleh broker raksasa asal Amerika Serikat (AS) seiring menguatnya sinyal perang dagang yang diinisiasi oleh Presiden Donald Trump. Pasalnya ada potensi harga saham-saham AS dan negara-negara maju menurun karena pendapatan menurun, dampak dari perang dagang.

Berdasarkan riset Reuters, secara umum fund manager asal AS kini mulai mengurangi saham-saham perusahaan domestik dalam portofolio mereka. Selain perang dagang, potensi kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral AS atau The Federal Reserve (Fed Fund Rate) juga mengurangi daya tarik saham domestik.

Brian Jacobsen, analis strategi multi aset Wells Fago Asset Management, mengungkapkan risiko ada balasan dari negara-negara lain terhadap kebijakan Trump yang melakukan pengenaan bea masuk untuk baja dan aluminium. Hal ini membuat pihaknya mulai menambah koleksi saham dari negara berkembang.


"Pasar belum sepenuh mengambil posisi [price in] terhadap era kebijakan proteksionis. Secara strategis, kami lebih menyukai saham-saham internasional dan negara berkembang," kata Jacobsen, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (10/3/2018).

Selain Wells Fago, fund manager seperti Oppenheimer, Federated dan JP Morgan disebut juga mulai mendongkrak aset internasional dalam portofolio mereka.

Senior strategis Investasi OppenheimerFunds Brian Levitt menyeuta saham-saham negara berkembang sangat menarik dengan situasi saat ini. Dia menyebut prospek negara-negara berkembang sangat cerah serta valuasi harga saham yang masih rendah.

"Kita akan melihat tahap awal dari siklus ekspansi mereka [negara berkembang] berlawanan dengan Amerika Serikat yang nampaknya akan bergerak antara ekspansi dan pelemahan pada tahun depan," katanya. (hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading