Pilkada Serentak, Dorong Kenaikan Saham Produsen Bubur Kertas

Market - Anthony Kevin, CNBC Indonesia
09 March 2018 16:16
Pilkada Serentak, Dorong Kenaikan Saham Produsen Bubur Kertas
Jakarta, CNBC Indonesia - Dua saham emiten produsen kertas masuk dalam 10 saham yang berkontribusi terbesar terhadap penguatan IHSG sepanjang 2018. Kedua emiten tersebut adalah PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) dan PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), keduanya perusahaan milik grup Sinar Mas.

Melansir publikasi di website resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), saham INKP meroket sebesar 123,1% pada tahun 2018 (sampai dengan penutupan perdagangan kemarin) dan memberikan sumbangan sebesar 32,7 poin bagi IHSG, sementara TKIM terapresiasi 122,6% dan memberikan sumbangan sebesar 10 poin.

Pada 2017, saham INKP menguat hingga 465% menjadi Rp 5.400/saham, dari yang sebelumnya Rp 955/saham pada akhir 2016. Sementara saham TKIM menguat 300% menjadi Rp 2.920/saham, dari yang sebelumnya Rp 730/saham.

Kinerja Keuangan
Kenaikan signifikan harga saham INKP dan TKIM tidak lepas dari kinerja keuangannya yang positif. Sepanjang 9 bulan pertama tahun 2017, laba bersih INKP meroket hingga 196,29% jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya menjadi US$ 287,4 juta. Kenaikan laba ini didorong oleh penjualan yang meningkat sebesar 11,52% YoY menjadi US$ 2,26 miliar, serta penurunan rugi selisih kurs yang mencapai 63,8% YoY (dari US$ 56 juta menjadi US$ 20,25 juta).


Sebagai perbandingan, pada tahun 2016 laba bersih perusahaan tercatat sebesar US$ 202,7 juta, turun hingga 9,02% dibandingkan posisi akhir 2015, sementara penjualan tercatat sebesar US$ 2,72 miliar atau turun 4,02%.

Positifnya kinerja keuangan menyebabkan rasio utang terhadap ekuitas (Debt/Equity Ratio/DER) perusahaan turun. Pada akhir kuartal 3 tahun lalu, nilainya adalah sebesar 1,24x, lebih rendah dibandingkan posisi akhir 2016 yang sebesar 1,33x.

Kinerja keuangan positif juga dicatatkan oleh TKIM. Pada 3 kuartal pertama tahun 2017, laba bersih perusahaan melonjak 101,8% YoY menjadi US$ 22,4 juta. Kenaikan ini didorong oleh penjualan yang tumbuh sebesar 2,84% YoY menjadi US$ 782,5 juta, serta penurunan beban usaha sebesar 17,62% YoY (dari US$ 72,78 juta menjadi US$ 59,95 juta).

Selain itu, rugi selisih kurs tercatat hanya sebesar US$ 1,06 juta. Padahal, pada sembilan bulan pertama tahun 2016 nilainya mencapai US$ 28,41 juta.

Posisi DER TKIM lantas turun menjadi 1,45 kali pada akhir kuartal 3 tahun lalu, dari 1,47 kali pada akhir 2016.

Kenaikan harga bubur kertas (pulp) yang signifikan mendorong kinerja keuangan kedua perusahaan. Sepanjang 2017, harga pulp naik sebesar 52,7% menjadi US$ 1.000/ton, dari yang sebelumnya US$ 655/ton pada akhir 2016. Hal ini lantas menguntungkan kedua perusahaan yang banyak menggantungkan penjualannya pada ekspor.

Mengutip laporan keuangan INKP perusahaan tahun 2016, perseroan mengekspor sekitar 48,5% produknya terutama ke Asia, Eropa, Timur Tengah, Amerika, Afrika, dan Australia, sementara sisanya sebesar 51,5% dijual di dalam negeri. Sementara untuk TKIM, ekspor berkontribusi sebesar 63,9% terhadap total penjualan perusahaan tahun 2016.

Terdongkrak Pilkada 
Pada tahun ini, kinerja saham INKP dan TKIM juga terdongkrak oleh gelaran pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak. Tercatat, sebanyak 17 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten akan ikut berpartisipasi dalam pesta demokrasi tersebut. Beberapa provinsi besar yang akan menyelenggarakan pilkada diantaranya adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Gelaran pilkada 2018 lantas diharapkan bisa mendongkrak permintaan kertas.

Lebih Murah
Jika dibandingkan, valuasi dari INKP dapat dikatakan lebih murah jika dibandingkan dengan TKIM. Mengutip RTI, saat ini rasio harga terhadap laba per saham (Price-Earnings Ratio/PER) dari INKP adalah sebesar 13,02 kali, lebih rendah jika dibandingkan dengan TKIM yang sudah mencapai 50,96 kali.

TIM RISET CNBC INDONESIA
(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading