Beban Produksi Naik, Laba Japfa 2017 Turun 51,69%
Roy Franedya,
CNBC Indonesia
02 March 2018 10:15
Jakarta, CNBC Indonesia - Berlakunya pelarangan impor jagung pada tahun lalu berdampak negatif pada PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA). Laba bersih 2017 JPFA turun 51,69% jadi Rp 997,35 miliar. Setahun sebelumnya JPFA mencetak laba bersih Rp 2,17 triliun.
Penurunan laba JPFA karena membengkaknya beban produksi perusahaan yang tak diimbangi dengan peningkatan penjualan yang signifikan. Pelarangan impor jagung telah membuat kenaikan harga pakan ternak. Kontribusi pakan ternak dalam produksi peternakan unggas mencapai 70%.Â
Pendapatan neto JPFA naik 9,39% jadi Rp 29,6 triliun. Beban pokok penjualan naik 13% jadi Rp 24,57 triliun. Beban penjualan dan pemasaran naik 20,39% jadi Rp 736,86 miliar. Beban umum dan administrasi naik 19,69% jadi Rp 2,13 triliun.
Pada perdagangan bursa pagi ini harga saham JPFA telah turun 1,,56% menjadi Rp 1.580/saham. JPFA telah diperdagangkan sebanyak 416 kali dengan volume 1,44 juta saham. Kapitalisasi pasar JPFA mencapai Rp 18,03 triliun.
(roy/roy)
Add
as a preferred
source on Google
Next Article
Emiten Delisting? Ini Cara BEI Lindungi Dana Investor Ritel
Penurunan laba JPFA karena membengkaknya beban produksi perusahaan yang tak diimbangi dengan peningkatan penjualan yang signifikan. Pelarangan impor jagung telah membuat kenaikan harga pakan ternak. Kontribusi pakan ternak dalam produksi peternakan unggas mencapai 70%.Â
Pendapatan neto JPFA naik 9,39% jadi Rp 29,6 triliun. Beban pokok penjualan naik 13% jadi Rp 24,57 triliun. Beban penjualan dan pemasaran naik 20,39% jadi Rp 736,86 miliar. Beban umum dan administrasi naik 19,69% jadi Rp 2,13 triliun.
source on Google