Tertular Sentimen Negatif, Bursa Eropa Dibuka Merah

Market - Wahyu Daniel, CNBC Indonesia
22 February 2018 16:11
Prediksi kenaikan suku bunga acuan di AS menjadi sentimen negatif di bursa saham dunia pada hari ini.
Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Eropa dibuka di zona negatif pada perdagangan hari ini. Mengikuti kejatuhan bursa Wall Street di Amerika Serikat (AS) dan mayoritas bursa saham Asia.

Prediksi kenaikan suku bunga acuan di AS menjadi sentimen negatif di bursa saham dunia pada hari ini.

Dilansir dari AFP, Kamis (22/2/2018), indeks saham acuan FTSE 100 di bursa saham London turun 0,5% ke 7.243,32 dibandingkan penutupan hari sebelumnya. Para pelaku pasar sedang menggali update terkini dari kinerja sejumlah perusahaan.


Sementara indeks DAX 30 di bursa saham Jerman turun 0,9% menjadi 12.358,82. Kemudian indeks CAC 40 di bursa saham Paris turun 0,6% ke 5.272,43.


Mayoritas bursa saham di Asia jatuh pada hari ini, usai keluarnya risalah rapat dari Federal Reserve, yang mengindikasikan kenaikan suku bunga acuan akan terjadi di tahun ini.

Imbal hasil (yield) dari surat utang pemerintah AS bertenor 10 tahun menyentuh angka tertingginya dalam 4 tahun terakhir. Kondisi ini mendorong penguatan dolar AS, namun Wall Street berakhir di zona negatif.

Bursa saham Tokyo ditutup jatuh 1,1%, Hong Kong jatuh 1,5%, Singapura jatuh 0,5%. Kemudian bursa saham Seoul turun 0,6%, Taipei turun 0,5%, bursa saham manila turun 1,4%.

Namun bursa saham Shanghai di China naik 2% lebih pada perdagangan hari ini setelah libur panjang tahun baru imlek.

Berikut data pergerakan sejumlah mata uang dan harga minyak sore ini:

Euro turun menjadi US$ 1,2267 dari US$ 1,2286

Pound turun menjadi US$ 1,3887 dari US$ 1,3919

Dolar menguat menjadi 107,48 yen dari 107,74 yen

Minyak West Texas Intermediate turun 53 sen menjadi US$ 61,15 per barel

Minyak Brent turun 39 sen menjadi US$ 65,03 per barel
Artikel Selanjutnya

Bursa Saham Eropa Cenderung Stagnan, Setelah Asia Terkoreksi


(roy/roy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading