5 Tanda Psikopat Pada Anak, Bisa Dikenali Sejak Balita

Fergi Nadira,  CNBC Indonesia
08 November 2026 12:00
5 Tanda Anak Psikopat yang Jarang Diketahui
Foto: Infografis/ 5 Tanda Anak Psikopat yang Jarang Diketahui/ Ilham Restu

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah studi menunjukkan lima tanda psikopat dapat dilihat pada anak-anak yang berusia dua tahun. Menyitir studi yang dilakukan para peneliti di Universitas Michigan pada 2016, anak-anak tersebut menunjukkan perbedaan dalam empati dan hati nurani.

Studi tersebut menilai perilaku tidak berperasaan dan tidak emosional pada anak usia dua hingga empat tahun berdasarkan ciri berikut. Pertama, anak tidak tampak bersalah setelah melakukan kesalahan. Kedua, hukuman tidak mengubah perilaku anak anda. Ketiga, anak egois atau tidak mau berbagi. Keempat, anak sering berbohong. Kelima, anak licik dan mencoba menyakiti anda.

Para peneliti menindaklanjuti anak-anak tersebut lagi ketika mereka berusia sembilan tahun. Mereka menemukan bahwa anak-anak yang paling banyak menunjukkan masalah perilaku saat balita atau anak prasekolah, lebih cenderung menunjukkan masalah perilaku yang berhubungan dengan psikopat di kemudian hari di masa kanak-kanak.

Seorang anak dengan psikopat menunjukkan ciri-ciri yang mirip dengan orang dewasa yang menderita psikopat. Misalnya, mereka mungkin melakukan tindakan menyakiti hewan atau mencoba membunuh hewan untuk kesenangan.

Remaja terkadang melakukan tindakan menyakiti dan membunuh hewan demi kepuasan seksual. Hal ini sering terjadi pada gangguan psikopati atau perilaku dan gangguan kepribadian antisosial.

Tidak ada satu tes pun yang menunjukkan bahwa seorang anak mungkin menderita psikopat. Namun, psikolog memiliki beberapa tes untuk membantu mereka menilai dan mengukur gejala yang dialami anak.

Salah satu penilaian yang paling umum digunakan adalah Youth Psychopathic Traits Inventory (YPI). Instrumen ini merupakan instrumen self-report, artinya remaja diberikan tes dan diminta menjawab pertanyaan tentang dirinya. Ini dimaksudkan untuk mengukur ciri-ciri kepribadian, bukan perilaku.

Tes ini menilai gejala-gejala seperti tidak jujur, narsisme, berbohong, manipulasi, sifat tidak berperasaan, tidak emosional, tidak punya belas kasih, impulsif, mencari sensasi, dan tidak bertanggung jawab

Bukan Diagnosis Kesehatan Resmi

Psikopat bukanlah diagnosis kesehatan mental resmi. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan sekumpulan karakteristik dan perilaku yang menunjukkan bahwa seseorang tidak berperasaan, tidak peduli, dan licik. Dalam terminologi kejiwaan saat ini, pola tersebut secara umum dikenal dengan antisocial personality disorder.

Pada 2013, American Psychiatric Association menggambarkan antisocial personality disorder sebagai gangguan perilaku dengan sifat tidak berperasaan dan tidak emosional untuk anak-anak berusia 12 tahun ke atas dalam manual diagnostiknya. Ini adalah kondisi serius yang mencerminkan defisit interpersonal. Hal ini juga dapat dikaitkan dengan perilaku berbahaya.

Pemimpin Bisnis

Menariknya, beberapa penderita psikopat juga banyak menjadi wirausahawan dan pemimpin bisnis yang sukses. Peristiwa ini sekaligus bertolak belakang dengan gambaran di film yang menggambarkan psikopat sebagai seseorang yang tidak memiliki empati dan pembunuh massal.

Melansir Very Well Family, sebuah penelitian memperkirakan bahwa sekitar 3% pemimpin bisnis sebenarnya menderita psikopat. Peneliti memperkirakan sekitar 1% populasi orang dewasa memenuhi kriteria psikopat.

(wur/wur) [Gambas:Video CNBC]
Next Article 5 Gejala Anak Psikopat Bisa Terdeteksi Sejak Usia Dini


Most Popular
Features