Dokter Ungkap 4 Kunci Turunkan Berat Badan Secara Sehat
Jakarta, CNBC Indonesia - Obesitas bukan sekadar persoalan berat badan berlebih. Kondisi ini juga dapat memicu peradangan dalam tubuh yang berdampak pada terganggunya fungsi berbagai hormon, mulai dari insulin hingga hormon pengatur rasa lapar dan kenyang.
Spesialis Gizi Klinik, Dr. Christopher Andrian, M.Gizi, Sp.GK, menjelaskan bahwa penumpukan lemak berlebih dapat meningkatkan faktor inflamasi atau peradangan dalam tubuh. Jika kondisi ini terus terjadi, fungsi sejumlah hormon dapat terganggu dan meningkatkan risiko masalah metabolisme.
Salah satunya adalah hormon insulin yang berperan mengatur kadar gula darah. Ketika fungsi insulin terganggu, risiko terjadinya gangguan metabolisme hingga diabetes juga dapat meningkat.
Selain insulin, obesitas turut memengaruhi hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang. Akibatnya, seseorang bisa mengalami kesulitan mengenali kapan tubuh sebenarnya sudah mendapatkan asupan makanan yang cukup.
Kondisi tersebut dapat membuat seseorang tetap ingin makan meskipun kebutuhan tubuh telah terpenuhi. Keinginan untuk mengonsumsi makanan tambahan, termasuk dessert, pun bisa terus muncul sehingga asupan kalori menjadi berlebihan.
Diet Ekstrem Bisa Menurunkan Massa Otot
Di tengah upaya menurunkan berat badan, sebagian orang memilih menjalani diet ekstrem dengan membatasi asupan kalori secara berlebihan. Salah satu pola yang masih banyak dilakukan adalah hanya mengonsumsi jus, buah, dan sayuran selama beberapa hari.
Meski berat badan bisa turun dengan cepat pada minggu pertama, penurunan tersebut belum tentu berasal dari berkurangnya lemak tubuh.
"Kalau kita ditimbang, berat badan kita cuma ada komponen lemak, otot, sama air. Kalau turun cepat dalam minggu pertama, yang paling banyak adalah air," kata dr. Christopher saat acara Peluncuran Kampanye Hidup Lebih Ringan: Hubungan Obesitas dan Kesehatan Mental dari Novo Indonesia di Jakarta Selatan, Kamis (5/11/2026).
Ia menerangkan, asupan kalori yang terlalu rendah, terutama jika tidak disertai konsumsi protein yang cukup, dapat membuat tubuh mengambil cadangan protein dari otot untuk memenuhi kebutuhan energi.
Akibatnya, massa otot berkurang dan metabolisme tubuh ikut melambat. Padahal, otot memiliki peran penting dalam membantu tubuh membakar energi.
Kondisi ini juga dapat menyebabkan berat badan kembali meningkat ketika seseorang mulai menerapkan pola makan seperti sebelumnya. Pasalnya, kebutuhan energi tubuh telah menurun akibat berkurangnya massa otot.
Dengan demikian, diet ekstrem bukanlah cara yang tepat untuk mendapatkan berat badan ideal. Penurunan berat badan sebaiknya dilakukan dengan mengatur asupan kalori secara tepat, bukan memangkas jumlah makanan secara berlebihan.
Komposisi nutrisi juga harus diperhatikan, mulai dari karbohidrat, protein, lemak, hingga serat. Seluruh kebutuhan tersebut perlu dipenuhi sesuai kondisi tubuh agar proses penurunan berat badan tetap sehat.
Empat Pilar Penting untuk Menurunkan Berat Badan
Lebih lanjut, Christopher menekankan bahwa keberhasilan menurunkan berat badan tidak hanya bergantung pada pengaturan pola makan. Ada empat pilar penting yang perlu diterapkan secara bersamaan untuk mendukung hasil yang optimal.
Berikut empat aspek yang perlu diperhatikan:
1. Nutrisi
Mengatur asupan kalori sesuai kebutuhan tubuh serta memastikan kecukupan nutrisi, termasuk karbohidrat, protein, lemak, dan serat.
2. Olahraga (Exercise)
Melakukan aktivitas fisik secara rutin untuk membantu mempertahankan massa otot, meningkatkan kebugaran, dan mendukung metabolisme tubuh.
3. Kontrol Stres
Mengelola stres dengan baik karena stres dapat memengaruhi keseimbangan hormon dan berpotensi meningkatkan nafsu makan.
4. Tidur yang Cukup
Menjaga kualitas dan durasi tidur. Kurang tidur dapat memengaruhi hormon stres serta mekanisme tubuh dalam mengatur rasa lapar dan kenyang.
Melalui penerapan pola hidup sehat secara konsisten, penurunan berat badan diharapkan dapat berlangsung secara bertahap dan bertahan dalam jangka panjang.
Sebab, keberhasilan diet bukan hanya tentang menurunkan beberapa kilogram dalam waktu singkat, melainkan menjaga berat badan tetap ideal tanpa harus mengorbankan kesehatan dan metabolisme tubuh.
(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]