Orang Kaya China Mulai Berburu Paspor Baru, Ini Negara Tujuannya
Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah meningkatnya pengawasan terhadap kekayaan di luar negeri, sebagian orang kaya asal China mulai mempertimbangkan langkah besar melepas kewarganegaraan mereka demi mendapatkan paspor asing.
Karibia, Eropa, hingga sejumlah negara Asia menjadi tujuan yang dilirik untuk memperluas mobilitas internasional dan mengatur strategi kekayaan.
Para penasihat kekayaan mengungkapkan bahwa minat tersebut meningkat seiring kekhawatiran terhadap pajak, ketidakpastian geopolitik, serta keinginan untuk memiliki lebih banyak pilihan tempat tinggal dan berbisnis di luar negeri.
China tidak mengakui kewarganegaraan ganda. Karena itu, warga negaranya yang memilih mendapat kewarganegaraan asing harus melepaskan kewarganegaraan Tiongkok.
CEO firma konsultan imigrasi Arton Capital, Armand Arton, mengatakan sejumlah kliennya kini bersedia mengambil langkah tersebut. Pilihan negara tujuan umumnya disesuaikan dengan gaya hidup dan kebutuhan bisnis masing-masing.
Sementara itu, Ryan Lin, direktur firma hukum Bayfront Law yang berbasis di Singapura, melihat peningkatan jumlah orang kaya asal China yang mempertimbangkan untuk melepas kewarganegaraan sejak Juli. Pada bulan tersebut, Beijing memperkenalkan kebijakan baru terkait perwalian (trust) di luar negeri. Kebijakan ini berpotensi membuat pendapatan dan transaksi tertentu dikenai pajak sebesar 20%, sehingga sejumlah keluarga mulai meninjau kembali strategi penyimpanan dan pengalihan aset mereka.
Tren serupa juga terlihat di kalangan klien multi-family office Farro Capital. Salah satu pendirinya, Manish Tibrewal, mengatakan jumlah keluarga asal China yang aktif menjajaki kewarganegaraan alternatif sejak Juli jauh melampaui jumlah keluarga yang menyelesaikan proses tersebut pada tahun sebelumnya.
Perusahaan migrasi investasi Savory & Partners mencatat kenaikan permintaan dari klien China sebesar 33% sejak Juli. Sementara itu, Global Citizen Solutions melaporkan peningkatan hampir 40% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Meski demikian, pergantian kewarganegaraan tidak otomatis menghapus kewajiban pajak. Para ahli mengingatkan bahwa seseorang masih dapat bertanggung jawab atas pajak dari keuntungan yang diperoleh sebelumnya, bergantung pada struktur kekayaan dan ketentuan yang berlaku. Perubahan kewarganegaraan serta domisili yang sah dapat memengaruhi kewajiban pajak di masa depan.
Langkah ini juga bukan keputusan mudah, terutama bagi mereka yang masih memiliki bisnis dan aset di China daratan. Menurut Lin, individu yang paling siap melepas kewarganegaraan umumnya sudah memiliki sedikit keterikatan bisnis di negara asal, dengan sebagian besar kekayaan dan operasional mereka berada di luar negeri.
Karibia Jadi Pilihan untuk Mendapatkan Paspor Lebih Cepat
Bagi orang kaya asal China yang menginginkan kewarganegaraan asing, bukan sekadar izin tinggal, kawasan Karibia menjadi salah satu tujuan utama.
Negara seperti Antigua dan Barbuda menawarkan program kewarganegaraan melalui investasi atau kontribusi tertentu bagi pemohon yang memenuhi persyaratan.
Tibrewal mengatakan kewarganegaraan di sejumlah negara Karibia dapat diperoleh dalam waktu sekitar enam bulan. Proses ini relatif lebih cepat dibandingkan jalur di banyak negara Eropa atau Amerika Serikat, yang umumnya mengharuskan pemohon menjalani masa tinggal terlebih dahulu sebelum memenuhi syarat naturalisasi.
Daya tarik utamanya bukan selalu keinginan untuk menetap secara permanen. Menurut Arton, paspor alternatif memberikan fleksibilitas lebih besar untuk bepergian, menjalankan bisnis, dan membangun basis internasional.
Global Citizen Solutions juga mencatat bahwa Karibia mengalami pertumbuhan permintaan tertinggi dari klien China dibandingkan destinasi lain yang mereka pantau pada tahun ini.
Eropa: Portugal, Italia, dan Hungaria Dilirik
Eropa tetap menarik bagi keluarga kaya asal China, terutama mereka yang menginginkan izin tinggal jangka panjang tanpa harus langsung melepas kewarganegaraan asal.
Arton menilai, bagi individu dengan kekayaan bersih tinggi atau high-net-worth individuals (HNWI), memiliki beberapa izin tinggal dan visa jangka panjang bisa menjadi pilihan yang lebih menarik dibandingkan langsung mengajukan kewarganegaraan asing.
Portugal, misalnya, masih diminati melalui program golden visa, yang memberikan izin tinggal melalui investasi yang memenuhi persyaratan dan membuka peluang untuk mengajukan kewarganegaraan di kemudian hari sesuai ketentuan yang berlaku.
Italia juga menjadi pilihan bagi keluarga kaya berkat kebijakan pajak tertentu bagi penduduk baru yang memenuhi kriteria. Selain itu, ketersediaan sekolah internasional dan infrastruktur layanan keuangan menjadi pertimbangan tambahan.
Sementara itu, Hungaria mulai menarik perhatian melalui program izin tinggal jangka panjang yang menawarkan jalur investasi mulai dari 250.000 euro atau sekitar 290.000 dolar AS, berdasarkan informasi dalam laporan tersebut.
Global Citizen Solutions menilai Hungaria menjadi alternatif menarik ketika sejumlah program golden visa di Eropa lainnya telah ditutup atau mengalami kenaikan biaya. Melalui skema yang memenuhi persyaratan, investor dapat memperoleh izin tinggal di kawasan Schengen.
Singapura dan Malaysia Jadi Tujuan di Asia
Di Asia, Singapura masih menjadi salah satu tujuan utama berkat stabilitas politik, industri pengelolaan kekayaan yang mapan, sekolah internasional, serta kedekatannya dengan China daratan.
Sejumlah keluarga berupaya mendapatkan status penduduk tetap atau permanent residency (PR) di Singapura sebagai bagian dari strategi jangka panjang. Status tersebut juga dapat menjadi langkah awal menuju kemungkinan naturalisasi, meskipun kewarganegaraan Singapura tidak diberikan secara otomatis dan tetap bergantung pada persetujuan pemerintah.
Selain Singapura, Malaysia, terutama Kuala Lumpur dan Penang, turut menarik perhatian. Biaya hidup yang relatif lebih terjangkau, komunitas penutur bahasa Mandarin, serta keberadaan sekolah internasional menjadi sejumlah faktor pendorong.
Memiliki Paspor Asing Tidak Selalu Berarti Pindah Negara
Meski minat terhadap kewarganegaraan asing meningkat, para penasihat mengingatkan bahwa menjajaki pilihan di luar negeri tidak selalu berujung pada pelepasan kewarganegaraan atau perpindahan tempat tinggal secara permanen.
Ada perbedaan antara mencari izin tinggal, membangun portofolio paspor, dan memindahkan seluruh keluarga beserta bisnis ke negara lain. Setiap pilihan memiliki konsekuensi hukum, pajak, dan kehidupan yang berbeda.
Arton menegaskan bahwa ketiga keputusan tersebut perlu dipahami secara terpisah. Bagi sebagian orang kaya asal China, memiliki paspor tambahan bukan semata-mata tentang meninggalkan negara asal, melainkan memperluas fleksibilitas untuk bepergian, mengelola kekayaan, dan menjalankan bisnis secara internasional.
(hsy/hsy)