Dulu Tenggelam, 3 Kampung Ini Muncul Lagi Imbas Kekeringan Ekstrem

Tim Redaksi, CNBC Indonesia
Senin, 02/11/2026 11:05 WIB
Foto: Tampilan dari drone memperlihatkan sisa-sisa rumah dan masjid Al Mujahiddin di Desa Somang yang muncul kembali setelah permukaan air di waduk Karian—yang memasok air untuk wilayah sekitarnya termasuk Jakarta—menurun akibat kekeringan berkepanjangan yang dipicu oleh fenomena El Nino, di Lebak, Provinsi Banten, Indonesia, 23 Oktober 2026. (REUTERS/Willy Kurniawan)
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Kekeringan panjang yang melanda sejumlah wilayah Indonesia pada 2026 memunculkan fenomena tak biasa. Sejumlah kampung dan permukiman yang selama bertahun-tahun tenggelam di dasar waduk kini kembali terlihat akibat menyusutnya permukaan air.

Ini terjadi seiring kondisi kemarau ekstrem yang dipicu fenomena iklim El Nino. Berkurangnya curah hujan menyebabkan volume air di sejumlah waduk menurun hingga memperlihatkan sisa-sisa bangunan, jalan, bahkan makam yang sebelumnya terendam.

Kemunculan kembali kawasan tersebut juga mengungkap jejak kehidupan masyarakat yang dahulu harus meninggalkan rumah dan kampung halaman mereka demi pembangunan bendungan.


Melansir CNN Indonesia, berikut tiga kawasan di Indonesia yang kembali terlihat akibat kekeringan panjang sepanjang 2026.

1. Kampung Somang, Banten

Rekaman drone memperlihatkan seorang pengendara melintas di dekat sisa-sisa Desa Somang yang muncul kembali setelah permukaan air di Waduk Karian menurun akibat kekeringan berkepanjangan yang dipicu oleh fenomena El Nino, di Lebak, Provinsi Banten, Indonesia, 23 Oktober 2026. (REUTERS/Willy Kurniawan) 

Kampung Somang di Kabupaten Lebak, Banten, menjadi salah satu permukiman yang kembali muncul setelah permukaan air Bendungan Karian menyusut drastis. Kampung yang dulunya merupakan kawasan permukiman padat penduduk itu mulai ditinggalkan warga sejak 2023 untuk mendukung proses penggenangan waduk.

Meski telah ditinggalkan, sejumlah bangunan di kawasan tersebut tidak sepenuhnya dihancurkan. Akibatnya, ketika debit air Bendungan Karian menurun selama musim kemarau 2026, sisa-sisa bangunan kembali terlihat di permukaan.

2. Permukiman Lama Waduk Jatigede, Sumedang

Warga melintas di dekat reruntuhan yang kembali muncul seiring surutnya permukaan air Waduk Jatigede akibat kekeringan di musim kemarau di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Indonesia, Kamis (1/10/2026). (REUTERS/Claudio Pramana) 

Fenomena serupa terjadi di Waduk Jatigede, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Penyusutan air waduk membuat bekas permukiman warga yang telah tenggelam selama lebih dari satu dekade kembali terlihat.

Waduk Jatigede mulai digenangi pada 31 Agustus 2015. Proses pembangunan dan penggenangan tersebut mengharuskan masyarakat di sejumlah desa meninggalkan rumah serta lahan mereka.

Pada 5 September 2026, penurunan permukaan air waduk menyebabkan garis tepian mundur hingga sekitar 300 meter. Kondisi tersebut memperlihatkan kembali jalan beraspal, lahan, serta reruntuhan bangunan yang sebelumnya berada di bawah air.

3. Makam Lama Waduk Gajah Mungkur, Wonogiri

Kondisi saat Debit air Waduk Gajah Mungkur (WGM) berkurang akibat kemarau panjang di Wonogiri, Jawa Tengah. (Agil Trisetiawan Putra/detikJateng) Foto: (Agil Trisetiawan Putra/detikJateng)

Di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, surutnya air Waduk Gajah Mungkur juga memperlihatkan jejak kawasan yang telah lama tenggelam. Sebelum waduk dibangun, kawasan tersebut merupakan permukiman masyarakat yang mencakup 51 desa di tujuh kecamatan.

Pembangunan Waduk Gajah Mungkur pada periode 1976 hingga 1980 mengharuskan ribuan warga meninggalkan tempat tinggal mereka. Sebagian mengikuti program transmigrasi atau bedol desa.

Pada 9 September 2026, puluhan makam lama di Kelurahan Wuryantoro, Kecamatan Wuryantoro, kembali terlihat akibat menyusutnya permukaan air waduk.

Sebenarnya, kemunculan makam tersebut bukan fenomena baru. Makam-makam lama biasanya terlihat saat musim kemarau ketika air waduk surut, kemudian kembali terendam ketika musim hujan tiba. Namun, pada 2026, makam tersebut baru terlihat pada September, lebih lambat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

 


(hsy/hsy)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Kosmetik Lokal Naik Kelas, BPOM Dukung Inovasi Kampus & UMKM