BPOM Telusuri Dugaan Pemanis Buatan dalam Beeru Stevia
Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mulai menelusuri polemik produk pemanis Beeru Stevia yang viral di media sosial setelah muncul dugaan kandungan bahan pemanis buatan yang tidak tercantum dalam komposisi produk.
Persoalan ini mencuat setelah influencer yang dikenal dengan nama Dokter Detektif (Doktif) mengungkap hasil pengujian laboratorium terhadap produk tersebut. Dalam temuannya, Beeru Stevia disebut mengandung sukralosa dan neotam, meski dipasarkan sebagai pemanis berbahan stevia murni dengan klaim nol kalori.
BPOM menyatakan saat ini proses penelusuran masih berlangsung. Regulator juga tengah melakukan pengambilan sampel untuk memastikan kandungan produk melalui pengujian laboratorium.
"Saat ini, BPOM masih melakukan penelusuran untuk pengambilan sampel dan pengujian. Informasinya akan disampaikan setelah hasil uji tersedia," demikian penjelasan BPOM RI dikutip dari Detik.com, Kamis (29/10/2026).
Berdasarkan dokumen hasil pengujian yang ditampilkan Doktif, sampel Beeru Stevia diketahui memiliki kandungan karbohidrat sebesar 47,21% dengan energi total mencapai 188,84 kilokalori per 100 gram.
Selain itu, hasil pengujian tersebut menunjukkan adanya kandungan sukralosa sebesar 101.297,89 miligram per liter (mg/L) dan neotam sebesar 5.280,99 mg/L.
Temuan tersebut kemudian memunculkan pertanyaan mengenai kesesuaian antara kandungan produk dengan klaim yang disampaikan kepada konsumen. Doktif juga menyoroti keberadaan kedua pemanis buatan tersebut yang disebut tidak tercantum dalam daftar komposisi produk.
Meski demikian, hasil laboratorium yang diungkap Doktif belum dapat dianggap sebagai kesimpulan resmi regulator. Kepastian mengenai kandungan, keamanan, serta kesesuaian produk dengan ketentuan yang berlaku masih menunggu hasil pengujian BPOM.
Di tengah polemik yang berkembang, Beeru Indonesia memutuskan menghentikan sementara penjualan Beeru Stevia. Langkah tersebut diambil setelah temuan laboratorium yang beredar memicu perhatian dan pertanyaan dari konsumen.
Manajemen Beeru Indonesia juga menyampaikan permohonan maaf atas keresahan yang muncul. Perusahaan menyebut tengah melakukan penelusuran internal dan berkoordinasi dengan pihak manufaktur yang memproduksi produk tersebut.
"Perlu kami sampaikan bahwa Beeru Stevia diproduksi melalui kerja sama dengan mitra manufaktur yang menangani formulasi, pengadaan bahan baku, dan proses produksi. Saat ini, kami sedang berkoordinasi dengan pihak manufaktur dan melakukan verifikasi lebih lanjut," tulis manajemen Beeru Indonesia dalam pernyataan resminya, Kamis (29/10/2026).
(hsy/hsy)