Lapangan Stadion GBK Lagi Direnovasi, Ganti Rumput Akhir Januari 2027
Jakarta, CNBC Indonesia - Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK) sedang melakukan renovasi atau pengembangan Field of Play (FOP) Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Proyek tersebut dilakukan untuk memperkuat struktur lapangan agar dapat digunakan untuk berbagai kegiatan, mulai dari pertandingan sepak bola hingga konser musik berskala internasional.
Pengembangan tersebut tentu membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Lantas, berapa biaya yang dikeluarkan pengelola GBK dan dari mana sumber pendanaannya?
Direktur Pembangunan dan Pengembangan Usaha PPKGBK Mokhamad Rofik Anwar menjelaskan, GBK dikelola dengan skema Badan Layanan Umum (BLU). Dengan demikian, pengelola memiliki sumber pendapatan dari kegiatan yang diselenggarakan di kawasan GBK. Rofik menyebut anggaran untuk pengembangan lapangan Stadion Utama GBK mencapai sekitar Rp10 miliar.
"Kalau ditanya berapa nilainya, berapa ya, cukup besar, kurang lebih sekitar Rp10 miliaran," ujar Rofik dalam konferensi pers di kawasan SUGBK, Jumat (30/10/2026).
Ia kemudian menyinggung pendapatan dari penyelenggaraan konser musik berskala besar di GBK. Ia bilang, pendapatan dari sekitar dua konser besar dapat menjadi gambaran kemampuan pendanaan pengelola untuk membiayai proyek tersebut.
Meski demikian, jumlah kegiatan yang dibutuhkan untuk menghasilkan pendapatan tersebut dapat berbeda, bergantung pada penerimaan dari masing-masing acara.
Direktur Utama PPKGBK Rakhmadi Afif Kusumo mengatakan, pengembangan lapangan dilakukan untuk meningkatkan kemampuan stadion dalam mengakomodasi berbagai kegiatan internasional sekaligus mempercepat proses pemulihan lapangan setelah digunakan. Menurutnya, penyelenggaraan konser berskala besar juga memberikan dampak ekonomi positif bagi sejumlah sektor, mulai dari makanan dan minuman, transportasi, hingga akomodasi.
"Ke depannya, harapannya kita lakukan perbaikan agar memperkuat struktur terutama di area tengah. Ke depan Indonesia bisa menampung konser yang lebih besar lagi dan juga recovery yang lebih cepat," ujar Rakhmadi.
Penguatan struktur tersebut terutama dilakukan di bagian tengah lapangan yang kerap digunakan untuk mendirikan panggung konser berukuran besar. Kepala Divisi Pembangunan dan Pemeliharaan PPKGBK David Prastyan menjelaskan, pengembangan kali ini tidak hanya berfokus pada penggantian rumput, tetapi juga memperkuat lapisan tanah di bawahnya.
David bilang, penguatan fondasi diperlukan untuk memastikan permukaan lapangan tetap stabil dan rata, baik ketika digunakan untuk pertandingan sepak bola maupun kegiatan nonolahraga. Ia menjelaskan, permukaan lapangan yang tidak rata dapat mempengaruhi permainan dan meningkatkan risiko pemain mengalami cedera.
Selain memperkuat fondasi, pengelola juga menyiapkan peralatan pemeliharaan rumput yang lebih modern. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan lapangan setelah digunakan untuk konser musik atau kegiatan besar lainnya.
Adapun pekerjaan konstruksi penguatan lapangan ditargetkan selesai pada 30 November 2026. Setelah itu, pengelola akan melakukan penataan media tanam dan perataan permukaan lapangan sebelum penggantian rumput baru pada akhir Januari 2027.