Youthology Ungkap Peluang Cerah Industri Estetika Medis di RI
Jakarta, CNBC Indonesia - Head of Doctor Youthology Aesthetic Clinic David Leonard menyebut industri kecantikan dan estetika di Indonesia memiliki pertumbuhan yang pesat. Menurut dia hal ini dipengaruhi oleh tren dari luar negeri seperti Korea Selatan dan China.
Dia menjelaskan tren tersebut mendorong paradigma pasien klinik kecantikan dan estetika menjadi kebutuhan.
"Yang tadinya mungkin sekadar perawatan biasa, sekarang gen Z, perempuan yang usia lebih muda pun mulai memperhatikan, termasuk juga kaum pria. Jadi mungkin bukan tren sesaat lagi, tetapi mungkin suatu kebutuhan," ungkap dia dalam dalam Road to CNBC Indonesia Awards 2026 'Best Beauty and Clinic', Rabu (28/10/2026).
Tak hanya itu, tren kecantikan dan estetika juga mengalami pergeseran dari sebelumnya terfokus pada corrective ke arah ke arah preventive medicine dan wellness.
"Jadi wanita kan maunya lebih v-shape, hidungnya lebih mancung, dagu lebih bagus. Sekarang tetap ada. Tetapi permintaan mereka lebih kompleks, karena sifatnya preventif jadi mau memberikan kesehatan kulit yang lebih long lasting, down time-nya lebih minimal," jelas David.
Untuk itu, tindakan preventif medicine lebih banyak diminati dibandingkan tindakan lain. "Jadi mulai pemberian collagen stimulator, salmon DNA itu booming banget. Jadi kita berusaha menghadirkan treatment yang lebih long lasting," papar dia.
Meski tren dan peluang mengalami pergeseran, klinik kecantikan dan estetika perlu membangun standarnya. Hal ini dilakukan untuk mempertahankan bisnis secara jangka panjang.
Pertama adalah sumber daya manusia di mana dokter dapat bekerja secara profesional dan memperbaharui ilmu dan pengetahuannya.
"Kedua produk dan treatment. Kita harus menggunakan produk yang betul-betul aman untuk pasien kita. Legalitasnya harus diperhatikan. Kan peraturannya sudah jelas," lanjut dia.
Terakhir adalah kenyamanan dari pasien. Menurut dia pasien harus merasa mendapatkan tindakan oleh dokter yang tepat dan kompeten.
"Mungkin tren, teknologi akan berubah terus, tapi kita sebagai dokter, profesional memilik treatment yang objektif. Itu fondasi klinik untuk bisa sustain jangka panjang," pungkas David.
(rah/rah)