Tak Mau Cebok Pakai Tisu, Mamdani Pasang Bidet di Rumah Dinas

Tim Redaksi,  CNBC Indonesia
28 October 2026 14:20
New York City Mayor Zohran Mamdani prays during Eid al-Adha prayers in the Bronx Borough of New York City, U.S., May 27, 2026. REUTERS/Adam Gray     TPX IMAGES OF THE DAY
Foto: REUTERS/Adam Gray

Jakarta, CNBC Indonesia - Walikota New York Zohran Mamdani dilaporkan telah memasang bidet di semua toilet di Gracie Mansion, rumah dinas yang dia tempati. Bidet adalah perangkat sanitasi yang mengalirkan air bersih dan digunakan untuk membersihkan area intim usai buang hajat.

Bidet bukanlah hal yang umum dijumpai di Amerika Serikat karena mayoritas warganya biasa membersihkan area genital mereka hanya dengan tisu. Namun, Mamadani, Walikota New York pertama yang beragam Islam, datang dari komunitas yang menekankan kebersihan diri setelah buang air demi menjaga kesucian fisik sebelum beribadah.

Keberadaan bidet di rumah dinas Mamdani pertama kali diungkap Katherine Brezler, seorang pejabat di New York, saat menghadiri resepsi budaya Eropa Timur pada Kamis (22/10) malam. 

"Hai, saya dapat memastikan bahwa ada bidet di Gracie Mansion," kata Brezler sambil merekam dirinya sendiri dalam sebuah video yang kemudian diunggah ke media sosial. 

New York Times menyebut keberadaan bidet tersebut sebagai sebuah pemenuhan janji. Sehari setelah resmi pindah ke Graice Mansion pada Januari lalu, Mamdani menyebut bahwa ia ingin mengganti tisu dengan bidet. 

Kantor walikota memastikan bahwa Mamdani membayar sendiri biaya pemasangannya.

Meski bukan hal yang umum ditemui, laporan industri menyebut bahwa semakin banyak orang Amerika yang memasang bidet di rumahnya. Pasar bidet AS diproyeksikan tumbuh 30 persen pada tahun 2024 hingga 2029.

Brezler, yang memposting video di Gracie Mansion, juga mengaku memiliki bidet di rumah. Dia mengatakan bahwa warga New York juga harus menggunakan toilet, terutama jika hal itu bisa mengurangi penggunaan tisu.

"Tisu adalah hal terburuk bagi selokan dan pipa ledeng kita dan bisa menyebabkan kerusakan jutaan dolar," katanya. 

(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Darurat Sampah, Tokyo Pertimbangkan Sanksi Denda Hingga Rp 54 Juta


Most Popular
Features