Modus Penipuan Baru: Korban Disuruh Beli Emas dan Simpan di Hutan
Jakarta, CNBC Indonesia - Modus penipuan investasi yang tidak biasa tengah menjadi perhatian di Norwegia. Sejumlah warga dilaporkan menjadi korban setelah dibujuk membeli emas dan menyembunyikannya di tengah hutan dengan janji bahwa aset tersebut akan tetap aman sekaligus meningkat nilainya. Bukannya dapat keuntungan, emas yang ditinggalkan para korban justru raib dicuri oleh pelaku penipuan.
Melansir Times of India, Senin (26/10/2026), modus tersebut telah memicu peringatan dari Finans Norge, organisasi yang mewakili industri jasa keuangan Norwegia. Menurut organisasi tersebut, sejumlah nasabah bank telah menghabiskan uang dalam jumlah besar untuk membeli emas setelah mengikuti instruksi dari orang-orang yang mereka percayai. Namun, emas yang disimpan di lokasi yang telah ditentukan akhirnya hilang.
Penipuan bermula ketika pelaku menawarkan peluang investasi kepada calon korban. Mereka kemudian membujuk korban membeli emas sebagai bentuk investasi yang dianggap aman.
Setelah emas dibeli, korban diminta membawanya ke suatu lokasi di kawasan hutan dan meninggalkannya di sana. Pelaku meyakinkan bahwa emas tersebut akan dijaga oleh pihak lain sembari menunggu kenaikan nilainya.
Namun, janji perlindungan itu ternyata hanya jebakan. Begitu emas ditinggalkan, pelaku mengambilnya dan korban mengalami kerugian finansial.
Direktur Operasi Antipenipuan Finans Norge, Gry Nergård mengatakan, kasus pertama dengan modus tersebut diketahui terjadi pada musim semi tahun ini. Sejak saat itu, laporan kasus serupa muncul di Oslo dan sejumlah kota sekitarnya, serta Bergen yang berada di pesisir barat Norwegia.
Hingga kini, Finans Norge belum mengungkapkan jumlah kerugian yang dialami para korban dalam kasus penipuan emas tersebut. Meski demikian, modus yang mengharuskan korban membeli emas secara fisik dan meninggalkannya di hutan dinilai sebagai bentuk penipuan investasi yang tidak lazim.
Kerugian Akibat Penipuan Capai Rp1,6 Triliun
Kasus penipuan emas ini merupakan salah satu dari tiga jenis penipuan yang saat ini menjadi perhatian bank-bank di Norwegia. Berdasarkan data Finans Norge, bank dan nasabah di negara tersebut mengalami kerugian gabungan sebesar 962 juta kroner Norwegia atau sekitar US$100 juta akibat penipuan keuangan sepanjang tahun lalu.
Jika dikonversikan dengan asumsi kurs Rp16.000 per dolar AS, nilainya setara sekitar Rp1,6 triliun. Di sisi lain, bank-bank Norwegia berhasil mencegah upaya penipuan dengan nilai lebih dari 3,5 miliar kroner selama periode yang sama.
Besarnya potensi kerugian tersebut mendorong lembaga keuangan meningkatkan upaya edukasi kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap permintaan transaksi mencurigakan maupun tawaran investasi yang terdengar terlalu menguntungkan.
Untuk menghadapi meningkatnya ancaman penipuan, Finans Norge bersama bank-bank di Norwegia meluncurkan kampanye kesadaran publik bertajuk "NO WAY - you won't fool me". Kampanye tersebut bertujuan membantu masyarakat mengenali berbagai taktik penipuan, mempertimbangkan keputusan keuangan secara lebih hati-hati, serta menghindari tawaran investasi yang menyesatkan.
Masyarakat juga diingatkan agar tidak mudah percaya ketika seseorang meminta mereka memindahkan uang atau membeli aset berharga sebagai bagian dari skema investasi yang tidak biasa. Sebelum menyerahkan uang maupun barang berharga, masyarakat disarankan untuk selalu memeriksa identitas dan kredibilitas pihak yang menawarkan investasi.
Emas memang selama ini dikenal sebagai salah satu instrumen untuk menyimpan kekayaan. Namun, bukan berarti setiap tawaran investasi emas dapat dipercaya.
(hsy/hsy)