MotoGP Australia Tiba-Tiba Batal, Ini Penyebabnya

Fergi Nadira, CNBC Indonesia
Senin, 26/10/2026 08:25 WIB
Foto: Balapan MotoGP Australia 2026 batal digelar karena hujan dan kabut yang membuat helikopter medis tidak bisa beroperasi. (REUTERS/Asanka Brendon Ratnayake)

Jakarta, CNBC Indonesia - Balapan MotoGP Australia 2026 di Sirkuit Phillip Island resmi dibatalkan akibat hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut pada Minggu (25/10/2026). Pembatalan ini sekaligus menggagalkan momen perpisahan MotoGP dengan salah satu sirkuit paling ikonik dalam sejarah kejuaraan dunia balap motor.

Balapan yang semula dijadwalkan berlangsung pada Minggu sempat ditunda selama dua jam akibat cuaca buruk. Namun, penyelenggara akhirnya memutuskan membatalkan balapan pada pukul 15.40 waktu setempat karena jarak pandang yang terbatas.

Kondisi tersebut dinilai membahayakan keselamatan pembalap, terutama karena mengganggu operasional helikopter medis yang diperlukan dalam situasi darurat.


"Karena jarak pandang yang terbatas memengaruhi operasional helikopter medis, balapan MotoGP Grand Prix dibatalkan," demikian pernyataan resmi MotoGP dikutip dari Aljazeera, Senin (26/10/2026).

Sebelumnya, balapan kelas Moto2 dan Moto3 juga telah dibatalkan akibat kondisi cuaca yang sama. Keputusan tersebut menjadi pukulan bagi para penggemar yang telah memadati Phillip Island.

Terlebih, seluruh tiket balapan telah terjual habis untuk menyaksikan penampilan terakhir MotoGP di sirkuit tersebut sebelum ajang balap motor bergengsi itu dipindahkan ke sirkuit jalan raya Adelaide mulai tahun depan. Phillip Island sendiri telah menjadi bagian dari kalender kejuaraan dunia selama sekitar 30 tahun, kecuali pada dua musim ketika balapan dibatalkan akibat pandemi Covid-19.

Sirkuit yang terletak di kawasan pesisir selatan Melbourne itu juga menyimpan sejumlah momen bersejarah bagi dunia balap motor Australia. Legenda MotoGP Australia, Casey Stoner, misalnya, pernah mencatatkan enam kemenangan beruntun di Phillip Island pada periode 2007 hingga 2012. Sementara itu, Mick Doohan memastikan gelar juara dunia kelima sekaligus terakhirnya melalui kemenangan pada balapan 1998.

Pembalap Tetap Sapa Penggemar

Meski balapan dibatalkan, para pembalap MotoGP tetap memberikan penghormatan terakhir kepada penggemar yang bertahan di tengah guyuran hujan. Mereka melakukan satu putaran mengelilingi sirkuit di belakang mobil keselamatan atau safety car, sebelum berhenti di lintasan lurus utama untuk menyapa penonton.

Pembalap tuan rumah Jack Miller bahkan berusaha menghibur para penggemarnya dengan melakukan sejumlah aksi, termasuk mengangkat roda depan motor sambil berdiri ketika melintasi garis finis. Miller kemudian menghampiri tribun penonton dan melemparkan sarung tangan serta sepatu balapnya kepada para penggemar.

Meski demikian, pembalap Pramac Racing tersebut mengaku kecewa karena tidak dapat menjalani balapan terakhirnya di Phillip Island.

"Ini adalah kenyataan yang sulit diterima," ujar Miller.

Pembalap berusia 31 tahun itu mengaku sebenarnya berharap hujan turun sepanjang akhir pekan karena dirinya dikenal memiliki kemampuan yang baik saat membalap di lintasan basah.

"Saya berdoa agar hujan turun sepanjang akhir pekan. Hujan akhirnya datang, tetapi jelas kami tidak cukup siap untuk menggelar balapan. Jadi, ini sangat mengecewakan," katanya.

"Kalian pantas mendapatkan yang lebih baik. Sejujurnya, kalian semua luar biasa karena sudah datang ke Phillip Island," tambahnya.

Miller sendiri dijadwalkan meninggalkan MotoGP pada akhir musim ini setelah lebih dari satu dekade berkompetisi. Ia akan melanjutkan karier bersama Pata Maxus Yamaha di ajang World Superbike Championship.

Hujan sebenarnya telah diperkirakan mengguyur Phillip Island sepanjang akhir pekan. Namun, penyelenggara tidak menerapkan strategi seperti pada 2023, ketika balapan utama dimajukan ke Sabtu dan sprint dijadwalkan berlangsung pada Minggu. Saat itu, balapan sprint akhirnya tetap dibatalkan akibat cuaca buruk.

Persaingan Gelar Juara Dunia Ikut Terdampak

Pembatalan MotoGP Australia juga berdampak terhadap persaingan perebutan gelar juara dunia musim ini antara Marc Marquez dan Jorge Martin. Marquez, yang telah mengoleksi tujuh gelar juara dunia MotoGP, kehilangan kesempatan memperlebar keunggulannya di klasemen sementara.

Sementara itu, Martin sebelumnya dinyatakan tidak dapat mengikuti balapan utama setelah mengalami patah tulang pergelangan tangan akibat kecelakaan. Pembalap Aprilia tersebut datang ke Phillip Island sebagai pemimpin klasemen.

Namun, kecelakaan parah yang membuatnya gagal menyelesaikan balapan sprint pada Sabtu menyebabkan posisinya turun menjadi 10 poin di belakang Marquez. Pembatalan balapan utama pada Minggu membuat selisih poin kedua pembalap tidak berubah.

Di sisi lain, tim Aprilia menyampaikan bahwa Martin tidak akan kembali ke Spanyol untuk menjalani perawatan medis. Keputusan tersebut membuka peluang bagi juara dunia MotoGP 2024 itu untuk kembali tampil pada Grand Prix Malaysia pekan depan sekaligus menjaga peluangnya dalam persaingan perebutan gelar juara dunia musim 2026.


(hsy/hsy)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Jorge Martin Pimpin Klasemen Sementara MotoGP