Starbucks Kelahi Lagi dengan Orang Korea, Begini Kronologinya
Jakarta, CNBC Indonesia - Starbucks kembali terseret kontroversi yang melibatkan pelanggan asal Korea Selatan, kali ini terjadi di Hong Kong. Seorang pelanggan bermarga Kim mendapati namanya diubah menjadi "Kimchi" pada gelas kopi yang dipesannya di gerai Starbucks Bandara Internasional Hong Kong.
Insiden itu terjadi pada malam 11 Oktober, ketika Kim, 38 tahun, hendak terbang ke Seoul bersama istrinya. Saat itu, Kim mengaku melihat dua staf saling tersenyum sambil menatap layar monitor ketika pesanannya dipanggil.
"Kami tidak terlalu memikirkannya saat itu, mengira mereka mungkin tersenyum karena hal lain," ujarnya, seperti dikutip The Korea Herald, Sabtu (24/10/2026).
Kim baru menyadari perubahan nama tersebut saat menunggu keberangkatan. Ia kemudian kembali ke gerai Starbucks di area keberangkatan sisi barat, dekat Gerbang 61, untuk meminta penjelasan. Pegawai yang melayani pesanannya meminta maaf dan mengaku salah memasukkan nama tanpa bermaksud menyinggungnya.
Namun, Kim merasa penjelasan itu belum memuaskan. Ia kemudian berbicara dengan penyelia giliran kerja bermarga Yu, yang menunjukkan layar kasir dan menjelaskan bahwa staf awalnya memasukkan nama "Kim", tetapi secara tidak sengaja memilih "Kimchi" dari daftar pilihan. Menurut Kim, penyelia tersebut juga menyebut tindakan itu sebagai sesuatu yang "tidak sopan".
Kim mempertanyakan klaim bahwa kesalahan itu terjadi tanpa sengaja karena, menurutnya, perubahan nama tersebut tampak memerlukan langkah tambahan dalam sistem. Ia juga meminta permohonan maaf dan penjelasan mengenai langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang, tetapi mengaku tidak menerima tanggapan lebih lanjut.
Enam hari setelah media tersebut mengirimkan pertanyaan mengenai insiden itu, Starbucks Hong Kong akhirnya menyampaikan permohonan maaf melalui pernyataan tertulis pada Selasa.
"Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada pelanggan atas tekanan dan kekhawatiran yang ditimbulkan," kata perusahaan tersebut.
Starbucks Hong Kong menegaskan tidak menoleransi diskriminasi maupun perilaku tidak sopan. Perusahaan menyatakan telah menghubungi Kim untuk menyampaikan permohonan maaf secara langsung dan akan memperkuat pelatihan internal untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
(dce)