4 Agensi K-Pop Terbesar Tolak Daftarkan Artis ke Grammy, Ada Apa?

Fergi Nadira, CNBC Indonesia
Jumat, 23/10/2026 16:30 WIB
Foto: BTS menampilkan "Butter" di Grammy Awards Tahunan ke-64 pada hari Minggu, 3 April 2022, di Las Vegas. (Foto AP/Chris Pizzello)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ajang penghargaan musik bergengsi Grammy Awards 2027 menghadapi kontroversi menjelang debut kategori baru Best Asian Pop Music Performance. Empat agensi hiburan terbesar Korea Selatan dilaporkan tidak mendaftarkan artis mereka untuk bersaing dalam kategori khusus musik pop Asia tersebut.

Keempat perusahaan itu adalah HYBE, SM Entertainment, JYP Entertainment, dan YG Entertainment. Keputusan tersebut memperluas perdebatan mengenai apakah kategori baru Grammy benar-benar memberikan pengakuan lebih besar bagi musisi Asia atau justru memisahkan mereka dari persaingan musik pop arus utama.

Melansir The Korea Herald, Jumat (23/10/2026), ketidakhadiran para artis dari empat agensi besar tersebut menambah perhatian terhadap kritik yang sebelumnya disampaikan BTS mengenai pengelompokan musik berdasarkan wilayah dan bahasa.

Kategori Best Asian Pop Music Performance dijadwalkan pertama kali diperkenalkan dalam Grammy Awards pada Februari 2027. Penghargaan ini ditujukan bagi rekaman musik pop yang menggunakan setidaknya satu bahasa Asia secara bermakna.

Ketika diumumkan pada Juni lalu, kategori tersebut sempat disambut positif karena dinilai dapat membuka peluang lebih besar bagi musisi Asia untuk memperoleh pengakuan internasional.

Namun, sebagian pihak mengkhawatirkan bahwa kategori tersebut justru berpotensi membuat K-pop dan musik Asia lainnya terpisah dari kategori pop utama Grammy yang telah lama ada.

BTS menjadi salah satu grup yang pertama kali menyuarakan kekhawatiran tersebut. Pada Juli lalu, grup beranggotakan tujuh orang itu mengumumkan tidak akan mengajukan karya mereka untuk dipertimbangkan dalam Grammy Awards 2027.

BTS menyampaikan harapan agar musik dapat didengar dan dicintai sebagaimana adanya, tanpa harus dibedakan berdasarkan wilayah maupun bahasa.

Langkah serupa kemudian diambil Stray Kids. Pada awal Oktober, JYP Entertainment mengonfirmasi bahwa grup tersebut tidak mendaftarkan karya sebelum batas akhir pengajuan pada 21 Agustus.

Meski demikian, JYP tidak menjelaskan apakah keputusan Stray Kids secara langsung berkaitan dengan kontroversi kategori pop Asia.

Sejumlah media lokal Korea Selatan juga melaporkan bahwa grup seperti TWICE dan aespa, serta artis di bawah naungan YG Entertainment, tidak mengajukan karya mereka untuk kategori tersebut.

Kendati demikian, keputusan empat agensi besar itu tidak serta-merta dapat dianggap sebagai aksi boikot yang terkoordinasi.

Pengamat musik Lim Hee-yun sebelumnya menilai absennya sejumlah nama besar K-pop berpotensi memengaruhi persepsi publik terhadap kategori baru Grammy.

Menurutnya, kategori tersebut tetap dapat membangun kredibilitas melalui musisi yang berpartisipasi. Namun, keputusan salah satu artis Asia paling dikenal secara internasional untuk tidak bersaing karena tidak sepakat dengan konsep kategori tersebut akan menjadi bagian dari penilaian publik terhadap penghargaan itu.

Grammy Tetap Lanjutkan Kategori Pop Asia

Terlepas dari kritik yang muncul, Recording Academy selaku penyelenggara Grammy Awards memutuskan untuk tetap melanjutkan kategori Best Asian Pop Music Performance.

Setelah menerima kritik dari sebagian pelaku industri musik Asia, Recording Academy mengadakan diskusi dengan sejumlah profesional musik di kawasan tersebut untuk mempertimbangkan kemungkinan perubahan.

CEO Recording Academy Harvey Mason Jr. mengatakan pada awal Oktober bahwa dukungan dari para kreator musik Asia terhadap penghargaan tersebut pada akhirnya lebih besar dibandingkan penolakan yang muncul. Menurut laporan Billboard, kategori Best Asian Pop Music Performance telah menerima 116 pengajuan karya.

Jumlah tersebut jauh lebih sedikit dibandingkan kategori baru lainnya, Best Latin Song, yang menerima 519 pengajuan. Meski demikian, identitas seluruh musisi yang mendaftarkan karya mereka ke kategori pop Asia belum diketahui secara pasti.

Sejumlah situs prediksi Grammy menyebut nama musisi Jepang seperti Kenshi Yonezu, Yoshiki, AKB48, Hikaru Utada, dan YOASOBI sebagai kandidat yang kemungkinan mengajukan karya.

Sementara dari industri K-pop, nama IVE, KiiiKiii, dan FIFTY FIFTY juga disebut-sebut berpotensi masuk dalam persaingan. Di sisi lain, ENHYPEN dan KATSEYE dikabarkan mengajukan karya untuk kategori Grammy yang sudah ada, seperti Best Pop Duo/Group Performance, alih-alih kategori khusus pop Asia.

Perdebatan di Kalangan Penggemar K-Pop

Kontroversi kategori baru Grammy juga memunculkan perbedaan pandangan di kalangan penggemar K-pop. Sebagian penggemar mengkritik artis K-pop yang dilaporkan tetap mengikuti kategori tersebut karena dianggap mendukung pemisahan musik Asia dari kategori pop utama.

Namun, sebagian lainnya menilai musisi yang lebih kecil atau baru merintis karier tidak seharusnya kehilangan kesempatan memperoleh pengakuan Grammy hanya karena sejumlah artis besar memilih tidak berpartisipasi.

Perbedaan pandangan tersebut menunjukkan bahwa kehadiran kategori khusus musik Asia masih menjadi perdebatan, terutama mengenai bagaimana musisi dari kawasan tersebut seharusnya mendapat tempat dalam industri musik global.

Adapun nominasi Grammy Awards ke-69 dijadwalkan diumumkan pada 16 November 2026.



(hsy/hsy)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Inovasi Minuman Bernutrisi Dukung Tren Hidup Sehat Warga +62