Update 15 Maskapai Batalkan Penerbangan ke Arab, Bandara Masih Tutup

Fergi Nadira, CNBC Indonesia
Jumat, 16/10/2026 16:35 WIB
Foto: Ilustrasi penumpang pesawat. (Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bandara Internasional King Khalid di Riyadh masih ditutup hingga Jumat (16/10/2026). Berdasarkan jadwal terbaru, bandara tersebut diperkirakan tetap ditutup hingga Sabtu (17/10) pukul 21.00 GMT atau Minggu (18/10) pukul 00.00 waktu Arab Saudi.

Namun, otoritas Arab Saudi belum memastikan kapan operasional penerbangan di bandara tersebut dapat kembali normal.

Melansir Gulf News, Jumat (16/10/2026), gangguan penerbangan ini terjadi setelah serangkaian serangan terhadap fasilitas penerbangan Arab Saudi. Koalisi pimpinan Saudi mengungkapkan bahwa Bandara Riyadh telah menjadi sasaran serangan Houthi sebanyak 20 kali sepanjang Oktober. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan 17 orang dan melukai 333 lainnya.


Berdasarkan data terbaru perusahaan analisis penerbangan Cirium, sebanyak 3.129 dari total 7.705 jadwal keberangkatan dari bandara-bandara Arab Saudi pada periode 8 hingga 14 Oktober dibatalkan atau tercatat tidak beroperasi.

Jumlah tersebut setara dengan 40,61% dari keseluruhan jadwal penerbangan. Namun, data yang dihimpun hingga 13 Oktober pukul 20.00 waktu Arab Saudi itu belum merupakan angka final untuk seluruh periode pelaporan.

Pada 12 Oktober, sebanyak 632 dari 1.048 penerbangan terjadwal terdampak gangguan. Sementara pada 13 Oktober, jumlahnya mencapai 556 dari 1.058 penerbangan.

Gangguan ini memengaruhi maskapai domestik maupun internasional, termasuk penerbangan yang menghubungkan Arab Saudi dengan Uni Emirat Arab (UEA).

Sejumlah maskapai telah mengumumkan pembatalan dan penangguhan penerbangan menuju berbagai kota di Arab Saudi. Berikut daftar terbaru berdasarkan laporan Gulf News:

1. Emirates

Maskapai Emirates mengalami gangguan penerbangan pada sejumlah rute yang menghubungkan Dubai dengan Riyadh, Jeddah, dan Dammam. Beberapa penerbangan Dubai-Riyadh yang sebelumnya dibatalkan antara lain EK815, EK817, dan EK819, beserta penerbangan kembali EK816, EK818, dan EK820.

Sementara itu, penerbangan Dubai-Jeddah dengan nomor EK801, EK803, dan EK805 juga sempat terdampak. Berdasarkan informasi pelacakan penerbangan, layanan EK803 dari Dubai menuju Jeddah tercatat dibatalkan pada Jumat (16/10). Penerbangan EK821 dari Dubai menuju Dammam juga tercatat dibatalkan pada tanggal yang sama.

2. Etihad Airways

Etihad Airways memperpanjang pembatalan sejumlah penerbangan dari Abu Dhabi menuju Arab Saudi. Seluruh penerbangan Abu Dhabi-Riyadh dan Abu Dhabi-Dammam dibatalkan hingga Minggu (18/10).

Untuk rute Jeddah, penerbangan EY601 dan EY602 dibatalkan hingga 18 Oktober. Sementara penerbangan EY603 dan EY604 dibatalkan hingga Senin (19/10).

3. flydubai

Maskapai flydubai memperpanjang penghentian penerbangan menuju Riyadh, Dammam, dan Abha hingga Senin (19/10). Beberapa penerbangan yang terdampak sebelumnya mencakup FZ841, FZ847, dan FZ855 pada rute Dubai-Riyadh, termasuk penerbangan kembali.

Meski demikian, tidak seluruh jaringan penerbangan flydubai menuju Arab Saudi dihentikan. Sejumlah layanan menuju Jeddah, Madinah, dan Tabuk masih tercantum dalam jadwal penerbangan.

4. Air Arabia

Air Arabia juga mengalami gangguan penerbangan dari Sharjah menuju sejumlah kota di Arab Saudi, termasuk Riyadh, Abha, Dammam, dan Taif. Sejumlah nomor penerbangan yang terdampak sepanjang pekan ini antara lain G9151, G9154, G9152, G9155, G9195, G9196, G9160, G9161, G9187, dan G9188.

Namun, tidak semua penerbangan tersebut dipastikan batal pada Jumat (16/10). Penumpang diminta memeriksa status penerbangan masing-masing melalui kanal resmi maskapai.

5. Qatar Airways

Qatar Airways menghentikan sementara penerbangan dari dan menuju Riyadh serta Dammam akibat situasi keamanan kawasan. Hingga pembaruan terbaru, maskapai tersebut belum mengumumkan tanggal pasti dimulainya kembali layanan untuk kedua rute tersebut.

Maskapai Internasional Juga Terdampak

Selain maskapai kawasan Teluk, sejumlah maskapai internasional turut memperpanjang pembatalan maupun menunda pembukaan layanan menuju Arab Saudi. Berikut daftar maskapai dan jadwal penangguhan berdasarkan informasi terbaru yang dihimpun Gulf News dari laporan Reuters:

  1. Air France-KLM: Penerbangan menuju Riyadh ditangguhkan hingga akhir Oktober 2026.
  2. Air India: Penerbangan dari dan menuju Riyadh, Dammam, serta Jeddah dihentikan hingga 17 Oktober.
  3. Akasa Air: Penerbangan menuju Riyadh dan Jeddah dihentikan hingga 17 Oktober.
  4. IndiGo: Penerbangan dari dan menuju Riyadh, Jeddah, Dammam, serta Madinah dibatalkan hingga 17 Oktober.
  5. Gulf Air: Penerbangan Bahrain-Riyadh dibatalkan hingga 17 Oktober.
  6. Lufthansa Group: Penerbangan menuju Riyadh dibatalkan hingga 16 Oktober, tanpa konfirmasi perpanjangan dalam pembaruan terakhir.
  7. Malaysia Airlines: Penerbangan menuju Jeddah dan Madinah dibatalkan hingga 17 Oktober.
  8. Philippine Airlines: Penerbangan menuju Riyadh ditangguhkan hingga 29 November 2026.
  9. Cathay Pacific: Rencana pembukaan kembali penerbangan Hong Kong-Riyadh dan Hong Kong-Dubai ditunda hingga 31 Januari 2027.
  10. Delta Air Lines: Peluncuran layanan penerbangan Atlanta-Riyadh ditunda hingga Maret 2027.

Jadwal tersebut masih dapat berubah mengikuti perkembangan situasi keamanan di kawasan.

Kapan Bandara Riyadh Dibuka Kembali?

Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi atau General Authority of Civil Aviation (GACA) telah memperpanjang penghentian operasional Bandara Internasional King Khalid. Keputusan tersebut diambil selama otoritas melakukan penilaian terhadap keamanan serta kesiapan fasilitas bandara untuk kembali beroperasi.

Berdasarkan pemberitahuan resmi penerbangan atau Notice to Airmen (NOTAM), penutupan bandara dijadwalkan berlangsung hingga Sabtu (17/10) pukul 21.00 GMT. Namun, batas waktu tersebut bukan merupakan kepastian bandara akan langsung dibuka kembali.

Juru bicara koalisi pimpinan Arab Saudi, Turki Al Maliki, mengatakan pada Kamis (15/10), kelompok Houthi telah melakukan 20 serangan terhadap Bandara Riyadh sepanjang bulan ini. Koalisi juga melaporkan serangan terhadap Bandara Abha yang menyebabkan tiga orang meninggal dunia dan 28 lainnya terluka.

Dewan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) turut mengecam serangan terhadap bandara sipil, pesawat, dan infrastruktur penerbangan Arab Saudi. Situasi keamanan tersebut juga berdampak pada agenda diplomatik internasional.

Pertemuan puncak Uni Eropa dan Dewan Kerja Sama Teluk (EU-GCC Summit) yang semula dijadwalkan berlangsung di Riyadh pada 24 Oktober terpaksa ditunda. Dewan Kerja Sama Teluk menyebut ancaman Houthi yang masih berlangsung serta perpanjangan penutupan Bandara Riyadh sebagai alasan penundaan tersebut.

Di tengah ketidakpastian ini, penumpang yang berencana bepergian menuju Arab Saudi diimbau memeriksa status penerbangan melalui situs resmi maskapai sebelum menuju bandara, termasuk memastikan jadwal penerbangan lanjutan apabila melakukan transit.


(hsy/hsy)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Perkuat Ekosistem Plasma Darah, Investor Dorong Penguatan SDM