6 Asupan Penting Mendukung Tinggi Badan Anak Menurut Ahli Gizi

Tim Redaksi, CNBC Indonesia
Kamis, 15/10/2026 10:45 WIB
Foto: Ilustrasi. (CNBC Indonesia/Muhamad Sabki)
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Memaksimalkan pertumbuhan tinggi badan anak tidak cukup hanya dengan mengandalkan faktor genetik. Asupan gizi yang seimbang, termasuk protein, kalsium, vitamin D, dan nutrisi penting lainnya, turut berperan dalam mendukung pertumbuhan tulang serta mencegah stunting.

Dokter spesialis gizi klinik, dr. Nadhira Afifa, SpGK, menyoroti sejumlah pilihan makanan yang dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi anak selama masa pertumbuhan. Bahan pangan tersebut relatif mudah ditemukan dan dapat menjadi bagian dari menu sehari-hari.

Mulai dari telur, daun kelor, susu sapi, hingga ikan, berikut enam asupan yang bisa dipertimbangkan orang tua untuk mendukung pertumbuhan anak.


1. Telur

Telur merupakan salah satu sumber protein hewani yang praktis, terjangkau, dan mudah diolah menjadi berbagai menu makanan anak.

Dalam materi yang disampaikan dr. Nadhira, konsumsi satu telur setiap hari selama enam bulan disebut dapat menurunkan risiko stunting hingga 47 persen. Namun, angka tersebut perlu dipahami sesuai konteks penelitian yang mendasarinya dan tidak berarti konsumsi telur saja dapat mencegah stunting pada semua anak.

Protein berperan penting dalam pembentukan jaringan tubuh dan mendukung pertumbuhan. Karena itu, telur dapat menjadi salah satu pilihan untuk melengkapi kebutuhan gizi anak, dengan tetap memperhatikan variasi makanan dan kebutuhan sesuai usia.

2. Daun kelor

Daun kelor dikenal sebagai bahan pangan yang mengandung sejumlah nutrisi, termasuk kalsium, zat besi, dan protein. Bahan makanan ini dapat menjadi salah satu variasi sayuran dalam menu keluarga, termasuk untuk anak yang sudah mulai mengonsumsi makanan pendamping ASI.

Selain mudah diolah, daun kelor dapat ditambahkan ke dalam sup, sayur bening, atau makanan rumahan lainnya.

Meski demikian, daun kelor bukan sumber protein hewani, melainkan pangan nabati. Kandungan gizinya dapat membantu melengkapi pola makan anak, tetapi tidak menggantikan kebutuhan protein hewani maupun sumber nutrisi lainnya.

3. Susu sapi murni

Susu sapi mengandung protein dan kalsium yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan serta menjaga kesehatan tulang. Susu juga dapat membantu memenuhi kebutuhan zat gizi harian anak sebagai bagian dari pola makan yang seimbang.

Anak yang rutin mengonsumsi susu disebut dapat memiliki tinggi badan sekitar satu sentimeter lebih tinggi dibandingkan anak yang jarang atau tidak mengonsumsinya. Namun, perbedaan tersebut tidak bisa langsung dianggap sebagai akibat susu semata karena pertumbuhan juga dipengaruhi faktor genetik, pola makan, kesehatan, dan kondisi lingkungan.

Jumlah serta jenis susu yang diberikan perlu disesuaikan dengan usia dan kebutuhan anak. Untuk bayi di bawah satu tahun, susu sapi tidak dianjurkan sebagai minuman utama pengganti ASI atau susu formula bayi. Setelah usia satu tahun, susu dapat menjadi bagian dari pola makan sesuai kebutuhan, tanpa menggantikan makanan bergizi lainnya.

4. Vitamin D

Vitamin D berperan penting dalam membantu tubuh menyerap kalsium, sehingga dibutuhkan untuk pembentukan dan pemeliharaan tulang.

Sekitar satu dari tiga anak di Indonesia mengalami kekurangan vitamin D. Kekurangan vitamin ini dapat mengganggu mineralisasi tulang dan, jika berat, menyebabkan rakitis atau gangguan pertumbuhan tulang.

Studi menunjukkan bahwa kekurangan vitamin D dapat mengurangi pertumbuhan tinggi badan hingga 0,6 sentimeter per tahun.

5. Ikan kembung

Ikan kembung bisa menjadi pilihan lauk bergizi untuk anak karena mengandung protein dan asam lemak omega-3, termasuk DHA. Nutrisi tersebut berperan dalam perkembangan otak dan mendukung fungsi tubuh selama masa pertumbuhan.

Pemenuhan kebutuhan DHA secara rutin selama satu tahun disebut dapat berkaitan dengan perbedaan tinggi badan hingga tiga sentimeter. 

6. Ikan teri nasi

Ikan teri nasi juga dapat menjadi pilihan untuk membantu memenuhi kebutuhan kalsium anak. Terutama jika dikonsumsi bersama tulangnya yang kecil dan lunak, ikan ini dapat menyumbang kalsium dalam menu sehari-hari.

Selain itu, kandungan kalsium ikan teri nasi disebut bisa mencapai 60 kali lebih tinggi dibandingkan salmon dan tuna. Namun, perbandingan tersebut sangat bergantung pada jenis ikan, kondisi pengolahan, apakah tulangnya ikut dikonsumsi, serta ukuran takaran yang dibandingkan.

Orang tua dapat mengolah ikan teri menjadi campuran nasi, sup, atau lauk pendamping. Perhatikan kadar garam karena ikan teri olahan dapat memiliki kandungan natrium yang tinggi.


(hsy/hsy)
Saksikan video di bawah ini:

Bangun Ekosistem Plasma RI: Dari Investasi hingga Dampak bagi Pasien