Daftar Maskapai Hentikan Penerbangan ke Arab Saudi, Sampai Kapan?

Linda Hasibuan, CNBC Indonesia
Rabu, 14/10/2026 09:15 WIB
Foto: Ilustrasi penumpang pesawat. (Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Qatar Airways, Emirates, Etihad, dan AirArabia menangguhkan sementara penerbangan dari dan menuju Riyadh dan Dammam, Arab Saudi, menyusul gangguan operasional penerbangan akibat serangkaian serangan di negara tersebut.

Penangguhan ini terjadi ketika penutupan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh diperpanjang hingga 18 Oktober 2026 dini hari waktu setempat.

Dalam pemberitahuan perjalanan pada Selasa (13/10), Qatar Airways menyatakan terus memantau perkembangan situasi keamanan di Arab Saudi melalui koordinasi dengan otoritas terkait.


"Akibat situasi saat ini, Qatar Airways menangguhkan penerbangan ke kedua tujuan tersebut," demikian pernyataan maskapai yang dikutip Gulf News.

Sementara itu, selain membatalkan penerbangan ke Riyadh dan Dammam, sejumlah penerbangan dari dan menuju Jeddah yang dioperasikan maskapai Etihad juga ikut terdampak mulai 13 Oktober. 

Bandara Riyadh Ditutup hingga 18 Oktober

Penangguhan penerbangan Qatar Airways terjadi setelah otoritas Arab Saudi memperpanjang penutupan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh.

Bandara yang merupakan salah satu pusat penerbangan utama Arab Saudi itu ditutup untuk memungkinkan otoritas menyelesaikan pemeriksaan keamanan serta memastikan fasilitas bandara siap beroperasi kembali.

Berdasarkan pemberitahuan kepada penerbang atau Notice to Airmen (NOTAM), penutupan bandara dijadwalkan berlangsung hingga pukul 21.00 GMT pada 17 Oktober, atau pukul 01.00 waktu setempat pada 18 Oktober 2026.

Keputusan tersebut memicu pembatalan dan penangguhan penerbangan oleh sejumlah maskapai yang melayani Riyadh. Dampaknya tidak hanya dirasakan di Arab Saudi, tetapi juga meluas ke jaringan penerbangan di kawasan Teluk dan sejumlah rute internasional.

Meski demikian, jadwal penutupan tersebut tidak serta-merta menjamin bandara akan kembali beroperasi tepat pada waktu yang ditentukan. Penumpang tetap perlu menunggu pengumuman resmi dari otoritas bandara dan maskapai.

Serangan Picu Gangguan Penerbangan

Rekaman CCTV orang-orang yang mengantre tepat sebelum serangan terjadi (atas), dan orang-orang yang bereaksi di tengah asap pada saat serangan terjadi (bawah), di Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, 10 Oktober 2026. (Saudi Ministry of Media/Handout via REUTERS) Foto: (Saudi Ministry of Media/Handout via REUTERS)

Penutupan bandara Riyadh terjadi setelah serangan pada Sabtu (10/10/2026) yang, menurut laporan Gulf News, menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 300 orang. Serangan lanjutan pada Minggu juga dilaporkan menewaskan satu orang dan melukai hampir selusin lainnya.

Rangkaian serangan tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap keselamatan penerbangan sipil dan memperburuk gangguan perjalanan udara di kawasan Timur Tengah.

Sejumlah maskapai internasional, termasuk operator dari Eropa dan Asia, turut menyesuaikan jadwal penerbangan mereka. Otoritas penerbangan Amerika Serikat juga mengimbau maskapai negaranya agar meningkatkan kewaspadaan ketika terbang menuju atau melintasi wilayah udara Arab Saudi.

Sementara itu, badan keselamatan penerbangan Uni Eropa memperluas peringatannya terkait wilayah udara Arab Saudi dengan mempertimbangkan ancaman serangan rudal dan pesawat nirawak atau drone.


(hsy/hsy)
Saksikan video di bawah ini:

Bangun Ekosistem Plasma RI: Dari Investasi hingga Dampak bagi Pasien