10 Negara dengan Spam Call Paling Banyak, Indonesia Nomor Satu

Fergi Nadira,  CNBC Indonesia
14 October 2026 08:00
ilustrasi spam call
Foto: ilustrasi spam call

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia menempati posisi teratas dalam daftar negara dengan persentase panggilan spam call atau telepon spam tertinggi di kawasan Asia Pasifik. Berdasarkan laporan perusahaan keamanan komunikasi Hiya, sebanyak 89% panggilan dari nomor tidak dikenal di Indonesia teridentifikasi sebagai spam atau panggilan yang berpotensi mengandung penipuan.

Temuan tersebut tercantum dalam laporan Global Call Threat Report Q1 2025 yang dirilis Hiya. Laporan ini menganalisis tren panggilan telepon yang tidak diinginkan di lebih dari 40 negara selama periode Januari hingga Maret 2025.

Indonesia berada di posisi pertama dengan tingkat panggilan spam mencapai 89%, melampaui Hong Kong yang menempati urutan kedua sebesar 70%. Sementara itu, Filipina menyusul di posisi ketiga dengan persentase 55%. Singapura menempati urutan keempat dengan 34%, diikuti Malaysia sebesar 31% dan Australia sebesar 30%.

Dalam laporan tersebut, Hiya mendefinisikan spam sebagai panggilan telepon yang tidak diinginkan, termasuk panggilan penipuan (fraud calls) maupun panggilan yang mengganggu (nuisance calls), seperti telemarketing yang tidak diminta.

Persentase tersebut dihitung berdasarkan panggilan masuk dari nomor yang tidak tersimpan dalam daftar kontak pengguna. Artinya, angka 89% tidak mencerminkan seluruh panggilan telepon yang diterima masyarakat Indonesia, melainkan panggilan dari nomor di luar daftar kontak yang teridentifikasi sebagai spam.

Berikut daftar negara berdasarkan persentase panggilan dari nomor tidak dikenal yang teridentifikasi sebagai spam menurut Hiya pada kuartal pertama 2025, dikutip pada Rabu (14/10/2026):

1. Indonesia: 89%
2. Hong Kong: 70%
3. Filipina: 55%
4. Singapura: 34%
5. Malaysia: 31%
6. Australia: 30%
7. Turki: 19%
8. Thailand: 19%
9. India: 16%
10. Selandia Baru: 7%


Warga RI Rata-rata Terima 16 Panggilan Spam per Bulan

Selain persentase panggilan spam, Hiya juga mengukur rata-rata jumlah panggilan tidak diinginkan yang diterima masyarakat setiap bulan. Hasilnya, Indonesia menempati posisi kedua di kawasan Asia Pasifik dengan rata-rata 16 panggilan spam per orang setiap bulan.

Posisi pertama ditempati Hong Kong dengan rata-rata 21 panggilan spam per orang setiap bulan. Sementara itu, India dan Filipina masing-masing mencatat rata-rata 11 panggilan spam per orang setiap bulan.

Australia dan Turki menyusul dengan lima panggilan, sedangkan Malaysia dan Thailand masing-masing empat panggilan. Singapura mencatat rata-rata tiga panggilan spam per orang setiap bulan, sementara Selandia Baru menjadi yang terendah dalam daftar dengan satu panggilan.

Secara global, Brasil tercatat sebagai negara dengan jumlah panggilan spam per orang terbanyak, yakni rata-rata 28 panggilan setiap bulan.

Hiya juga menemukan ancaman panggilan spam terus meningkat secara global. Sepanjang kuartal pertama 2025, sebanyak 12,5 miliar panggilan di seluruh dunia ditandai sebagai dugaan spam.

Jumlah tersebut meningkat dibandingkan kuartal keempat 2024 yang mencapai 11,3 miliar panggilan. Hiya mencatat rata-rata sekitar 137 juta panggilan per hari ditandai sebagai dugaan spam selama periode tersebut.

Dari seluruh panggilan yang dianalisis secara global, sebanyak 24% tergolong panggilan mengganggu, sedangkan 9% masuk kategori panggilan penipuan. Sisanya, sebesar 67%, merupakan panggilan lainnya.

Laporan tersebut juga menyoroti berkembangnya modus penipuan melalui telepon yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Dalam analisis terpisah terhadap 8.455 panggilan yang memiliki rekaman suara memadai pada sistem pemantauan Hiya, sebanyak 25% ditemukan mengandung audio yang dihasilkan AI.

Dari sebagian panggilan berbasis AI yang dianalisis lebih lanjut, sebanyak 55% teridentifikasi sebagai penipuan. Hiya menyebut teknologi tersebut dapat dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk meniru suara seseorang, membuat percakapan terdengar lebih meyakinkan, hingga menjalankan modus penipuan melalui panggilan telepon.

(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Kalahkan Thailand Via Adu Penalti


Most Popular
Features