Pasien Wajib Tahu, Kanker Hati Bisa Diobati Tanpa Operasi

Teti Purwanti, CNBC Indonesia
Senin, 12/10/2026 15:11 WIB
Foto: dok Istimewa

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketika dokter menemukan sel tumor di hati, pasien dan keluarga tentu memiliki banyak pertanyaan: "Apakah harus operasi? Adakah pilihan pengobatan lainnya?" Jawabannya, dapat berbeda pada setiap pasien. Penanganan perlu disesuaikan dengan melihat jumlah dan lokasi tumor, kondisi hati, serta kondisi pasien secara keseluruhan.

Di tengah berbagai pilihan terapi kanker hati, ada metode yang saat ini belum banyak tersedia di Indonesia, yaitu yaitu radioembolisasi Y-90 atau Selective Internal Radiation Therapy (SIRT) dengan partikel kecil (mikrosfer) yang mengandung zat radioaktif yttrium-90 (Y-90).

Terapi ini merupakan salah satu teknik dalam radiologi intervensi yang dikombinasikan dengan kedokteran nuklir, di mana mikrosfer Y-90 dialirkan melalui pembuluh darah menuju tumor di hati untuk memberikan radiasi secara terarah. Metode ini juga menjadi salah satu pilihan untuk menargetkan tumor di area hati, baik pada kanker yang berasal dari hati maupun kanker lain yang menyebar ke hati. Perencanaan dosis dilakukan secara individual sesuai karakteristik tumor, fungsi hati, serta kondisi pasien.


Hal tersbut disampaikan langsung oleh Prof. Pierce Chow, MBBS (NUS), M.Med (Surg), FRCS (Edinburgh), FAMS (Gen Surg), PhD (NUS), yang tercatat sebagai ahli bedah onkologi, yang berfokus pada kanker hati dan saluran empedu dari Singapura, saat menjadi narasumber dalam Mayapada Power Talk "Advancing End-to-End Digestive Cancer Care". Forum ini mempertemukan para ahli onkologi digestif dengan mitra strategis Mayapada Hospital, untuk membahas perkembangan diagnosis, pentingnya kolaborasi multidisiplin, serta pilihan terapi terkini dalam penanganan kanker, termasuk terapi SIRT dengan mikrosfer Y-90 untuk kanker hati.

Prof. Chow menyampaikan, kemajuan teknik radiologi intervensi memungkinkan pemberian dosis yang lebih aman bagi pasien, sehingga memberikan hasil pengobatan yang lebih baik, termasuk memperpanjang lama hidup pasien secara keseluruhan (overall survival) dan memperpanjang waktu sebelum penyakit memburu (progression-free survival).

"Dari apa yang saya lihat, Mayapada Hospital merupakan rumah sakit yang sangat progresif. Dalam penanganan kanker hati, sebagian besar komponen yang dibutuhkan sudah tersedia, dan dengan hadirnya SIRT dengan mikrosfer Y-90, Mayapada Hospital memiliki spektrum kemampuan yang semakin lengkap," ungkap Prof. Chow dalam keterangan resmi, Senin (12/10/2026).

Lebih lanjut mengenai terapi ini, dr. Pramlim Gunawan, Sp.Rad, Subspesialis Radiologi Intervensi Konsultan di Mayapada Hospital Jakarta Selatan menjelaskan, dalam prosesnya, terapi SIRT dengan mikrosfer Y-90 diawali dengan beberapa tahapan persiapan sebelum pemberian terapi. Salah satunya adalah mapping angiogram yang dikombinasikan dengan radiofarmaka Tc-99m MAA dan SPECT-CT untuk menilai potensi aliran mikrosfer ke paru-paru (lung shunt fraction/LSF) atau saluran cerna (gastrointestinal/GI shunt). Hasil pemeriksaan ini kemudian digunakan untuk menentukan dosis terapi yang dipersonalisasi sesuai kondisi pasien (partition model/BSA model)/.

"Kemudian, angiografi dilakukan untuk memetakan pembuluh darah yang memasok tumor sekaligus memastikan jalur pemberian terapi dapat dilakukan dengan aman. Tahap persiapan ini penting untuk membantu dokter menentukan jalur pemberian terapi dan memastikan mikrosfer dapat diarahkan ke area yang menjadi sasaran secara tepat," lanjut dr. Pramlim.

Perencanaan terapi SIRT dengan mikrosfer Y-90 juga didukung oleh pemeriksaan SPECT Scan. Dokter Lim Andreas, Sp.KN di Mayapada Hospital Jakarta Selatan menjelaskan SPECT Scan berperan sejak persiapan sebelum terapi, membantu menentukan dosis yang sesuai, hingga evaluasi setelah terapi.

"Pemeriksaan ini membantu melihat distribusi zat pelacak di hati dan memastikan penyebarannya sesuai dengan area sasaran, sekaligus mengevaluasi distribusi mikrosfer Y-90 setelah terapi. Dengan demikian, dokter dapat memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh untuk mendukung perencanaan hingga evaluasi terapi," jelas dr. Lim Andreas.

Dalam penanganan kanker digestif, ketepatan diagnosis menjadi langkah penting sebelum menentukan pilihan terapi. Salah satu teknologi yang mendukung proses diagnosis adalah Endoscopic Ultrasound (EUS) atau ultrasonografi endoskopi, yang memungkinkan dokter melihat kelainan pada organ pencernaan, terutama pankreas dan saluran empedu, secara lebih detail.

Dr. dr. C. Rinaldi A. Lesmana, Ph.D., SpPD-KGEH, FACP, FACG, FINASIM dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan menjelaskan, EUS membantu dokter mendeteksi dan mengevaluasi kelainan pada hati dan jaringan di sekitarnya, termasuk membantu pengambilan sampel jaringan apabila diperlukan.

"Hasil pemeriksaan ini menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh untuk menentukan strategi penanganan yang tepat melalui kolaborasi tim multidisiplin," ungkap dr Rinaldi.

Pendekatan ini menjadi bagian dari layanan end-to-end digestive cancer care di Mayapada Hospital, di mana pasien mendapatkan penanganan mulai dari diagnosis hingga pemilihan terapi sesuai kondisi penyakit, termasuk radioembolisasi Y-90 bagi pasien dengan tumor hati yang memenuhi indikasi.

Sebagai salah satu terapi yang belum banyak tersedia di Indonesia, terapi SIRT dengan mikrosfer Y-90 kini menjadi pilihan pengobatan kanker yang melibatkan kolaborasi tim dokter lintas disiplin, mulai dari diagnosis hingga pemantauan dan tindak lanjut, dapat berjalan secara terintegrasi. Pendekatan tersebut sejalan dengan layanan end-to-end digestive cancer care di Oncology Center Mayapada Hospital Jakarta Selatan, mulai dari konsultasi, diagnosis, penentuan terapi, termasuk Y-90 bila sesuai, hingga follow-up care. Layanan didukung fasilitas PET-CT dan SPECT Scan di Poli Kedokteran Nuklir serta tim multidisiplin melalui Tumor Board dan Patient Navigator yang membantu mengoordinasikan proses perawatan.

Konsultasikan kondisi Anda dengan dokter untuk mengetahui pilihan penanganan yang sesuai berdasarkan kondisi masing-masing. Informasi dan pendaftaran dapat dilakukan melalui Call Center 150770, WhatsApp 0817-17-150770, atau aplikasi MyCare.


(dpu/dpu)
Saksikan video di bawah ini:

Bedah Peluang Investasi, Inovasi, & Kemandirian Industri Kesehatan RI