Ayam Kampung Vs Broiler Mana yang Lebih Bergizi?

Khoirul Anam, CNBC Indonesia
Minggu, 11/10/2026 20:30 WIB
Foto: Peternak Ayam Petelur (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ayam kampung selama ini sering dianggap lebih sehat dibandingkan ayam broiler. Selain teksturnya yang lebih padat, ayam kampung kerap dipandang lebih alami karena umumnya dipelihara dengan sistem umbaran.

Lantas, apa yang membedakan keduanya jika dilihat dari kandungan gizi?

Dosen Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan, Fakultas Peternakan IPB University, Shabrina Dyah Wibawanti, menjelaskan bahwa perbedaan yang paling konsisten antara ayam kampung dan broiler justru terdapat pada kandungan lemaknya. Ayam broiler cenderung memiliki kadar lemak lebih tinggi karena dipelihara dengan tujuan pertumbuhan cepat dan didukung pakan berenergi tinggi.


"Perbedaan kandungan lemak antara kedua jenis ayam ini merupakan hasil gabungan dari faktor genetik, formulasi pakan, tingkat aktivitas, dan umur panen," jelas Shabrina dikutip dari ipb.ac.id, Minggu (11/10/2026).

Berbeda dengan broiler, ayam kampung umumnya dipelihara lebih lama dengan sistem umbaran atau free range. Ayam yang lebih banyak bergerak menggunakan energi lebih besar untuk aktivitas fisiknya sehingga cenderung tidak menyimpan lemak sebanyak ayam yang dipelihara secara intensif.

Mana yang Proteinnya Lebih Tinggi?

Shabrina menekankan bahwa ayam kampung tidak otomatis lebih unggul dalam seluruh aspek gizi. Dari sisi protein, kandungan keduanya relatif tidak jauh berbeda.

"Ayam kampung memang dapat memiliki kandungan protein sedikit lebih tinggi, tetapi perbedaannya relatif kecil dan hasil penelitian bervariasi, sehingga secara praktis keduanya dapat dianggap setara sebagai sumber protein", jelasnya.

Anggapan ayam kampung lebih sehat juga berkaitan dengan tekstur dagingnya yang lebih padat. Menurut Shabrina, tekstur tersebut lebih dipengaruhi oleh struktur serat otot dan usia panen, sehingga tidak dapat digunakan sebagai ukuran langsung bahwa daging tersebut memiliki kandungan gizi lebih tinggi.

Shabrina menuturkan, usia panen ayam kampung yang lebih tua membuat ikatan silang kolagen pada dagingnya semakin kuat dibandingkan broiler, sehingga teksturnya terasa lebih padat dan kenyal. Sementara itu, kandungan vitamin, mineral, serta profil asam lemak omega-3 seperti DHA lebih banyak dipengaruhi oleh pakan yang dikonsumsi selama pemeliharaan.

Bagian Ayam dan Cara Pengolahan Ikut Berpengaruh

Shabrina mengatakan, konsumen sebaiknya tidak hanya melihat jenis ayam ketika memilih makanan. Bagian ayam dan cara pengolahan juga berpengaruh terhadap kandungan gizi yang dikonsumsi.

Dada ayam broiler tanpa kulit dapat memiliki kandungan lemak lebih rendah dibandingkan paha ayam kampung dengan kulit. Begitu pula ayam yang digoreng dapat memiliki kandungan lemak lebih tinggi akibat penggunaan minyak.

"Penentuan pilihan ayam berdasarkan kandungan gizi tidak dapat semata-mata didasarkan pada jenis ayam, melainkan perlu mempertimbangkan faktor lainnya," ungkapnya.

Dengan demikian, Shabrina menyimpulkan, ayam kampung atau broiler memiliki karakteristik masing-masing. Jika ingin membatasi asupan lemak, pilih bagian yang rendah lemak seperti dada tanpa kulit dan olah tanpa digoreng, baik dari ayam kampung maupun broiler.


(wur)
Saksikan video di bawah ini:

Video: BGS Mau Rata-rata Usia Hidup Rakyat RI Naik Jadi 76 Tahun


Related Articles