Titanic II Mau Berlayar Lagi, Susuri Rute Kapal Asli yang Tenggelam
Jakarta, CNBC Indonesia - Lebih dari satu abad setelah tragedi Titanic mengguncang dunia, kapal legendaris tersebut direncanakan "kembali" mengarungi Samudra Atlantik. Titanic II, replika modern kapal RMS Titanic, ditargetkan melakukan pelayaran perdananya pada 2027.
Proyek Titanic II digagas miliarder Australia Clive Palmer melalui perusahaan pelayaran Blue Star Line. Dalam rencana yang diumumkan pada 2024, kapal tersebut ditargetkan melakukan pelayaran perdana pada Juni 2027 dengan mengikuti rute yang direncanakan untuk Titanic pada 1912, yakni dari Southampton, Inggris menuju New York, Amerika Serikat.
"Kami sangat senang mengumumkan bahwa setelah penundaan global yang tidak terduga, kami kembali bekerja sama dengan para mitra untuk mewujudkan impian Titanic II. Biarkan perjalanan dimulai," kata Palmer, dikutip dari Blue Star Line, Rabu (7/10/2026).
Titanic II dirancang untuk memberikan pengalaman yang menyerupai kapal Titanic asli. Interior hingga tata letak kabinnya akan dibuat menyerupai kapal yang tenggelam dalam pelayaran perdananya pada April 1912.
Namun, Titanic II tentunya tidak sepenuhnya sama dengan pendahulunya. Kapal baru tersebut dirancang menggunakan prosedur keselamatan modern, teknologi navigasi terbaru, serta teknologi abad ke-21.
Blue Star Line menyebut Titanic II dirancang memiliki panjang sekitar 269 meter dengan sembilan dek dan 835 kabin. Kapal ini direncanakan mampu membawa hingga 2.435 penumpang.
Penumpang nantinya juga akan merasakan kembali sejumlah bagian ikonik Titanic, termasuk Grand Staircase, ruang makan kelas satu, Café Parisien, kolam renang, pusat kebugaran hingga Turkish baths. Sistem kelas penumpang juga dirancang menyerupai Titanic asli, dengan kabin kelas satu, kelas dua dan kelas tiga.
Ikuti Rute Titanic
Dalam rencana Blue Star Line, Titanic II akan memulai perjalanan dari Southampton, Inggris. Kapal kemudian singgah di Cherbourg, Prancis sebelum menyeberangi Atlantik menuju New York.
Rute tersebut mengikuti perjalanan Titanic asli pada 1912. Bedanya, Titanic II akan dilengkapi teknologi keselamatan dan navigasi modern untuk memenuhi standar pelayaran saat ini.
Setelah pelayaran perdana, Blue Star Line juga berencana mengoperasikan Titanic II di rute Southampton-New York dan membawanya berkeliling dunia.
Palmer mengatakan, proyek tersebut ingin menghadirkan kembali pengalaman Titanic bagi orang-orang yang selama lebih dari satu abad hanya dapat membayangkan bagaimana rasanya berada di atas kapal tersebut.
"Pada 1912, Titanic adalah kapal impian. Selama lebih dari satu abad, legenda Titanic hidup melalui misteri, daya tarik dan penghormatan terhadap segala sesuatu yang diwakilinya," ujar Palmer dikutip dari Antena 3.
"Jutaan orang bermimpi untuk berlayar dengannya, melihatnya di pelabuhan dan merasakan kemegahannya yang unik. Titanic II akan menjadi kapal tempat mimpi-mimpi itu menjadi kenyataan," katanya menambahkan.
Benarkah Akan Berlayar 2027?
Meski Juni 2027 menjadi target pelayaran yang diumumkan Palmer, realisasi jadwal tersebut kini menjadi tanda tanya. Hingga Agustus 2026, belum ada pengumuman publik mengenai galangan kapal yang akan membangun Titanic II.
Belum ada pula kontrak pembangunan kapal, pemotongan baja maupun peletakan lunas yang diumumkan. Blue Star Line juga belum membuka penjualan tiket. Tanggal pasti pelayaran dan harga tiket disebut akan diumumkan ketika sudah tersedia.
Artinya, Titanic II hingga kini masih berstatus sebagai proyek kapal yang direncanakan dan belum menjadi kapal yang dikonfirmasi sedang dalam tahap konstruksi.
Proyek Titanic II sendiri bukanlah rencana baru. Palmer pertama kali mengumumkannya pada 2012. Target peluncurannya kemudian beberapa kali mengalami penundaan sebelum proyek tersebut kembali dihidupkan pada 2024 dengan target pelayaran perdana pada 2027.
Jika nantinya benar-benar terwujud, Titanic II akan mencoba menyelesaikan perjalanan yang tidak pernah berhasil dituntaskan kapal pendahulunya lebih dari satu abad lalu.
(hsy/hsy)