Messi Berlinang Air Mata, Akhiri Kisah 21 Tahun Bersama Argentina

Linda Hasibuan,  CNBC Indonesia
07 October 2026 12:20
Lionel Messi diturunkan sebagai starter dalam laga Argentina vs Benin. Ini akan jadi kali terakhir Messi mengenakan seragam Argentina. (REUTERS/RODRIGO VALLE)
Foto: Lionel Messi diturunkan sebagai starter dalam laga Argentina vs Benin. Ini akan jadi kali terakhir Messi mengenakan seragam Argentina. (REUTERS/RODRIGO VALLE)

Jakarta, CNBC Indonesia - Lionel Messi menutup perjalanan panjangnya bersama tim nasional Argentina dengan cara yang nyaris sempurna.

Dalam pertandingan ke-208 sekaligus laga terakhirnya bersama La Albiceleste, Messi mencetak gol ke-126 untuk negaranya dan membantu Argentina mengalahkan Benin 3-0 dalam laga persahabatan di Buenos Aires.

Melansir ESPN, pertandingan yang digelar di Estadio Monumental, Selasa, itu sebelumnya telah disebut sebagai "tango terakhir" Messi. Setelah 21 tahun membela Argentina, pemain berusia 39 tahun tersebut akhirnya mengakhiri kiprahnya di level internasional dengan koleksi dua gelar Copa América dan satu trofi Piala Dunia.

Lebih dari 85.000 penonton memenuhi stadion untuk menyaksikan momen perpisahan sang kapten. Dan Messi memastikan malam tersebut tidak berakhir tanpa gol.

Lionel Messi diturunkan sebagai starter dalam laga Argentina vs Benin. Ini akan jadi kali terakhir Messi mengenakan seragam Argentina. (REUTERS/RODRIGO VALLE)Lionel Messi diturunkan sebagai starter dalam laga Argentina vs Benin. Ini akan jadi kali terakhir Messi mengenakan seragam Argentina. (REUTERS/RODRIGO VALLE) 

Pada menit ke-71, Messi maju sebagai eksekutor penalti. Dengan kaki kirinya, ia melepaskan tendangan keras yang bersarang di sudut atas gawang Benin. Stadion pun bergemuruh, dengan ribuan suara meneriakkan nama "Messi, Messi."

Gol tersebut menjadi pelengkap penampilan Messi yang juga dihiasi dua assist. Ia mengirimkan umpan sepak pojok yang disambut sundulan Nicolás Otamendi untuk membuka keunggulan Argentina pada menit ke-48. Messi kemudian memberikan operan kepada Nico Paz, yang mencetak gol kedua lewat tembakan melengkung sebelum Messi sendiri menutup kemenangan 3-0.

"Bermain untuk tim nasional Argentina adalah hal terindah yang bisa terjadi pada diri Anda. Hal yang paling indah," kata Messi kepada penonton setelah pertandingan.

Sebelum mencetak gol, Messi sempat membuat penonton cemas karena beberapa peluang gagal dikonversinya menjadi gol. Namun, kontribusinya dalam pertandingan tersebut kembali menunjukkan bahwa perannya bagi Argentina tidak sekadar sebagai pencetak gol.

Perpisahan Penuh Air Mata

Lionel Messi diturunkan sebagai starter dalam laga Argentina vs Benin. Ini akan jadi kali terakhir Messi mengenakan seragam Argentina. (REUTERS/RODRIGO VALLE)Lionel Messi diturunkan sebagai starter dalam laga Argentina vs Benin. Ini akan jadi kali terakhir Messi mengenakan seragam Argentina. (REUTERS/RODRIGO VALLE) 

Suasana emosional sebenarnya sudah terasa sejak sebelum pertandingan dimulai. Messi terlihat menangis ketika bus tim Argentina bergerak melewati kerumunan suporter dalam perjalanan menuju Estadio Monumental.

Air mata kembali terlihat ketika lagu kebangsaan Argentina dikumandangkan untuk terakhir kalinya dengan Messi berada di lapangan. Sang kapten berdiri bersama rekan-rekannya, ditemani ketiga putranya, Thiago, Mateo, dan Ciro.

Pelatih Lionel Scaloni juga tak mampu menahan emosinya.

"Kita bisa saja membentuk skuad hebat dengan para pemain muda yang bermunculan, tetapi saya belum pernah melihat aura seperti itu pada orang lain seumur hidup saya," ujar Scaloni seusai pertandingan.

Menurut Scaloni, kehadiran Messi menciptakan sesuatu yang sangat istimewa bagi tim nasional Argentina.

"Kehadiran istimewa yang ia ciptakan itu tidak akan ada lagi. Kita akan mencari cara baru untuk melangkah maju, tetapi perasaan itu akan hilang. Pengalaman melatihnya sungguh luar biasa, dan kini kita harus terus melangkah tanpanya," kata Scaloni.

Bahkan pertandingan sempat dihentikan pada menit ke-10. Seluruh stadion memberikan tepuk tangan meriah untuk Messi, sementara para pemain Benin turut menghampiri dan menyalami pemain bernomor punggung 10 tersebut.

Para suporter kemudian menyanyikan lagu khusus untuk Messi, merayakan sosok yang selama lebih dari dua dekade menjadi ikon sepak bola Argentina.

(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Scaloni Ungkap Kesan Haru Jelang Perpisahan dengan Messi


Most Popular
Features