Seberapa Sering Idealnya Konsumsi Ikan? Ini Saran Ahli Gizi
Jakarta, CNBC Indonesia - Ikan dan makanan laut dikenal sebagai sumber nutrisi penting, mulai dari protein, antioksidan hingga lemak sehat. Berbagai kandungan tersebut dapat memberikan manfaat bagi kesehatan, termasuk membantu menjaga kesehatan otak dalam jangka panjang. Namun, banyak orang masih belum mengonsumsi ikan dalam jumlah yang cukup untuk mendapatkan manfaat optimal dari makanan tersebut.
Bagi Anda yang tidak terlalu menyukai ikan, mencoba berbagai jenis makanan laut bisa menjadi pilihan. Pasalnya, setiap jenis ikan memiliki karakteristik rasa sekaligus kandungan nutrisi yang berbeda.
Konsumsi Ikan Dua Kali Seminggu
Melansir Today, ahli gizi terdaftar sekaligus editor nutrisi TODAY, Natalie Rizzo, menyarankan konsumsi ikan berlemak seperti salmon, sarden, atau tuna sebanyak dua kali dalam seminggu.
"Mengonsumsi ikan berlemak seperti salmon, sarden, atau tuna dua kali seminggu dapat mendukung kesehatan otak," ujar Rizzo.
Ikan-ikan tersebut mengandung jenis lemak sehat tertentu yang dikaitkan dengan kesehatan otak yang lebih baik.
Salah satu nutrisi penting yang terdapat dalam ikan adalah asam lemak omega-3. Secara umum, terdapat tiga jenis utama omega-3, yaitu asam alfa-linolenat (ALA), asam eikosapentaenoat (EPA), dan asam dokosaheksaenoat (DHA).
ALA dapat ditemukan pada sejumlah sumber nabati seperti kacang kenari, biji chia, dan biji rami. Namun, tubuh hanya mampu mengubah sebagian kecil ALA menjadi EPA dan DHA.
"Meskipun makanan seperti kacang kenari, biji chia, dan biji rami mengandung ALA, tubuh kita hanya mengubah sebagian kecil ALA menjadi EPA dan DHA," kata Rizzo.
"Karena itu, sumber utama EPA dan DHA adalah ikan berlemak," lanjutnya.
Berkaitan dengan Kesehatan Otak
Manfaat konsumsi ikan juga terlihat dalam sejumlah penelitian mengenai kesehatan otak.
Rizzo menjelaskan, sebuah studi yang melibatkan orang dewasa sehat menemukan bahwa mereka yang mengonsumsi ikan setidaknya dua kali seminggu memiliki kondisi white matter atau materi putih otak yang tampak lebih sehat dibandingkan mereka yang lebih jarang makan ikan.
Materi putih merupakan bagian otak yang berperan penting dalam menghubungkan berbagai area otak dan membantu proses komunikasi antarsel saraf.
Penelitian lain juga mengaitkan rendahnya asupan DHA dengan penurunan fungsi kognitif. DHA sendiri merupakan salah satu jenis omega-3 yang banyak ditemukan pada ikan berlemak.
Meski demikian, konsumsi ikan sebaiknya dipandang sebagai bagian dari pola makan sehat secara keseluruhan, bukan sebagai satu-satunya cara untuk menjaga fungsi otak.
(hsy/hsy)