Tak Cukup Cuma Nabung, Ini 3 Kunci Bahagia di Masa Pensiun
Jakarta, CNBC Indonesia - Masa pensiun bisa terasa membosankan bagi sebagian orang. Kesibukan dan rutinitas yang selama bertahun-tahun dijalani tiba-tiba berhenti.
Karena itu, kita kerap diingatkan untuk mempersiapkan masa pensiun sejak dini. Persiapan tersebut bukan hanya soal memastikan kondisi keuangan tetap aman, tetapi juga bagaimana tetap memiliki kehidupan yang bahagia dan bermakna setelah tidak lagi bekerja.
Sejumlah penasihat keuangan menyarankan masyarakat untuk rajin menabung dan berinvestasi sejak dini. Tujuannya, agar kebutuhan hidup tetap terpenuhi ketika memasuki masa pensiun.
Namun, uang bukan satu-satunya faktor yang menentukan kebahagiaan di masa tua. Ada sejumlah kebiasaan yang juga perlu dibangun sejak masih aktif bekerja.
"Sebagai penasihat keuangan yang lebih muda, saya lihat banyak orang mencapai tonggak keuangan besar dan punya banyak uang, namun masih merasa ada sesuatu yang kurang," kata mitra pengelola di Capital Investment, Wes Moss, dikutip dari CNBC International, Minggu (4/10/2026).
Menurut Moss, ada beberapa faktor yang lebih umum ditemukan pada orang-orang yang menikmati masa pensiunnya. Karena itu, persiapan menghadapi masa tua sebaiknya tidak hanya berfokus pada keuangan.
Berikut tiga kebiasaan yang bisa mulai dibangun sejak sekarang:
1. Investasi Sejak Dini
Moss merekomendasikan untuk membangun portofolio investasi sejak dini. Besarnya portofolio yang dibutuhkan setiap orang berbeda, tergantung pada lamanya masa pensiun, sumber pendapatan lain, serta biaya hidup dan gaya hidup masing-masing.
Salah satu panduan yang kerap digunakan adalah aturan 4%. Dengan aturan ini, seseorang menarik sekitar 4% dari portofolio pensiunnya setiap tahun, dengan penyesuaian terhadap inflasi, untuk membantu menjaga dana agar tidak cepat habis selama masa pensiun.
2. Temukan Minat atau Hobi
Pensiun bukan berarti berhenti melakukan aktivitas. Justru, masa ini bisa menjadi kesempatan untuk menekuni minat atau kegiatan yang sebelumnya sulit dilakukan karena kesibukan bekerja.
Survei CGK Research pada 2025 menemukan bahwa pensiunan yang bahagia melaporkan memiliki lima atau lebih kegiatan utama yang memberikan mereka rasa tujuan dan kepuasan.
Karena itu, Moss menyarankan untuk mulai memikirkan hal-hal yang selama ini ingin dilakukan, tetapi belum sempat dicoba atau dipelajari.
"Mencatat hal itu di selembar kertas adalah latihan yang ampuh," kata Moss.
Dengan begitu, seseorang memiliki gambaran mengenai aktivitas yang dapat dilakukan ketika memasuki masa pensiun, alih-alih kehilangan rutinitas setelah berhenti bekerja.
3. Bangun Komunitas
Pensiun juga tidak harus berarti kesepian. Memiliki hubungan sosial dan komunitas pertemanan dapat menjadi salah satu sumber kebahagiaan ketika memasuki usia lanjut.
"Agar bisa menikmati masa pensiun dengan bahagia, kita harus mampu menjaga komunitas pertemanan pada ukuran tertentu," kata Moss.
Menurut dia, memiliki setidaknya lima orang teman dapat membantu seseorang menikmati masa pensiun dengan lebih bahagia.
Karena itu, membangun dan menjaga hubungan sosial sebaiknya tidak baru dilakukan ketika memasuki masa pensiun. Sama seperti investasi keuangan, komunitas juga perlu dibangun sejak dini.
(hsy/hsy)