Daftar 10 Jurusan Kuliah Paling Banyak Cetak Pengangguran

Verda Nano, CNBC Indonesia
Minggu, 27/09/2026 13:45 WIB
Foto: Infografis/ 10 Jurusan Kuliah yang Paling Disesali/ Edward Ricardo
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Memilih jurusan kuliah kerap kali disertai ekspektasi yang tinggi, terutama terkait prospek karier yang menjanjikan serta tawaran gaji besar bagi para lulusan di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM). Namun, dinamika pasar kerja global serta gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) massal membuktikan bahwa jurusan yang populer tidak selalu menjamin perjalanan karier yang mulus.

Melansir laporan Forbes, guncangan ekonomi makro dan pergeseran pola rekrutmen perusahaan menjadi faktor utama pemicunya. Korporasi kerap melakukan ekspansi besar-besaran saat bisnis melonjak, tetapi langsung mengambil langkah efisiensi melalui pemangkasan jumlah karyawan demi menjaga margin laba dan kestabilan harga saham ketika situasi ekonomi berbalik arah.

Laporan bertajuk "Labor Market Outcomes of College Graduates by Major" yang dirilis oleh The Federal Reserve (The Fed) AS mengungkap tingkat pengangguran yang cukup kontras di antara berbagai bidang studi.


Berikut adalah perbandingan daftar jurusan kuliah berdasarkan tingkat pengangguran tertinggi hingga terendah:

10 Jurusan dengan Tingkat Pengangguran Tertinggi

  1. Antropologi (9,4%)

  2. Fisika (7,8%)

  3. Teknik Komputer (7,5%)

  4. Seni Komersial & Desain Grafis (7,2%)

  5. Seni Murni (7,0%)

  6. Sosiologi (6,7%)

  7. Ilmu Komputer (6,1%)

  8. Kimia (6,1%)

  9. Sistem Informasi & Manajemen (5,6%)

  10. Kebijakan Publik dan Hukum (5,5%)

10 Jurusan dengan Tingkat Pengangguran Terendah

Sebagai perbandingan, berikut adalah daftar jurusan yang lulusannya paling cepat terserap di dunia kerja:

  1. Ilmu Gizi (0,4%)

  2. Jasa Konstruksi (0,7%)

  3. Ilmu Hewan dan Tanaman (1,0%)

  4. Teknik Sipil (1,0%)

  5. Pendidikan Luar Biasa (1,0%)

  6. Pertanian (1,2%)

  7. Pendidikan Anak Usia Dini (1,3%)

  8. Teknik Kedirgantaraan (1,4%)

  9. Keperawatan (1,4%)

  10. Ilmu Kebumian (1,5%)

Relevansi Jurusan dan Tantangan Era AI

Tingginya angka pengangguran di beberapa jurusan sains dan teknik menegaskan bahwa linieritas antara bidang pendidikan dan lapangan pekerjaan tidak selalu terwujud di dunia nyata. Data historis dari CareerBuilder mencatat bahwa sebanyak 47% pekerja berpendidikan tinggi bahkan memulai karier pertamanya di luar bidang keilmuan yang mereka tekuni, dan 32% di antaranya tidak pernah bekerja sesuai jurusannya seumur hidup.

Situasi ini kian menantang dengan masifnya adopsi teknologi kecerdasan buatan (AI) yang memicu gelombang efisiensi baru di industri global.

CEO Microsoft, Satya Nadella, pernah mengungkapkan bahwa 20% hingga 30% kode pemrograman di perusahaannya kini dikerjakan langsung oleh AI. Sementara itu, CTO Microsoft Kevin Scott memproyeksikan angka tersebut bahkan bisa melonjak hingga mencapai 95% pada tahun 2030 mendatang. Hal ini menuntut para lulusan baru untuk terus beradaptasi dan meningkatkan keterampilan (upskilling) agar tidak tertinggal di pasar kerja yang semakin kompetitif.


(fab/fab)
Saksikan video di bawah ini:

Timnas Bulutangkis Beregu Putra Raih Medali Emas Asian Games 2026