Berapa Kali Normalnya Kencing dalam Sehari? Ini Kata Ahli

Tim Redaksi, CNBC Indonesia
Kamis, 24/09/2026 10:22 WIB
Foto: Ilustrasi logo toilet. (Dok. Pixabay)

Jakarta, CNBC Indonesia - Seberapa sering Anda pergi ke toilet untuk buang air kecil dalam sehari? Meski terdengar sepele, perubahan kebiasaan kencing ternyata bisa menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dari kondisi tubuh.

Tidak ada satu angka yang berlaku mutlak untuk semua orang. Frekuensi buang air kecil dapat dipengaruhi banyak hal, mulai dari jumlah cairan yang diminum, jenis minuman yang dikonsumsi, cuaca, hingga kondisi kesehatan seseorang.

Namun sebagai gambaran, orang dewasa yang sehat umumnya buang air kecil sekitar enam hingga delapan kali pada siang hari. Hal tersebut disampaikan ahli urologi Orlando Health sekaligus kontributor CNN, Dr. Jamin Brahmbhatt.


"Bagi kebanyakan orang, wajar saja jika mereka perlu buang air kecil setiap tiga hingga empat jam di siang hari," kata Brahmbhatt.

"Pada malam hari, idealnya, Anda hanya bangun untuk kencing sekali atau tidak sama sekali. Jika Anda terbangun lebih dari itu, bisa jadi ada yang tidak beres," ujrnta menambahkan.

Sebagian orang mungkin buang air kecil hingga 10 kali sehari, terutama jika mereka minum banyak air atau minuman lain yang menyebabkan buang air kecil lebih sering.

Adapun minuman yang memicu kencing lebih sering antara lain alkohol, teh, dan kopi, yang memiliki efek diuretik dan mengiritasi kandung kemih, kata Dr. David Shusterman, seorang ahli urologi bersertifikat di NY Urology di New York City.

"Sejujurnya, setiap orang sedikit berbeda, jadi tidak ada angka pasti yang cocok untuk semua orang," kata Brahmbhatt.

"Jika cuaca panas dan Anda banyak berkeringat, Anda mungkin akan lebih jarang buang air kecil. Yang penting adalah mengetahui apa yang normal bagi Anda. Jika Anda tiba-tiba lebih sering pergi ke kamar mandi, atau lebih jarang, mungkin ada baiknya Anda memeriksakan diri, terutama jika hal itu mengganggu kualitas hidup Anda," lanjutnya.

Brahmbhatt bilang, buang air kecil berlebihan yang bukan disebabkan oleh konsumsi air atau minuman yang berlebihan dapat disebabkan oleh berbagai hal, termasuk sindrom kandung kemih yang terlalu aktif, diabetes, infeksi saluran kemih, atau obat-obatan.

Obat-obatan diuretik, yang sering diresepkan untuk tekanan darah atau kondisi jantung, merupakan salah satu faktor yang umum.

"Kehamilan merupakan faktor lain karena kehamilan mengharuskan minum lebih banyak air sehingga metabolisme air pun meningkat," kata Shusterman.


(hsy/hsy)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Era Wearable Technology, Jam Pintar Jadi Tren Gaya Hidup Aktif