Terancam Tak Ikut Miss Universe, Negara ASEAN Tetap Siapkan Kandidat

Linda Hasibuan, CNBC Indonesia
Kamis, 24/09/2026 12:05 WIB
Foto: Logo Miss Universe. (Dok. Miss Universe)

Jakarta, CNBC Indonesia - Penyelenggara kontes kecantikan nasional di sejumlah negara Asia Tenggara tetap melanjutkan proses pemilihan wakil mereka untuk ajang Miss Universe 2026, meskipun sengketa lisensi berpotensi membuat mereka terancam tak bisa ikut kompetisi internasional tersebut.

Vietnam, Malaysia, dan Singapura masih menjalankan rangkaian kompetisi nasional masing-masing. Sementara itu, Thailand telah menetapkan wakilnya untuk Miss Universe ke-75 yang dijadwalkan berlangsung di Puerto Riko pada November mendatang.

Situasi ini terjadi setelah muncul peringatan bahwa kontestan dari enam negara Asia Tenggara, yakni Thailand, Indonesia, Vietnam, Laos, Malaysia, dan Singapura, berpotensi tidak diizinkan berpartisipasi dalam ajang Miss Universe 2026.


Perselisihan tersebut bermula ketika JKN Universe, perusahaan pemilik merek Miss Universe beserta hak lisensinya, menyatakan tidak mengakui perjanjian waralaba yang mencakup keenam negara tersebut. Perusahaan itu mengklaim bahwa perjanjian-perjanjian tersebut dibuat tanpa persetujuan mereka. Dengan demikian, kontestan yang terpilih melalui proses berdasarkan perjanjian itu dinilai tidak memenuhi syarat untuk mengikuti kompetisi Miss Universe.

Pernyataan itu kemudian mendapat penolakan dari MU East, salah satu dari dua kelompok yang bersama-sama memiliki bisnis Miss Universe.

Berdasarkan perjanjian yang ditandatangani pada tahun lalu, MU East bertanggung jawab atas operasional merek Miss Universe di 95 wilayah timur. Kelompok tersebut juga memiliki kewenangan untuk menunjuk mitra waralaba nasional di pasar-pasar yang berada dalam cakupannya.

MU East dikelola oleh Miss Universe Eastern, perusahaan yang dipimpin oleh direktur kontes kecantikan asal Thailand, Nawat Itsaragrisil.

Dalam pernyataannya, MU East menegaskan bahwa mereka tidak meninjau maupun menyetujui pengumuman yang menyebut keenam perjanjian waralaba tersebut tidak sah.

Kelompok tersebut berpendapat bahwa keputusan yang berdampak pada organisasi Miss Universe secara keseluruhan harus memperoleh persetujuan dari kedua kelompok pemilik. MU East juga menegaskan bahwa kontestan dari keenam negara yang bersengketa seharusnya tetap diizinkan untuk berkompetisi.

Dalam sebuah konferensi pers, Nawat Itsaragrisil bahkan menyatakan bahwa para kontestan dari enam negara tersebut "pasti akan berangkat" ke Puerto Riko, terlepas dari pengumuman JKN Universe.

Vietnam Tetap Gelar Miss Universe Nasional

Di tengah ketidakpastian tersebut, penyelenggara Miss Universe Vietnam memastikan bahwa kompetisi nasional tetap berjalan sesuai rencana.

Ajang Miss Universe Vietnam 2026 dijadwalkan berlangsung pada 2 Oktober di Hai Phong. Pihak penyelenggara menyatakan bahwa sengketa internasional terkait lisensi tidak akan memengaruhi pelaksanaan kompetisi di dalam negeri.

"Miss Universe Vietnam 2026 terus berfokus mencari sosok Miss Universe baru yang layak, melanjutkan perjalanan, serta menjaga nilai dari gelar Miss Universe Vietnam," demikian pernyataan panitia sebagaimana dilaporkan VTC News.

Malaysia Perluas Batas Usia Peserta

Sementara itu, Miss Universe Malaysia 2026 telah mengumumkan 13 finalis. Rangkaian kompetisi dijadwalkan dimulai pada 29 September, dilanjutkan dengan babak penyisihan pada 30 September, sebelum malam final digelar pada 2 Oktober.

Tahun ini, penyelenggara juga memperluas ketentuan usia peserta. Perempuan berusia 21 hingga 50 tahun diperbolehkan mengikuti kompetisi tersebut.

Direktur nasional Miss Universe Malaysia, Ayu Omar, mengatakan kebijakan itu merupakan bagian dari pendekatan yang lebih inklusif dalam memaknai kecantikan.

"Pendekatan inklusif ini mencerminkan keyakinan kami bahwa kecantikan sejati tidak hanya diukur berdasarkan usia atau penampilan fisik, tetapi juga tercermin dalam kedewasaan, kekuatan batin, dan kemampuan untuk menginspirasi masyarakat," ujar Ayu.

Singapura Soroti Kepastian dan Perlakuan Adil

Di Singapura, audisi Miss Universe Singapore 2026 telah berlangsung pada 20 dan 21 September dengan diikuti sekitar 50 kandidat.

Penyelenggara juga menjadwalkan audisi tambahan dengan sistem walk-in pada 28 September. Sementara itu, malam final nasional akan digelar pada 13 Oktober.

Direktur nasional Miss Universe Singapore, Sean Wong, mengatakan kepada The Straits Times bahwa dirinya tetap yakin wakil Singapura nantinya dapat tampil dalam ajang internasional tersebut.

Namun, ia mengakui bahwa persoalan yang dihadapi tidak hanya berkaitan dengan kepastian apakah kandidat Singapura akan diizinkan berkompetisi.

Menurut Wong, hal lain yang juga menjadi perhatian adalah apakah wakil Singapura akan memperoleh perlakuan yang adil apabila sengketa lisensi belum terselesaikan ketika ajang internasional berlangsung.

"Saya bertanya kepada mereka, 'Bagaimana kalian akan menyikapinya jika ada orang yang mengatakan bahwa kalian tidak memenuhi syarat untuk berpartisipasi?'" ujar Wong.

Thailand Telah Menetapkan Wakil

Berbeda dengan Vietnam, Malaysia, dan Singapura yang masih menjalankan proses seleksi, Thailand telah menetapkan wakilnya untuk Miss Universe 2026.

Tharina Botes, yang mewakili Bangkok, memenangkan Miss Universe Thailand 2026 pada 23 Agustus. Ia dijadwalkan membawa nama Thailand dalam ajang Miss Universe ke-75.

Kontes kecantikan internasional tersebut rencananya digelar di San Juan, Puerto Riko, pada 24 November.

Dengan jadwal kompetisi nasional yang terus berjalan dan sengketa lisensi yang belum terselesaikan, kepastian keikutsertaan para wakil Asia Tenggara dalam Miss Universe 2026 masih menjadi perhatian menjelang penyelenggaraan ajang internasional tersebut.


(hsy/hsy)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Era Wearable Technology, Jam Pintar Jadi Tren Gaya Hidup Aktif