6 Negara ASEAN Terancam Tak Bisa Ikut Miss Universe, RI Termasuk

Fergi Nadira, CNBC Indonesia
Selasa, 22/09/2026 14:05 WIB
Foto: Mahkota Miss Universe. (Facebook/Miss Universe)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia menjadi salah satu dari enam negara Asia Tenggara yang terancam tidak dapat mengirimkan perwakilan ke ajang Miss Universe 2026. Situasi ini muncul akibat perselisihan antara dua kelompok pemilik organisasi kontes kecantikan tersebut.

Selain Indonesia, lima negara lain yang terdampak adalah Thailand, Vietnam, Laos, Malaysia, dan Singapura. Nasib perwakilan keenam negara kini berada dalam ketidakpastian menjelang penyelenggaraan Miss Universe ke-75 di Puerto Rico pada November mendatang.

Melansir The Independent, JKN Universe LLC selaku perusahaan pemilik merek Miss Universe menyatakan pada 18 September bahwa kontestan dari enam negara tersebut tidak memenuhi syarat untuk berkompetisi dalam Miss Universe 2026.


Dalam pernyataannya, JKN Universe menyebut Miss Universe Eastern Pte Ltd (MU East), perusahaan yang dipimpin pengusaha Thailand Nawat Itsaragrisil, tidak memiliki kewenangan untuk memberikan atau mengalihkan hak atas merek Miss Universe.

JKN Universe mengklaim perjanjian waralaba untuk Indonesia, Thailand, Vietnam, Laos, Malaysia, dan Singapura dibuat tanpa perjanjian lisensi yang sah dengan pihaknya. Atas dasar tersebut, JKN Universe menyatakan perjanjian untuk enam negara itu tidak mendapatkan izin dan dianggap tidak berlaku sejak awal.

MU East Membantah

Namun, pernyataan tersebut langsung dibantah MU East, pihak yang bertanggung jawab atas wilayah timur Miss Universe. MU East menyebut tidak meninjau ataupun menyetujui pernyataan yang dikeluarkan JKN Universe.

Menurut perusahaan tersebut, pernyataan itu juga tidak mencerminkan posisi yang telah disepakati oleh dua pemilik Miss Universe. MU East mengklaim memiliki hak kontraktual untuk mengirim enam delegasi yang telah dipilih dan memenuhi syarat dari Thailand, Indonesia, Vietnam, Laos, Malaysia, dan Singapura.

Menurut MU East, keikutsertaan para kontestan tersebut tidak seharusnya diblokir, ditunda, ataupun terdampak oleh perselisihan antara kedua pihak. MU East juga menolak langkah JKN Universe yang berupaya membatalkan perjanjian waralaba keenam negara.

"MU East tidak menerima bahwa perjanjian sah yang dibuat berdasarkan hak teritorialnya dapat dibatalkan melalui pernyataan publik sepihak," kata perusahaan tersebut.

Perbedaan sikap itu membuat nasib kontestan dari enam negara belum jelas. Satu pihak dalam organisasi Miss Universe menyatakan mereka tidak dapat berkompetisi, sementara pihak lainnya menegaskan posisi keenam delegasi tetap dilindungi berdasarkan perjanjian dengan pemegang lisensi nasional.

Nawat: Kontestan Tetap Berangkat

Nawat Itsaragrisil ditunjuk sebagai Chief Executive Officer MU East pada 31 Juli 2026. Saat penunjukan tersebut, ia disebut akan memimpin tim yang mewakili 95 negara.

Nawat mengatakan dirinya akan bekerja bersama direktur nasional, delegasi, serta mitra komersial di kawasan timur. Dalam konferensi pers pada 18 September, Nawat menyatakan dukungannya terhadap enam kontestan yang terdampak. Ia bahkan menegaskan mereka tetap akan berangkat ke Puerto Rico meskipun JKN Universe telah mengeluarkan pernyataan tersebut.

"Saya tidak akan pergi, tetapi para kontestan pasti akan pergi," kata Nawat, seperti dikutip The Nation melalui The Independent.

Dari enam negara yang terdampak, sejauh ini baru Thailand yang telah menentukan wakilnya. Tharina Botes dinobatkan sebagai Miss Universe Thailand pada Agustus 2026. Sementara Malaysia dan Vietnam dijadwalkan memilih perwakilan mereka pada Oktober mendatang.

Ini bukan pertama kalinya Nawat menjadi sorotan dalam penyelenggaraan Miss Universe. Pada kompetisi tahun lalu di Bangkok, sejumlah kontestan meninggalkan acara menjelang kontes setelah Nawat secara terbuka menegur Miss Mexico Fátima Bosch terkait keterlibatannya dalam kegiatan promosi.

Dalam perselisihan tersebut, Nawat melontarkan ucapan "dumb head" kepada Bosch dan meminta petugas keamanan mengeluarkannya dari acara. Insiden itu kemudian memicu sejumlah kontestan meninggalkan lokasi sebagai bentuk dukungan terhadap Bosch. Salah satunya adalah Miss Universe saat itu, Victoria Kjær Theilvig dari Denmark.

Presiden Miss Universe Raúl Rocha kemudian mengecam perilaku Nawat dan menyatakan keterlibatannya dalam kompetisi Miss Universe 2025 akan "dibatasi".

Hingga kini, perbedaan sikap antara JKN Universe dan MU East membuat kepastian keikutsertaan Indonesia serta lima negara Asia Tenggara lainnya dalam Miss Universe 2026 masih belum jelas.


(hsy/hsy)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Indonesia Duduki Peringkat Ke-12 Klasemen Sementara Asian Games