Kasus HIV Melonjak, Negara Ini Tetapkan Status Krisis Nasional
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Fiji menetapkan status darurat nasional HIV setelah negara kepulauan di Pasifik tersebut mengalami lonjakan infeksi baru yang signifikan. Krisis ini dipicu oleh penularan melalui hubungan seksual dan penggunaan narkoba suntik.
Melansir Euro News, diperkirakan satu dari setiap 60 orang dewasa di Fiji kini hidup dengan HIV. Angka tersebut meningkat tajam dibandingkan lima tahun sebelumnya, ketika perbandingannya masih sekitar satu dari 167 orang dewasa.
Menteri Kesehatan Fiji, Atonio Lalabalavu, secara resmi mengumumkan status darurat tersebut pada Rabu. Keputusan itu disebut sebagai bentuk pengakuan pemerintah terhadap seriusnya epidemi HIV yang tengah dihadapi sekaligus kebutuhan akan respons yang cepat dan terkoordinasi.
"Saya secara resmi menyatakan keadaan darurat nasional HIV di Fiji," ujar Lalabalavu kepada wartawan.
Ia menegaskan, pemerintah akan mengerahkan respons lintas sektor untuk menghadapi peningkatan kasus yang terus terjadi.
Kasus HIV Capai 2.016 pada 2025
Berdasarkan data otoritas kesehatan Fiji, sebanyak 2.016 kasus baru HIV tercatat sepanjang 2025. Jumlah tersebut meningkat 27 persen dibandingkan 1.583 kasus pada 2024, sekaligus menjadi angka tahunan tertinggi yang pernah dilaporkan negara itu.
Data UNAIDS menunjukkan, di antara kasus yang diketahui jalur penularannya, lebih dari separuh berkaitan dengan hubungan seksual, sementara lebih dari 42 persen berhubungan dengan penggunaan narkoba suntik.
Renata Ram, direktur negara PBB untuk HIV/AIDS di Fiji, sebelumnya mengatakan kepada AFP bahwa peningkatan penularan mulai terlihat sekitar 2019, ketika muncul kelompok pengguna narkoba suntik dengan tingkat risiko sangat tinggi, terutama di kalangan pekerja seks.
Kondisi tersebut memperlihatkan keterkaitan antara meningkatnya penggunaan narkoba, perilaku berisiko, dan penyebaran HIV di masyarakat.
Bayi Terinfeksi, Angka Kematian Jadi Perhatian
Dampak epidemi juga terlihat pada kelompok ibu dan bayi. Sekitar dua dari setiap 100 perempuan hamil di Fiji diperkirakan hidup dengan HIV.
Pada 2025, sebanyak 59 bayi lahir dengan HIV. Dari jumlah tersebut, 18 bayi meninggal sebelum mencapai usia satu tahun.
HIV dapat ditularkan dari ibu kepada bayi selama kehamilan, proses persalinan, maupun melalui pemberian ASI. Karena itu, deteksi dini dan akses terhadap pengobatan menjadi bagian penting dalam mencegah penularan dari ibu ke anak.
(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]