Skema Beasiswa LPDP Jakarta, Bisa Kuliah S2-S3 Luar Negeri Gratis
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bakal menjalankan program LPDP Jakarta mulai 2027. Beasiswa ini akan diberikan untuk pendidikan jenjang S2 dan S3 dengan kuota awal sekitar 50 hingga 75 penerima.
Warga Jakarta dari keluarga kurang mampu yang memiliki kemampuan akademik baik akan menjadi kelompok yang diprioritaskan. Beasiswa juga membuka kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi luar negeri.
Program tersebut memiliki dasar hukum Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 20 Tahun 2026 yang telah diteken Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pada 12 September 2026.
"Jumlahnya kurang lebih antara 50 sampai 75 orang, dan dilakukan secara profesional," kata Pramono di Jakarta, Kamis (17/9/2026), dikutip dari CNN Indonesia.
Lantas, seperti apa skema LPDP Jakarta yang akan mulai berjalan tahun depan?
1. Beasiswa untuk S2 dan S3
LPDP Jakarta akan memberikan beasiswa pendidikan lanjutan hingga jenjang S2 dan S3. Program tersebut ditujukan untuk memberikan kesempatan kepada warga Jakarta berprestasi melanjutkan pendidikan tinggi, termasuk di perguruan tinggi luar negeri.
Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Yustinus Prastowo bilang, program tersebut dirancang agar masyarakat berprestasi memiliki kesempatan kuliah hingga jenjang pascasarjana.
"Beasiswa untuk yang berprestasi, agar bisa melanjutkan kuliah hingga S-2 dan S-3, di kampus terbaik di dunia," tulis Yustinus melalui media sosialnya.
2. Kuota Awal 50-75 Orang
Pada tahap awal, jumlah penerima LPDP Jakarta diperkirakan sebanyak 50 hingga 75 orang. Sebelumnya, Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta M Subki menyebut plafon anggaran yang disiapkan mencapai Rp100 miliar untuk 50 penerima beasiswa pada 2027.
"Sudah ketok. Plafonnya sudah, tinggal nanti di Banggar seperti apa. Insya Allah enggak ada masalah," kata Subki dalam rapat pembahasan APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026, Kamis (10/9/2026), dikutip dari detikcom.
Sementara itu, Dinas Pendidikan DKI Jakarta sebelumnya menyiapkan rancangan anggaran sekitar Rp99,9 miliar untuk program tersebut.
3. Keluarga Kurang Mampu Jadi Prioritas
Meski menyasar warga berprestasi, Pemprov DKI akan memberikan prioritas kepada masyarakat Jakarta dari keluarga kurang mampu yang mempunyai kemampuan akademik baik.
"Walaupun orang yang diberangkatkan kami akan lebih mengutamakan masyarakat Jakarta dari keluarga yang tidak mampu tetapi mempunyai kemampuan akademik yang baik. Dan itu sudah diatur di dalam pergub itu," ujar Pramono.
Dengan demikian, kemampuan akademik dan kondisi ekonomi menjadi dua aspek yang sejauh ini disebut pemerintah dalam menentukan sasaran prioritas program.
4. Seleksi Gandeng LPDP Pusat
Untuk menentukan penerima, Pemprov DKI Jakarta akan bekerja sama dengan LPDP pemerintah pusat. Pramono bilang, keterlibatan LPDP pusat diperlukan untuk memastikan proses seleksi berlangsung secara profesional sekaligus mencegah praktik titip-menitip dalam penentuan penerima beasiswa.
"Supaya ini tidak kemudian menjadi tempat untuk orang berebut menitipkan LPDP Jakarta. Kami bekerja sama dengan LPDP pusat untuk proses penentuannya," kata Pramono.
Namun, rincian tahapan seleksi, seperti seleksi administrasi, tes substansi maupun persyaratan akademik calon penerima, belum dijelaskan dalam keterangan tersebut.
5. Jurusan Disesuaikan Kebutuhan Jakarta
Program studi yang akan dibiayai juga diarahkan agar sesuai dengan kebutuhan sumber daya manusia (SDM) Jakarta. Subki mengatakan, DPRD meminta Pemprov DKI memetakan terlebih dahulu bidang-bidang yang dibutuhkan sehingga penerima beasiswa nantinya mengambil program studi yang relevan.
"Kan sayang kalau mereka LPDP di luar negeri ambil jurusan yang tidak terlalu kita butuhkan. Maka kita minta ke Pemda untuk dicek dulu kira-kira kita kebutuhannya apa. Kalau dokter spesialis, maka itu kemudian yang jadi prioritas," ujarnya.
Dengan skema tersebut, bidang studi prioritas nantinya dapat ditentukan berdasarkan kebutuhan tenaga kerja dan pembangunan di Jakarta.
6. Pendaftaran Ditargetkan September 2027
LPDP Jakarta direncanakan mulai berjalan pada 2027. Pendaftarannya ditargetkan dibuka pada September 2027.
"September, tapi enggak tahu ya sudah mulai belum," kata Subki mengenai target pembukaan pendaftaran.
Hingga kini, pemerintah belum mengumumkan secara rinci jadwal resmi pendaftaran, persyaratan calon penerima, daftar kampus tujuan, program studi prioritas, hingga komponen biaya yang akan ditanggung LPDP Jakarta. Calon pendaftar masih perlu menunggu petunjuk teknis dan pengumuman resmi Pemprov DKI Jakarta mengenai mekanisme pendaftaran LPDP Jakarta 2027.