Sungai Penuh Buaya Jadi Arena Olimpiade 2032, Atlet Dunia Bergidik

Linda Hasibuan,  CNBC Indonesia
18 September 2026 14:45
Lomba Dayung (Rockhampton Regional Council/tangkapan layar)
Foto: Lomba Dayung (Rockhampton Regional Council/tangkapan layar)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sungai Fitzroy di Queensland, Australia, menjadi sorotan setelah ditetapkan sebagai calon arena cabang dayung dan kano sprint pada Olimpiade dan Paralimpiade Brisbane 2032. Pasalnya, sungai tersebut dikenal sebagai salah satu habitat buaya air asin di Australia. Diperkirakan sekitar 500 buaya hidup di kawasan ini, dengan sebagian di antaranya dapat tumbuh hingga empat meter.

Keberadaan buaya tentu menjadi perhatian publik. Namun, catatan pemerintah Queensland selama lebih dari empat dekade menunjukkan tidak ada laporan serangan buaya terhadap manusia di Sungai Fitzroy.

Lomba Dayung (Rockhampton Regional Council/tangkapan layar)Lomba Dayung (Rockhampton Regional Council/tangkapan layar) Foto: Lomba Dayung (Rockhampton Regional Council/tangkapan layar)

Selain faktor keselamatan, karakteristik alami sungai juga menjadi perhatian. Sungai Fitzroy memiliki sejumlah tikungan serta arus yang dipengaruhi pasang surut. Kondisi ini berpotensi memengaruhi kesetaraan lintasan bagi para atlet yang akan berlomba di level elite.

Peraih tiga medali emas Olimpiade Australia, Drew Ginn, mengakui keberadaan buaya menjadi salah satu hal yang diperhitungkan. Namun, menurut dia, persoalan tersebut bukan kekhawatiran utama.

"Saya yakin saya akan mendayung lebih cepat, saya yakin semua atlet akan mendayung lebih cepat. (Buaya) masuk dalam daftar kekhawatiran, tapi itu bukan masalah utama. Namun, pastinya sudah disinggung sejak awal," katanya.

Keputusan mengenai kelayakan Sungai Fitzroy berada di tangan World Rowing dan Komite Olimpiade Internasional (IOC). Pada Kamis, keduanya memberikan persetujuan setelah penilaian teknis dilakukan oleh perusahaan teknik bersama otoritas infrastruktur Olimpiade.

Penilaian tersebut mencakup kondisi dasar sungai, lintasan perlombaan, karakteristik arus, ketinggian air, hingga prakiraan cuaca selama penyelenggaraan Olimpiade.

"Berdasarkan analisis mendalam yang telah dilakukan, kini kami mengetahui bahwa Sungai Fitzroy mampu menyediakan kondisi kompetisi yang adil selama penyelenggaraan ajang tersebut," ujar Presiden World Rowing Jean-Christophe Rolland.

Meski telah dinyatakan layak, penyelenggara tetap diminta mengantisipasi kemungkinan kemunculan buaya. Pasalnya, tidak ada perairan alami di wilayah habitat buaya yang dapat dijamin sepenuhnya bebas dari reptil tersebut.

Dalam prosedur keselamatan, perlombaan harus dihentikan sementara jika buaya terlihat di sekitar lintasan. Para peserta juga akan diminta kembali ke tepian sungai.

Sementara itu, sinyal resmi untuk memperingatkan adanya penampakan buaya cukup sederhana: teriakan, "crocodile, crocodile, crocodile".

(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]

Most Popular
Features