Viral Jepang Pasang Papan Teguran Khusus Buat Turis Indonesia

Fergi Nadira,  CNBC Indonesia
17 September 2026 13:04
Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan sebuah papan teguran untuk pelancong asal Indonesia di salah satu lokasi wisata di Jepang. (Instagram/@adriansyahyasin)
Foto: Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan sebuah papan teguran untuk pelancong asal Indonesia di salah satu lokasi wisata di Jepang. (Instagram/@adriansyahyasin)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah papan peringatan agar tidak buang sampah sembarang yang secara khusus ditujukan kepada wisatawan Indonesia viral di media sosial. Papan bertuliskan "To Indonesian campers!" itu ditemukan di kawasan Tateyama Kurobe Alpine Route, Jepang.

Foto papan tersebut salah satunya dibagikan akun Threads @adriansyahyasin. Dalam unggahannya, ia mengaku menemukan papan itu ketika berkunjung ke kawasan Tateyama Kurobe di Japanese Alps.

"Hari ini ke Tateyama Kurobe di Japanese Alps, cukup malu melihat sebuah papan pengumuman yang khusus ditujukan kepada pengunjung INDONESIA," tulisnya, dikutip pada Kamis (17/9/2026).

Dalam papan tersebut, jumlah camper asal Indonesia disebut meningkat tajam sejak 2024. Penulis papan juga menyebut sejumlah pendaki dan pihak yang berkaitan dengan aktivitas gunung merasa terganggu dengan perilaku sebagian camper.

Beberapa perilaku yang disorot antara lain meninggalkan makanan dalam jumlah besar, menggunakan peralatan makan sekali pakai, melakukan barbeku hingga larut malam, mencampur sampah dengan sisa makanan, bernyanyi atau membuat kegaduhan setelah pukul 24.00, serta membuang sampah di jalur pendakian.

Sisa makanan dan sampah juga disebut dapat menarik perhatian beruang.

Papan tersebut membandingkan perilaku itu dengan tata krama yang seharusnya diterapkan ketika berkemah di gunung. Pengunjung diminta tidak meninggalkan makanan, membawa perlengkapan makan sendiri, memasak secara sederhana, memilah sampah, tidak berisik, serta membawa perlengkapan gunung yang memadai.

Peringatan juga menyinggung camper yang datang hanya menggunakan sandal tanpa perlengkapan seperti peta, lampu kepala, jas hujan maupun perlengkapan musim dingin.

"Please spread accurate information!!" demikian tulisan pada bagian bawah papan.

Ternyata Bukan Pertama Kali

Sejumlah warganet mengaku pernah menemukan peringatan serupa di Jepang sebelumnya. Salah seorang pengguna Threads mengunggah foto papan yang menurutnya ditemukan di lokasi yang sama pada Oktober 2025. Saat itu, papan masih menggunakan judul "For Asian beginners", tetapi bagian isinya telah menyinggung wisatawan Indonesia.

"OMG malu banget 2025 lalu masih 'Asian beginners' dan sedikit note tentang Indonesian. Sekarang malah upgrade ke 'INDONESIAN CAMPERS' judulnya," tulis pengguna tersebut.

Pada papan versi 2025 itu tertulis bahwa banyak warga Indonesia belakangan mendaki hanya menggunakan sandal serta meninggalkan sampah dan makanan dalam jumlah besar. Papan juga mengingatkan, berkemah di gunung berbeda dengan berkemah di kawasan resor.

Namun, pengalaman serupa ternyata disebut sudah muncul setidaknya dua tahun sebelumnya di lokasi berbeda. Seorang pengguna Threads lainnya membagikan foto papan pengumuman berbahasa Indonesia yang disebut ditemukannya di Okutama, Tokyo, dua tahun lalu.

"Kepada setiap orang yang memanfaatkan sungai, tolong bawa pulang sampahmu!" demikian judul peringatan tersebut.

Dalam papan yang mencantumkan nama Kota Okutama itu dijelaskan, sampah sisa kegiatan barbeku telah menimbulkan gangguan bagi warga. Pengunjung diminta membawa pulang sampah, tidak menggunakan api terbuka atau membuat api unggun, serta tidak berkaraoke atau memutar musik keras karena dapat mengganggu warga sekitar.

Data Japan National Tourism Organization (JNTO) menunjukkan peningkatan kunjungan wisatawan Indonesia ke Jepang pada tahun 2024. JNTO mencatat terdapat 517.600 kunjungan wisatawan Indonesia, naik 20,5 persen dibandingkan tahun 2023 yang mencapai 429.382 kunjungan.

(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Survei Ungkap Negara dengan Turis Paling Sopan di Dunia


Most Popular
Features