Maudy Ayunda Minta Maaf Usai Konten 'Mindfulness' Dikritik Warganet

Fergi Nadira,  CNBC Indonesia
14 September 2026 17:50
Maudy Ayunda (Tangkapan layar Instagram)
Foto: Maudy Ayunda. (Tangkapan layar Instagram Maudy Ayunda)

Jakarta, CNBC Indonesia - Maudy Ayunda buka suara setelah kontennya mengenai mindfulness di tengah derasnya kabar buruk menuai perdebatan di media sosial. Aktris dan penyanyi tersebut mengakui ada satu hal penting yang belum cukup ia refleksikan dalam kontennya, yakni soal privilese untuk bisa menjauh sejenak dari berita.

Pernyataan tersebut disampaikan Maudy melalui komentar yang disematkan pada video YouTube berjudul "mindfulness in the age of bad news - maudy ayunda". Video yang diunggah pada 21 Agustus 2026 itu telah ditonton lebih dari 180 ribu kali.

"Hai teman-teman, terima kasih untuk semua komentar dan perspektif yang disampaikan di sini. Aku sudah membaca banyak di antaranya, dan ada satu hal penting yang aku sadari belum cukup aku sampaikan di video ini," tulis Maudy dalam komentar yang disematkan, dikutip Senin (14/9/2026).

"Bisa mengambil jarak dari berita itu sendiri merupakan sebuah privilese. Tidak semua orang punya pilihan itu, terutama ketika apa yang terjadi berdampak langsung pada kehidupan, keluarga, pekerjaan, atau komunitasnya. Aku minta maaf karena bagian ini belum cukup aku refleksikan di videonya," lanjutnya.

Dalam video tersebut, Maudy awalnya berbagi pengalaman pribadi mengenai cara menghadapi derasnya informasi dan berbagai kabar buruk yang belakangan muncul. Ia menyinggung sejumlah persoalan mulai dari isu politik, bencana alam hingga tekanan ekonomi yang menurutnya dapat terasa sangat berat untuk diproses secara bersamaan.

Melalui konten tersebut, Maudy ingin berbagi sejumlah hal yang ia lakukan untuk menjaga kondisi mental di tengah banyaknya informasi yang dikonsumsi setiap hari. Ia juga sejak awal menegaskan dirinya bukan ahli dan masih berusaha menemukan cara yang tepat untuk menghadapinya.

Salah satu cara yang dilakukan Maudy adalah mengatur kembali paparan informasi yang diterimanya. Ia tidak terus-menerus mengikuti kabar buruk sepanjang hari karena menurutnya hal itu dapat membuat seseorang kehilangan semangat hingga kesulitan menjalani aktivitas.

"Jadi aku enggak seharian mengekspos diri aku terhadap bad news ini karena ya sekali lagi, itu bisa bikin patah semangat, itu bisa benar-benar bikin disfungsional," kata Maudy dalam videonya.

Namun, gagasan tersebut kemudian mendapatkan beragam tanggapan. Sebagian warganet menilai tidak semua orang memiliki kesempatan untuk mengambil jarak dari kabar buruk, terutama masyarakat yang mengalami langsung dampak dari suatu bencana, kebijakan, maupun persoalan sosial.

Menanggapi kritik tersebut, Maudy mengatakan kini menyadari kemampuan seseorang untuk mengambil jarak dari pemberitaan merupakan sebuah privilese. Ia menjelaskan video tersebut sebenarnya berangkat dari pergulatan pribadinya mengenai bagaimana tetap mengikuti keadaan dan peduli terhadap persoalan yang terjadi, sembari menjaga diri agar tetap mampu hadir dan terlibat secara berarti.

Maudy kemudian menyinggung sejumlah persoalan yang tengah dihadapi masyarakat, termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla), gempa bumi hingga berbagai kebijakan dan program yang dinilai tidak tepat sasaran serta berdampak langsung kepada masyarakat.

"Situasi yang sedang kita hadapi sekarang begitu membuat frustrasi dan memilukan. Ada karhutla, bencana gempa, berbagai kebijakan dan program yang tidak tepat sasaran dan berdampak langsung pada masyarakat, maupun berbagai isu lain yang juga sama pentingnya," katanya.

Menurut Maudy, situasi saat ini menjadi masa yang sangat berat, terutama bagi masyarakat yang terdampak langsung dan membutuhkan dukungan serta perhatian. Ia pun menegaskan konsep mindfulness yang dibicarakannya bukan dimaksudkan sebagai pembenaran untuk mengabaikan kondisi sosial.

"Aku sama sekali tidak ingin mindfulness menjadi alasan untuk tidak peduli atau menjauh dari realita yang ada. Apalagi ajakan untuk berdiam diri, ataupun melihat seolah keadaan baik-baik saja," kata Maudy.

Sebaliknya, menurut perempuan berusia 31 tahun tersebut, mindfulness dapat membantunya melihat hubungan sebab-akibat dengan lebih jelas sekaligus tetap peduli terhadap orang-orang yang terdampak.

"Malah, mindfulness ini membuat aku bisa melihat sebab akibat secara jelas, membantu kita tetap peduli dan hadir, dan tetap peka terhadap apa yang dirasakan mereka yang terdampak," lanjutnya.

Maudy kemudian berterima kasih kepada warganet yang telah memberikan kritik dan perspektif berbeda terhadap kontennya.

"Terima kasih untuk teman-teman yang sudah meluangkan waktunya untuk mengingatkanku dan menambahkan perspektif menjadi lebih luas dan lebih dalam. Aku dengar dan aku hargai feedback-nya. Aku mendengarkan dan terus belajar," tutup Maudy.

(miq/miq) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Ariana Grande Blak-Blakan Alasan Mau Hiatus Panjang


Most Popular
Features