Studi Oxford: Minum Teh dan Kopi Sangat Panas Bisa Picu Kanker

Linda Hasibuan, CNBC Indonesia
Jumat, 11/09/2026 13:40 WIB
Foto: Ilustrasi Kopi (Photo by Chevanon Photography)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kebiasaan menikmati teh atau kopi dalam kondisi sangat panas ternyata dapat membawa risiko kesehatan yang perlu diperhatikan. Studi berskala besar yang dilakukan peneliti Universitas Oxford menemukan adanya kaitan antara konsumsi minuman sangat panas dan peningkatan risiko kanker esofagus atau kanker kerongkongan.

Melansir Euro News, penelitian yang dilakukan selama 14 tahun terhadap hampir satu juta pria dan wanita paruh baya di Inggris tersebut menjadi salah satu studi terbesar yang meneliti hubungan antara suhu minuman dan risiko kanker esofagus.

Dalam penelitian itu, orang yang rutin mengonsumsi minuman dengan suhu 65 derajat Celsius atau lebih (kategori yang diklasifikasikan sebagai "sangat panas" oleh Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC), memiliki risiko terkena kanker esofagus hampir tiga kali lebih tinggi dibandingkan mereka yang mengonsumsi minuman dalam kondisi hangat.


Risiko juga berkaitan dengan jumlah konsumsi. Mereka yang mengonsumsi enam cangkir atau lebih minuman panas per hari tercatat memiliki risiko yang lebih tinggi.

"Skala penelitian yang besar ini jelas memperkuat bukti bahwa mengonsumsi minuman panas maupun sangat panas meningkatkan risiko terkena karsinoma sel skuamosa," ujar Keren Papier, ahli epidemiologi gizi di Departemen Kesehatan Populasi Universitas Oxford sekaligus salah satu penulis penelitian.

Bukan Sekadar Jenis Minuman, tetapi Suhunya

Sebagian besar orang biasanya menikmati kopi atau teh dengan suhu sekitar 50-60 derajat Celsius, meski suhu sebenarnya dapat berbeda tergantung jenis minuman, cara penyajian, serta kebiasaan masing-masing orang.

Menambahkan susu pun tidak serta-merta menghilangkan risiko apabila minuman masih berada pada suhu yang sangat tinggi. Karena itu, peneliti menyarankan konsumen memberikan waktu agar minuman sedikit mendingin sebelum diminum.

"Jika suhu minuman terasa tidak nyaman saat diminum, ada baiknya membiarkannya agak dingin hingga mencapai suhu yang terasa hangat atau panas-bukan sangat panas," kata Papier.

Kanker Esofagus Memiliki Dua Jenis Utama

Kanker esofagus merupakan kanker yang berkembang pada kerongkongan, yaitu saluran yang menghubungkan tenggorokan dengan lambung.

Secara umum, kanker esofagus memiliki dua subtipe utama, yakni karsinoma sel skuamosa dan adenokarsinoma. Penelitian Oxford tersebut secara khusus menemukan hubungan antara konsumsi minuman panas dan peningkatan risiko karsinoma sel skuamosa.

Meski demikian, kanker esofagus secara keseluruhan masih tergolong tidak terlalu umum. Cancer Research UK menyebut kanker ini berada di peringkat ke-14 sebagai kanker yang paling sering ditemukan di Inggris. Risiko seseorang terdiagnosis kanker esofagus sepanjang hidupnya sekitar 1 persen.

"Risiko seumur hidup untuk terdiagnosis kanker ini di Inggris adalah 1 persen," ujar Papier.

Namun, karena teh dan kopi merupakan minuman yang dikonsumsi secara luas, kebiasaan sederhana seperti menunggu minuman hingga suhunya lebih nyaman untuk diminum dinilai dapat menjadi salah satu langkah pencegahan.


(hsy/hsy)
Saksikan video di bawah ini:

Video: PBSI Bidik 1 Emas di Asian Games 2026