Habiskan Rp6,5 M Demi Cinta, CEO Gugat Balik Mantan Usai Putus

Linda Hasibuan, CNBC Indonesia
Jumat, 11/09/2026 10:40 WIB
Foto: Kelly Sikkema via Unsplash

Jakarta, CNBC Indonesia - Hubungan asmara yang berakhir buruk berujung pada sengketa hukum antara seorang CEO perusahaan terbuka dan mantan kekasihnya. Sang CEO menggugat mantan kekasihnya untuk mengembalikan uang sebesar US$468.090 atau sekitar Rp6,5 miliar yang disebutnya telah diberikan selama hubungan mereka.

Namun, Pengadilan Tinggi Singapura pada 9 September menolak gugatan tersebut. Hakim menilai sebagian besar uang yang dikeluarkan Chander Agarwal untuk Felicia Lee merupakan pemberian sukarela, bukan pinjaman yang wajib dikembalikan.

Melansir Straits Times, Agarwal merupakan CEO sekaligus direktur pelaksana TCI Express, perusahaan India yang tercatat di National Stock Exchange of India dan Bombay Stock Exchange. Sementara Lee merupakan mantan pramugari yang kemudian bekerja sebagai agen asuransi dan tenaga penjualan produk medis.


Keduanya pertama kali bertemu dalam sebuah penerbangan pada 2019. Setelah itu, Agarwal menghubungi Lee melalui Facebook dan hubungan mereka berlanjut menjadi semakin dekat.

Keduanya mulai menjalin hubungan asmara pada September 2022, sebelum akhirnya berpisah pada Desember 2023. Agarwal kemudian mengajukan gugatan pada Maret 2024, setelah mencurigai Lee berselingkuh.

Pengeluaran Mencapai US$468 Ribu

Dalam gugatannya, Agarwal berusaha mendapatkan kembali berbagai pengeluaran yang menurutnya merupakan pinjaman kepada Lee. Jumlah tersebut antara lain mencakup tagihan kartu kredit sekitar US$ 206.000 (Rp 2,8 miliar), biaya perjalanan ke luar negeri sekitar US$ 129.000 (Rp 1,8 miliar), pembayaran US$ 17.000 (Rp 235 juta) untuk jasa ahli feng shui untuk apartemen Lee, serta sekitar US$ 30.000 (Rp 416 juta) untuk program eksekutif Stanford-NUS.

Hakim menilai Agarwal tidak mampu menunjukkan bukti bahwa pengeluaran tersebut diberikan sebagai pinjaman.

"Penggugat tidak dapat menunjukkan bukti apa pun yang memperlihatkan bahwa tergugat meminta dana tersebut sebagai pinjaman atau menyetujui untuk mengembalikannya," ujar Hakim Lee dalam putusan tertulisnya.

Hakim menyimpulkan bahwa sebagian besar uang tersebut merupakan hadiah yang diberikan secara sukarela selama hubungan mereka.

Dari Limusin hingga Kartu Kredit

Menurut fakta persidangan, pemberian kepada Lee bahkan telah dilakukan sebelum keduanya resmi berpacaran.

Agarwal disebut pernah menyewa mobil mewah limusin untuk mengantar Lee pulang setelah makan malam, membelikan barang-barang mewah dari merek seperti Hermes, Louis Vuitton, dan Prada, serta menanggung sebagian besar biaya perjalanan mereka ke Eropa.

Dalam sebuah percakapan WhatsApp pada Mei 2021, ketika Lee mengatakan bahwa sudah bertahun-tahun tidak bepergian dengan pesawat, Agarwal menawarkan tiket kelas satu atau bahkan penggunaan jet pribadi.

"Sebentar lagi kamu bisa terbang. Aku sudah memesankan tiket kelas satu/suite untukmu, ke mana pun kamu ingin pergi saat akses perjalanan dibuka kembali. Kalau tidak, pakai jet pribadi saja," tulis Agarwal.

Pada Agustus 2022, ketika Lee bertanya bagaimana dirinya dapat membalas berbagai kebaikan tersebut, Agarwal menjawab, "Tidak perlu. Aku bukan rentenir."

Setelah keduanya mulai berpacaran pada September 2022, Agarwal juga menawarkan uang bulanan sebesar US$1.500 (Rp 21 juta) untuk kebutuhan seperti taksi, makanan, dan perawatan kecantikan. Beberapa bulan kemudian, pada Desember 2022, ia menawarkan Lee penggunaan kartu American Express Centurion miliknya.

"Sekarang kamu tidak perlu memikirkan uang. Ambil saja apa pun yang kamu mau," tulis Agarwal.

Perjanjian Tulisan Tangan Dipertanyakan

Salah satu bukti yang diajukan Agarwal dalam persidangan adalah sebuah dokumen perjanjian tulisan tangan yang diklaim telah ditandatangani Lee.

Dalam dokumen tersebut, Lee disebut mengakui bahwa "setoran" bulanan antara US$10.000 hingga US$25.000 yang diterimanya dari Agarwal sebenarnya merupakan uang milik Agarwal. Namun, Lee membantah pernah menandatangani dokumen tersebut atau bahkan pernah melihatnya sebelum perkara masuk ke persidangan.

Keraguan juga muncul karena Agarwal tidak mencantumkan dokumen tersebut dalam gugatan awalnya. Dalam gugatan awal, ia justru menyatakan bahwa dirinya tidak pernah bersikeras agar para pihak membuat perjanjian tertulis yang formal. Dokumen tersebut baru muncul sekitar tujuh bulan kemudian, ketika Agarwal mengajukan perubahan terhadap gugatan.

Hubungan Berakhir, Sengketa Berlanjut

Dalam putusannya, Hakim Lee menggambarkan perubahan sikap Agarwal setelah hubungan berakhir sebagai bentuk kemarahan akibat hubungan yang kandas.

Hakim bahkan mengutip drama The Mourning Bride karya William Congreve yang terbit pada 1697: "Tiada murka di surga yang setara dengan cinta yang berubah menjadi benci, pun tiada amarah di neraka yang sebanding dengan wanita yang dicampakkan."

"Kasus ini menunjukkan bahwa emosi semacam itu bukan hanya milik satu gender saja," kata Hakim Lee.

Dengan putusan tersebut, klaim Agarwal untuk mendapatkan kembali sekitar US$468.090 dari mantan kekasihnya tidak dikabulkan pengadilan.


(hsy/hsy)
Saksikan video di bawah ini:

Video: PBSI Bidik 1 Emas di Asian Games 2026