Sering Dikira GERD, Ini Tanda Sakit Jantung yang Sering Diabaikan

Linda Hasibuan, CNBC Indonesia
Rabu, 09/09/2026 09:45 WIB
Foto: Ilustrasi sakit jantung. (Dok. Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Rasa tidak nyaman di dada setelah makan sering kali dianggap sebagai gangguan pencernaan, masuk angin, atau GERD dan asam lambung. Padahal, dalam kondisi tertentu, keluhan serupa dapat menjadi tanda adanya masalah pada jantung.

Hal tersebut dialami seorang wanita paruh baya yang selama hampir dua tahun berulang kali merasakan sesak dan tidak nyaman di dada. Karena keluhan kerap muncul setelah makan, ia mengira masalah tersebut berkaitan dengan masalah lambung.

Berbagai pengobatan rumahan dan obat untuk mengatasi asam lambung pun dicoba. Pemeriksaan jantung baru dilakukan setelah keluhan semakin sering muncul. Hasilnya justru menunjukkan adanya penyumbatan signifikan pada arteri koroner yang menghambat aliran darah menuju jantung. Pasien kemudian menjalani angioplasti dan pemasangan stent untuk membantu memulihkan aliran darah ke jantung.


Dokter spesialis jantung sekaligus Kepala Departemen Jantung Rumah Sakit Saideep Sahyadri, Ahilyanagar, Dr. Kiran Deepak, menjelaskan bahwa gejala penyakit arteri koroner memang dapat menyerupai gangguan pencernaan.

"Penting untuk menyoroti bagaimana gejala penyakit arteri koroner terkadang bisa keliru dianggap sebagai masalah pencernaan, terutama ketika gejala tersebut muncul setelah makan," ujar Deepak kepada Times of India.

Mengapa gejala jantung bisa terasa seperti GERD dan asam lambung?

Kebingungan antara gejala GERD/asam lambung dan masalah jantung bukan semata-mata karena posisi lambung dan jantung yang berdekatan. Nyeri dari organ yang berbeda dapat dirasakan di area tubuh yang saling berdekatan atau tumpang tindih.

Pada angina, misalnya, otot jantung tidak memperoleh cukup darah kaya oksigen. Kondisi ini dapat menimbulkan sensasi tekanan, remasan, rasa berat, panas seperti terbakar, atau sesak di dada.

Keluhan tersebut terkadang terasa mirip dengan nyeri lambung di bagian perut atas. Angina sendiri umumnya berkaitan dengan penyakit jantung koroner, yaitu kondisi ketika pembuluh darah yang memasok jantung mengalami penyempitan atau penyumbatan.

Munculnya keluhan setelah makan juga dapat membuat seseorang semakin yakin bahwa penyebabnya adalah lambung. Namun, waktu munculnya gejala saja tidak cukup untuk memastikan sumber masalah.

Gangguan pencernaan akibat gas atau asam lambung memang dapat menyebabkan perut kembung, sering bersendawa, sensasi terbakar, serta rasa tidak nyaman di perut atau dada bagian atas. Keluhan tersebut dapat membaik setelah bersendawa, buang angin, mengubah posisi tubuh, atau mendapatkan penanganan untuk gangguan pencernaan.

Sebaliknya, keluhan yang berkaitan dengan jantung dapat berupa tekanan atau rasa berat di dada. Rasa tidak nyaman juga dapat menjalar ke lengan, bahu, punggung, leher, atau rahang.

Gejala lain yang perlu diperhatikan antara lain sesak napas, keringat berlebih, pusing, mual, dan kelelahan yang tidak biasa.

Keluhan yang berlangsung lama tidak boleh diabaikan

Menurut Deepak, rasa tidak nyaman akibat masalah jantung dapat muncul sebagai sesak, rasa berat, sensasi terbakar, maupun ketidaknyamanan di bagian atas perut.

"Jika gejala-gejala ini terus berlanjut, terutama saat melakukan aktivitas fisik atau setelah makan, kondisi tersebut tidak boleh hanya ditangani sendiri secara berulang tanpa pemeriksaan medis," katanya.

Penyakit arteri koroner terjadi ketika timbunan lemak menumpuk di dalam arteri yang memasok darah ke jantung. Ketika pembuluh darah semakin menyempit, pasokan darah kaya oksigen ke otot jantung dapat berkurang, terutama ketika kebutuhan jantung meningkat.

Kondisi tersebut dapat menimbulkan gejala berulang sebelum berkembang menjadi kejadian jantung yang lebih serius.


(hsy/hsy)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Pertamina Eco Runfest 2026 Bawa Inisiatif Ramah Lingkungan