Kabut Asap Kian Parah, Palang Merah Singapura Bagikan Air Purifier

Linda Hasibuan, CNBC Indonesia
Senin, 07/09/2026 16:45 WIB
Foto: Kabut asap menyelimuti bangunan hunian saat asap dari kebakaran hutan di wilayah sekitar mengurangi jarak pandang di seluruh pulau di Singapura, 4 September 2026. (REUTERS/SUHAIMI ABDULLAH)

Jakarta, CNBC Indonesia - Singapore Red Cross (SRC) atau Palang Merah Singapura akan membagikan air purifier atau alat pembersih udara demi melindungi masyarakat rentan dari ancaman kualitas udara buruk akibat kebakaran hutan di Indonesia. Selain air purifier, sebanyak 700 warga di Singapura juga dijadwalkan menerima bantuan kebutuhan pokok hingga minuman isotonik dalam beberapa hari mendatang.

Melansir Straits Times, langkah ini diambil setelah Indeks Standar Polutan (PSI) 24 jam di Singapura menembus angka 101 pada 4 September lalu. Angka tersebut menandai kualitas udara mencapai tingkat tidak sehat untuk pertama kalinya sejak Oktober 2023, yang kemudian memicu Badan Lingkungan Hidup Nasional (NEA) merilis imbauan harian terkait kabut asap.

Sekretaris Jenderal sekaligus Kepala Eksekutif SRC, Benjamin William, menegaskan pentingnya perhatian ekstra bagi kelompok berisiko tinggi di tengah kondisi cuaca ekstrem ini.


"Ketika suhu meningkat dan kualitas udara memburuk, dampaknya bisa jauh lebih serius bagi mereka yang sudah memiliki risiko kesehatan. Tidak seorang pun seharusnya menghadapi kondisi ini sendirian. Kami mengimbau semua pihak untuk tetap waspada, mematuhi imbauan kesehatan resmi, dan memantau kondisi orang-orang yang mungkin membutuhkan bantuan," ujar Benjamin William.

Dalam skema penyaluran bantuan ini, SRC membagi prioritas penerima menjadi dua fokus utama yakni 200 lansia sebatang kara berusia 70 tahun ke atas yang tinggal sendiri dan terdaftar dalam program Pemantauan di Rumah, Perawatan Lansia, serta Pendampingan Medis SRC akan menerima air purifier dan paket hidrasi. Sebagian dari mereka juga akan mendapatkan subsidi pembayaran listrik selama tiga bulan untuk menunjang penggunaan air purifier.

Kemudian, 500 warga rentan lainnya yang menerima paket bantuan berisi air kelapa, minuman isotonik, makanan siap saji, serta perlengkapan kebersihan dasar guna menjaga stamina dan mengurangi aktivitas di luar rumah.

Singapura terkena imbas kabut asap akibat kebakaran hutan masif yang terjadi di Indonesia. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Indonesia mencatat 734,81 hektar lahan gambut di enam provinsi masih dalam proses pemadaman akibat kebakaran hutan dan lahan.


(hsy/hsy)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Pertamina Eco Runfest 2026 Bawa Inisiatif Ramah Lingkungan