Bandara Ditutup, Warga Malaysia Tak Bisa Pulang usai Nonton Kahitna

Linda Hasibuan, CNBC Indonesia
Senin, 07/09/2026 10:05 WIB
Foto: Seorang penumpang yang terdampar beristirahat saat Bandara Internasional Soekarno Hatta ditutup operasinya akibat letusan gunung berapi Gunung Anak Krakatau, di Tangerang, dekat Jakarta, Indonesia, 6 September 2026. (REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)

Jakarta, CNBC Indonesia - Erupsi Gunung Anak Krakatau yang memuntahkan abu vulkanik sejak Jumat lalu berdampak serius pada moda transportasi udara. Sebanyak enam bandara terpaksa menghentikan operasional, memicu pembatalan massal pada penerbangan domestik maupun internasional. Akibatnya, sejumlah warga negara asing yang sedang berada di Indonesia terlantar dan harus menanggung melonjaknya biaya perjalanan hingga tiga kali lipat.

Salah satu terdampak adalah Dhia Adawiah (26) asal Kuala Lumpur, Malaysia. Dhia, yang bertandang ke Jakarta sejak 4 September untuk menyaksikan konser grup musik Kahitna, terpaksa tertahan setelah penerbangan Batik Air miliknya dibatalkan.

"Harga semua tiket pesawat naik tiga kali lipat. Saat saya cek, penerbangan termurah yang tersedia untuk besok RM1.071 (sekitar Rp3,8 juta), ditambah biaya ekstra RM150 untuk menginap satu malam lagi di hotel," kata Dhia melansir Strait Times (7/9).


Ia juga mengaku belum mendapat kepastian dari maskapai sehingga terpaksa mengajukan refund demi membeli tiket baru saat situasi membaik.

Nasib serupa dialami Fatin Nur Athirah Mohd Rodzi asal Shah Alam, Malaysia.

Datang bersama lima anggota keluarganya untuk urusan pekerjaan, Fatin dijadwalkan terbang kembali ke Malaysia menggunakan KLM Royal Dutch Airlines. Namun, ia mendapati penerbangannya dibatalkan melalui pemberitahuan singkat.

Situasi di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta dilaporkan cukup kacau dan dipenuhi penumpang yang terlantar.

"Bandara sangat ramai dengan warga Malaysia lainnya. Saya juga melihat banyak abu menutupi kendaraan," tutur Fatin.

Ia menambahkan bahwa penutupan loket maskapai di bandara makin mempersulit keadaan, padahal anak-anaknya harus kembali bersekolah dan ia harus bekerja.

Sejauh ini, sebaran abu vulkanik Anak Krakatau tidak hanya mengganggu rute Jakarta-Kuala Lumpur, tetapi juga memutus konektivitas penerbangan menuju beberapa destinasi internasional lain seperti Singapura, Hong Kong, Sydney, Seoul, Doha, hingga Amsterdam.

Penumpang diimbau terus memantau pembaruan status penerbangan dari pihak otoritas bandara dan maskapai secara berkala.


(hsy/hsy)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Pertamina Eco Runfest 2026 Bawa Inisiatif Ramah Lingkungan