Kasus Mpox Naik di Negara Tetangga RI, Banyak Orang 'Main Sembarangan'

Tim Redaksi, CNBC Indonesia
Rabu, 02/09/2026 18:20 WIB
Foto: AP/Moses Sawasawa

Jakarta, CNBC Indonesia - Kasus baru Mpox dan Covid-19 di Thailand terus mengalami peningkatan sejak Juni. Pemerintah Thailand menyebut situasi masih terkendali, namun peningkatan kasus Mpox varian Clade Ib yang memiliki gejala lebih parah menjadi perhatian, terutama bagi masyarakat dengan sistem kekebalan tubuh rendah.

Melansir Bangkok Post, Direktur Jenderal Departemen Pengendalian Penyakit Thailand, Dr. Montien Kanasawat, mengatakan hingga 23 Agustus 2026, Thailand mencatat 254 kasus Mpox sejak awal tahun. 

Kasus Mpox ditemukan terutama di wilayah Bangkok, sejumlah kota besar, serta provinsi yang menjadi tujuan wisata. Penularan disebut berkaitan dengan aktivitas seksual, termasuk kontak yang terjadi setelah mengunjungi tempat-tempat tertutup dan ramai.


Menurut Montien, kondisi Mpox di Thailand masih berada dalam tahap terkendali. Meski demikian, meningkatnya kasus Clade Ib perlu mendapat perhatian karena varian tersebut cenderung menyebabkan gejala yang lebih berat dibandingkan Clade II, khususnya pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Gejala Mpox antara lain demam, sakit kepala, pembengkakan kelenjar getah bening, serta munculnya ruam pada kulit. Masyarakat diimbau untuk mengenali gejala tersebut dan segera mendapatkan pemeriksaan medis apabila mengalami keluhan yang mengarah pada infeksi Mpox.

Kasus Covid-19 Capai Sekitar 99.000

Di sisi lain, kasus Covid-19 di Thailand juga menunjukkan peningkatan. Juru bicara Departemen Pengendalian Penyakit, Dr. Jurai Wongsawat, mengatakan terdapat sekitar 99.000 kasus Covid-19 yang tercatat sejak 1 Januari hingga 31 Agustus 2026.

Peningkatan kasus mulai terlihat sejak Juni dan dikaitkan dengan kondisi musim hujan. Namun, jumlah kasus secara keseluruhan masih lebih rendah dibandingkan dengan angka yang tercatat dalam tiga tahun sebelumnya.

Jurai mengatakan tingkat kematian akibat Covid-19 saat ini berada di angka sekitar 0,02 persen. Sebagian besar kasus kematian terjadi pada pasien berusia di atas 60 tahun, yang dinilai memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi akibat infeksi.

Sementara itu, tidak terdapat laporan kematian pada anak akibat Covid-19 sepanjang tahun ini. Menurut Jurai, kondisi tersebut didukung oleh ketersediaan obat yang memadai serta sistem pengobatan yang dinilai efektif dalam membantu meminimalkan gejala dan risiko komplikasi.

Pemerintah Thailand tetap mengimbau masyarakat untuk menjaga kewaspadaan terhadap kedua penyakit tersebut, terutama kelompok lanjut usia dan orang dengan daya tahan tubuh rendah. Peningkatan kasus sejak memasuki musim hujan juga menjadi pengingat pentingnya menjaga kebersihan, menghindari kontak berisiko, dan segera melakukan pemeriksaan apabila muncul gejala penyakit.


(hsy/hsy)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Pertamina Eco Runfest 2026 Bawa Inisiatif Ramah Lingkungan