5 Negara yang Bangun Ibu Kota Baru, Termasuk IKN Indonesia

Fergi Nadira, CNBC Indonesia
Kamis, 03/09/2026 07:55 WIB
Foto: Petugas keamanan berjaga di depan Kompleks Istana Kepresidenan, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Minggu (16/8/2026). (CNBC Indonesia/Tias Budiarto)
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Ada banyak alasan kenapa sebuah negara memindahkan ibu kota, mulai dari mengatasi kepadatan penduduk, mengurai kemacetan, hingga menekan angka kesenjangan ekonomi. Sejarah mencatat, ada sejumlah negara di dunia yang sudah berhasil memindahkan ibu kota, termasuk Brasil dan Australia. 

Sementara itu, saat ini ada juga sejumlah negara yang tengah dalam proses memindahkan ibu kotanya. Berikut adalah daftarnya:

1. Indonesia

Indonesia akan memindahkan ibu kota dari Jakarta ke Nusantara di Kalimantan Timur.

Pemindahan ibu kota dilakukan untuk mengurangi berbagai persoalan yang dihadapi Jakarta, seperti kemacetan kronis, banjir, penurunan muka tanah (land subsidence), serta konsentrasi aktivitas ekonomi yang terlalu besar di Pulau Jawa.

Nusantara dirancang sebagai kota hutan (forest city) yang mengusung konsep pembangunan berkelanjutan dengan infrastruktur modern dan ramah lingkungan. Proses pembangunan masih berlangsung dan pemindahan pemerintahan dilakukan secara bertahap.


2. Mesir

Pemerintah Mesir secara bertahap memindahkan fungsi pemerintahan dari Kairo ke New Administrative Capital, kota baru yang dibangun sekitar 45 kilometer di sebelah timur ibu kota saat ini.

Proyek yang diumumkan sejak 2015 itu bertujuan mengurangi kemacetan parah, kepadatan penduduk, serta tekanan terhadap kawasan perkotaan di Kairo. Selain menjadi pusat pemerintahan, kota baru tersebut juga dirancang sebagai pusat bisnis modern.

Sejumlah kementerian dan lembaga pemerintah telah mulai beroperasi di kota tersebut sehingga kini menjadi pusat administrasi utama Mesir.

3. Iran

Iran juga mengusulkan pemindahan ibu kota dari Teheran ke wilayah Makran di pesisir tenggara negara itu.

Rencana tersebut muncul karena Teheran menghadapi berbagai persoalan, mulai dari kemacetan lalu lintas, polusi udara, risiko gempa bumi, hingga kepadatan penduduk yang tinggi.

Meski telah menjadi bahan pembahasan pemerintah, proyek ini masih dalam tahap kajian dan belum memiliki jadwal pelaksanaan yang pasti.

4. Korea Selatan

Korea Selatan menjalankan kebijakan desentralisasi pemerintahan dengan mengembangkan Sejong City, sekitar 120 kilometer di selatan Seoul.

Sejak dibentuk pada 2012, Sejong menjadi lokasi berbagai kementerian dan lembaga pemerintah. Namun, Seoul tetap berstatus sebagai ibu kota resmi negara karena pertimbangan konstitusi.

Saat ini, Sejong berfungsi sebagai ibu kota administratif dan terus dikembangkan sebagai kota pintar (smart city) untuk mendorong pemerataan pembangunan antarwilayah.

5. Sudan Selatan

Sudan Selatan telah lama berencana memindahkan ibu kota dari Juba ke Ramciel yang berada di lokasi lebih strategis di bagian tengah negara tersebut.

Rencana ini disetujui tidak lama setelah Sudan Selatan meraih kemerdekaan pada 2011. Pemindahan ibu kota diharapkan dapat memperkuat persatuan nasional sekaligus mengurangi tekanan terhadap Juba yang berkembang pesat.

Namun, keterbatasan anggaran dan tantangan politik membuat proyek tersebut tertunda sehingga Juba hingga kini masih menjadi ibu kota resmi.

Secara umum, berbagai proyek pemindahan ibu kota tersebut menunjukkan upaya pemerintah di berbagai negara untuk menjawab tantangan modern melalui perencanaan kota yang lebih baik. Meski menghadapi hambatan yang berbeda-beda, tujuan utamanya sama, yakni membangun pusat pemerintahan yang lebih efektif, berkelanjutan, dan mampu mendukung kebutuhan generasi mendatang.


(hsy/hsy)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Pertamina Eco Runfest 2026 Bawa Inisiatif Ramah Lingkungan


Related Articles