Tak Perlu Gelar Sarjana, Profesi Ini Gajinya Rp400 Jutaan

Tim Redaksi, CNBC Indonesia
Selasa, 01/09/2026 12:10 WIB
Foto: Pekerjaan sebagai welder underwater (ahli las bawah laut). (Istimewa)

Jakarta, CNBC Indonesia - Siapa bilang untuk mendapat gaji fantastis harus punya gelar sarjana? Di tengah ketatnya persaingan mencari kerja, ada profesi teknis yang justru mengandalkan keahlian langka, bukan ijazah perguruan tinggi. Profesi tersebut adalah underwater welder atau tukang las bawah air.

Pekerjaan ini bukan sekadar mengelas logam di bawah permukaan laut. Underwater welder bertugas memperbaiki dan merawat berbagai infrastruktur bawah laut, mulai dari anjungan minyak dan gas lepas pantai, pipa bawah laut, kapal, bendungan, hingga turbin pembangkit listrik. Risikonya ekstrem, tetapi keahlian yang langka membuat profesi ini berpotensi menawarkan bayaran yang jauh lebih tinggi dibanding pekerjaan teknis pada umumnya.

Untuk bisa bekerja sebagai pengelas bawah air, seseorang biasanya harus memiliki dua keahlian sekaligus: sertifikasi penyelam profesional dan sertifikasi pengelasan. Karena kombinasi keterampilan yang langka ini, underwater welder termasuk tenaga kerja yang sangat spesialis.

Pekerjaan ini dilakukan dalam kondisi yang jauh lebih menantang dibanding pengelasan biasa. Para pekerja dapat beroperasi di kedalaman puluhan hingga ratusan meter, menghadapi arus laut, suhu dingin, visibilitas rendah, serta tekanan air yang tinggi. Salah satu teknik yang umum digunakan adalah wet welding, yaitu mengelas langsung di dalam air menggunakan peralatan khusus yang dirancang untuk tetap menghasilkan busur listrik secara aman. Ada pula dry welding yang dilakukan di ruang kedap air khusus (hyperbaric chamber) sehingga hasil lasnya lebih presisi untuk proyek-proyek kritis seperti infrastruktur energi.


Karena tingkat kesulitan dan risikonya tinggi, underwater welder termasuk salah satu profesi teknis dengan bayaran yang relatif besar. Menurut situs Salary Experts, rata-rata pendapatan underwater welder bisa mencapai Rp400 juta setahun untuk posisi senior. Di beberapa negara, pekerja berpengalaman yang menangani proyek lepas pantai dapat memperoleh penghasilan ratusan ribu dolar AS per tahun atau mulai dari Rp2 miliar per tahun.

Besarnya gaji profesi ini sebanding dengan tantangan yang dihadapi, mulai dari risiko penyakit dekompresi (decompression sickness), hipotermia, hingga bahaya yang terkait dengan lingkungan laut. Meski demikian, profesi ini tetap dibutuhkan secara global karena banyak infrastruktur penting dunia, mulai dari energi hingga transportasi maritim, bergantung pada perawatan dan perbaikan yang hanya bisa dilakukan di bawah permukaan air.


(hsy/hsy)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Pertamina Eco Runfest 2026 Bawa Inisiatif Ramah Lingkungan


Related Articles