Ungkap Gangguan Pembuluh Darah Otak, Seberapa Canggih Teknologi DSA?
Jakarta, CNBC Indonesia - Pembuluh darah di otak bisa sewaktu-waktu mengalami gangguan yang menimbulkan keluhan hingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Karena itu, pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui kondisi dan penyebabnya secara tepat, salah satunya dengan Digital Subtraction Angiography (DSA), teknologi pencitraan yang mampu menampilkan kondisi pembuluh darah secara real-time dan akurat.
Menurut dr. Nia Yuliatri, Sp.BS, M.Kes, dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan, DSA merupakan tindakan diagnostik yang berperan penting dalam mendiagnosis sekaligus membantu penanganan berbagai kelainan pembuluh darah otak.
"DSA membantu mendeteksi berbagai kelainan, seperti penyempitan pembuluh darah, penggelembungan pembuluh darah (aneurisma), kelainan struktur pembuluh darah otak, hingga lokasi dan derajat penyumbatan. Pemeriksaan ini juga memungkinkan evaluasi aliran darah sehingga dapat membantu menentukan terapi yang paling sesuai dengan kondisi pasien," jelas dr. Nia dikutip Senin (31/8/2026).
Menurut dr. Condrad Mual Pandapotan Pasaribu, SpN (K), FINS dari Mayapada Hospital Bandung angiografi bukan hanya digunakan untuk mendeteksi kelainan pada pembuluh darah otak, tetapi juga menjadi langkah awal untuk melakukan berbagai tindakan penanganan.
"Tindakan tersebut meliputi trombektomi mekanik untuk mengangkat gumpalan darah yang menyumbat pembuluh darah pada stroke, embolisasi AVM untuk menutup kelainan pembuluh darah otak yang abnormal, coiling untuk menutup tonjolan pada pembuluh darah (aneurisma) dari dalam agar tidak pecah, serta angioplasti dan pemasangan stent untuk membuka kembali pembuluh darah yang menyempit, baik di leher (karotis) maupun di dalam otak," terang dia.
Kemajuan teknologi medis seperti DSA menjadi salah satu faktor yang mendukung penanganan penyakit pembuluh darah otak secara lebih presisi. Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Mayapada Hospital memiliki Tahir Neuroscience Center, layanan komprehensif untuk penanganan gangguan saraf, otak, dan tulang belakang, mulai dari deteksi dini, diagnosis, neurointervensi, bedah saraf, hingga neurorehabilitasi.
Layanan ini didukung tim dokter spesialis dan subspesialis neuro dengan berbagai tindakanadvanced. Bagi pasien yang ingin berkonsultasi dengan dokter saraf di Mayapada Hospital dapat menghubungi call center 150770 atau WhatsApp 0817-1715-077.
Bagi pasien dengan kondisi gawat darurat seperti stroke, tersedia layanan Stroke Emergency 24/7 yang didukung fasilitas lengkap serta tim dokter spesialis dan subspesialis siaga 24 jam, termasuk dokter spesialis anestesi 24 jam standby on-site untuk kasus yang memerlukan tindakan bedah. Layanan ini tersedia di seluruh unit Mayapada Hospital di Jakarta, Tangerang, Bogor, Bandung, Surabaya, dan Nusantara, serta dapat diakses melalui emergency call 150990 atau aplikasi MyCare.
Kualitas layanan tersebut turut dibuktikan dengan predikat stroke-ready hospital dari WSO Angels yang diraih Mayapada Hospital Jakarta Selatan, Surabaya, dan Bandung yang dinilai unggul dalam kecepatan penanganan stroke sesuai standar internasional, ketepatan diagnosis, serta kualitas perawatan pasien. Kesiapan tim medis juga tercermin dari keberhasilan Mayapada Hospital Surabaya meraih Juara Utama Kompetisi Code Blue dan Bantuan Hidup Dasar (BHD) tingkat Jawa Timur berkat keunggulan dalam kecepatan respons, ketepatan klinis, koordinasi tim, dan penanganan kondisi darurat.
Informasi lengkap seputar layanan saraf dan otak di Mayapada Hospital dapat ditemukan dalam fitur Health Articles dan Tips di MyCare, serta fitur Personal Health yang terhubung dengan Google Fit dan Health Access untuk memantau detak jantung, kalori, langkah, dan Body Mass Index (BMI).
(dpu/dpu) [Gambas:Video CNBC]