Laporan dari Malaysia

Cerita Sunway Medical Centre, RS Nomor 1 di Malaysia Pilihan Pasien RI

Muhammad Iqbal, CNBC Indonesia
Minggu, 30/08/2026 14:05 WIB
Foto: Sunway Medical Centre, Sunway City, Kuala Lumpur, Malaysia. (Dokumentasi Sunway Medical Centre)

Kuala Lumpur, CNBC Indonesia - Malaysia merupakan salah satu negara di Asia Tenggara yang menjadi destinasi utama wisata medis (medical tourism), terutama bagi pasien asal Indonesia. Alasannya bermacam-macam, mulai dari biaya yang terjangkau hingga kesamaan budaya sehingga memudahkan pasien ketika menjalani pengobatan.

Salah satu rumah sakit (RS) swasta terkemuka di Malaysia yang menjadi pilihan WNI berobat adalah Sunway Medical Centre. Selama tiga hari, tepatnya Rabu (26/8/2026) hingga Jumat (28/8/2026), CNBC Indonesia bersama empat jurnalis asal Indonesia memperoleh undangan mengikuti Media Familiarization di Sunway Medical Centre Sunway City, Kuala Lumpur.

CNBC Indonesia melihat secara langsung berbagai sarana dan prasarana yang disediakan Sunway Medical Centre Sunway City. Mulai dari Indonesia Patient Centre yang ditujukan untuk membantu pasien asal Indonesia berobat hingga kecanggihan Outpatient Pharmacy Automation System (OPAS), yaitu sistem robotik yang otomatis memproses resep dan pengambilan obat rawat jalan.

Tidak hanya itu, CNBC Indonesia pun melihat ekosistem yang mendukung Sunway Medical Centre Sunway City dalam wujud mal (Sunway Square Mall), universitas (Sunway University), kompleks perkantoran, hingga theme park yang terkenal di kalangan wisatawan, yakni Sunway Lagoon.

Foto: Ekosistem pendukung Sunway Medical Centre di Sunway City, Kuala Lumpur, Malaysia. (Foto: CNBC Indonesia/Muhammad Iqbal)



RS Unggulan
Direktur International Business Development Sunway Healthcare Group Vincent Gooi menjelaskan, Sunway Medical Centre memulai operasional pada tahun 1999. Setelah 10 tahun, Sunway Medical Centre menyelesaikan fase kedua pembangunan menara RS (Tower B) sebagai bagian dari SMC Project Expansion.

Kemudian pada tahun 2016, lanjut Vincent, menara ketiga atau yang kini dikenal dengan Tower C) memulai operasional pada tahun 2016. Setelah itu, berturut-turut Tower D dan Tower E dibuka pada tahun 2023. Sementara Tower F yang dikhususkan untuk pelayanan anak resmi memulai operasionalnya tahun ini.

"Secara total terdapat 1.100 tempat tidur sehingga membuat Sunway Medical Centre Sunway City menjadi rumah sakit swasta terbesar di kawasan," ujar Vincent dalam paparannya.

Menurut dia, Sunway Medical Centre memiliki lima RS yang tersebar di lima wilayah Malaysia, yaitu Sunway City (flagship hospital), Velocity Kuala Lumpur, Penang, Damansara, dan Ipoh. Vincent mengatakan, manajemen berencana membuka lima RS lagi dalam beberapa tahun ke depan, yaitu di ibu kota administratif Malaysia, Putrajaya, Johor, Seremban, Kota Bharu, dan Pulau Penang.

"Sekarang kami sudah memiliki RS di daratan Penang, setelahnya kami akan memiliki satu RS lagi di Pulau Penang. Jadi secara total kami akan memiliki 10 RS," katanya.

Khusus untuk Sunway Medical Centre Sunway City, lanjut Vincent, merupakan flagship hospital (RS unggulan) lantaran berbagai fasilitas yang dimiliki. Misalnya untuk penanganan haemato-onkologi (bidang spesialisasi kedokteran kanker darah) bagi orang dewasa dan anak-anak.

"Pengobatan anak-anak sangat spesifik karena tidak banyak RS yang dapat melakukan tindakan tersebut. Saya bisa mengatakan bahwa kami adalah satu-satunya RS yang dapat melakukan tindakan haemato-onkologi seperti Cutaneous T-Cell Lymphoma (CTCL) stem cell transplant untuk anak," ujar Vincent.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, Sunway Medical Centre Sunway City juga dapat melakukan transplantasi organ seperti ginjal. Akan tetapi, pasien internasional belum dapat melakukan tindakan tersebut sebagaimana ketentuan yang ditetapkan Kementerian Kesehatan Malaysia.

Vincent menambahkan, Sunway Medical Centre Sunway City merupakan satu-satunya RS swasta di Malaysia yang telah terakreditasi tiga lembaga internasional, yaitu Joint Commisions International (Tahun 2024), The Australian Council on Healthcare Standards (Tahun 2014), dan Malaysia Society for Quality in Health tahun 2013). Sunway Medical Centre Sunway City juga memperoleh akreditasi dari The Royal Collage of Pathologies of Australasia.


Dari sisi peringkat, menurut Vincent, Sunway Medical Centre Sunway City selama tiga tahun berturut-turut menempati peringkat pertama RS di Malaysia versi Newsweek's World's Best Hospitals. Sementara secara global, RS tersebut berada di urutan 260 (Tahun 2024), urutan 193 (Tahun 2025), dan urutan 138 (Tahun 2026).

"Target kami untuk tahun depan bisa masuk 100 besar," kata Vincent.

Foto: Robotic Pharmacy di Sunway Medical Centre Sunway City, Kuala Lumpur, Malaysia. (Foto: CNBC Indonesia/Muhammad Iqbal)



Dalam kesempatan yang sama, dia menekankan kebijakan Sunway Medical Centre untuk selalu berinvestasi pada teknologi terbaru di sektor kesehatan. Hal tersebut yang membuat Sunway Medical Centre berpartner dengan mitra kesehatan global seperti University of Cambridge, Harvard Medical School, Royal Papworth Hospital, Royal College of Surgeons of England, Royal College of Physicians, dan Monash University Malaysia.

"Kami juga merupakan rumah sakit swasta pertama di Malaysia yang melakukan human trial tingkat pertama untuk penelitian obat baru. Ini menjadi keunikan dibandingkan RS lain," ujar Vincent.

Dari sisi pelayanan, lanjut dia, Sunway Medical Centre Sunway City memiliki 28 pusat pelayanan dengan lebih dari 4.000 staf. Khusus untuk anak, sebagaimana dijelaskan di awal, terdapat tower khusus yang didedikasikan untuk mereka, yaitu Tower F.

"Harapan CEO kami terkait tower khusus untuk anak ini karena kami memiliki keunggulan di sini dengan 56 spesialis anak, terbesar di Malaysia, dengan 28 subspesialis seperti subspesialis kanker anak, subspesialis syaraf anak, subspesialis ortopedi anak.

Sunway Medical Centre Sunway City juga meliputi Sunway Sanctuary yang menjadi rumah bagi para lansia. Terdapat dua lantai di Sunway Sanctuary yang didedikasikan kepada keluarga pasien internasional, termasuk asal Indonesia.

Pilihan Pasien asal Indonesia
Sebagaimana dijelaskan di awal tulisan ini, Sunway Medical Centre Sunway City merupakan salah satu RS swasta pilihan pasien asal Indonesia. Salah satunya adalah Robby Hadianto (40 tahun), orang tua pasien anak asal Pekanbaru, Riau.

Kepada kami, Robby bercerita kalau sang anak dengan jenis kelamin laki-kali berusia enam bulan didiagnosis pertusis. Pertusis atau batuk rejan adalah infeksi bakteri pada saluran pernapasan dan paru-paru yang sangat menular dan ditandai dengan batuk keras terus-menerus hingga penderitanya sulit bernapas. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Bordetella pertussis.

"Waktu itu sel darah putihnya cukup tinggi jadi kami mendapat informasi untuk di Sunway ini, akhirnya kami datang ke Sunway. Saya datang siang, sore sudah ditangani di IGD. Dokternya juga langsung masuk, namanya Dokter Zehan (Spesialis Pernapasan Anak Dr. Noor Zehan)," kata Robby saat ditemui di Tower F Sunway Medical Centre Sunway City, Kamis (27/8/2026).

"Anak kami ditangani dengan baik. Alhamdulillah dengan kondisi sekarang sudah turun leukositnya, hari ini sudah bisa pulang," lanjutnya.

Menurut Robby, sebelum ditangani di Sunway Medical Centre Sunway City, sang anak telah menjalani pengobatan di RS yang berada di Pekanbaru selama tiga pekan dengan perincian dua minggu rawat jalan dan satu minggu rawat inap. Namun, keluarga menilai perkembangan kesehatannya tidak signifikan.

"Jadi karena hasil labnya itu (leukosit) tinggi, 54 ribu, kami cari-cari informasi. Kami mendapat informasi dari Sunway ada dokter spesialis pernapasan anak, Dokter Zehan. Alhamdulillah sesuai dengan yang kami harapkan semuanya. Anak kami dalam kondisi yang baik setelah dirawat di sini," ujar Robby.

Foto: Robby Hadianto, orang tua pasien anak asal Pekanbaru, Riau, yang berobat di Sunway Medical Centre, Sunway City, Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (27/8/2026). (Foto: CNBC Indonesia/Muhammad Iqbal)

CEO Sunway Medical Centre Sunway City Erica Lam mengatakan, pasien asal Indonesia, sebagaimana pasien internasional lainnya, pastinya menginginkan pelayanan yang terbaik. Sebagai RS swasta terbesar di Malaysia, Sunway Medical Centre Sunway City banyak berinvestasi dalam pelayanan subspesialis, di mana ada lebih dari 80 subspesialis.

Menurut Erica, pasien asal Indonesia yang datang ke Malaysia menginginkan untuk memperoleh pelayanan dengan teknologi terbaru di sektor kesehatan yang belum tersedia di Indonesia. Sebagai contoh Sunway Medical Centre Sunway City bisa menangani kanker yang diderita anak.

"RS lain di Malaysia belum mempunyai pelayanan ini. Intinya kami selalu melihat dari perspektif pasien. Karena pasien tentu tidak penting di negara manapun terkadang tidak memperoleh informasi yang tepat dan yang dibutuhkan terkait penyakit. Sebab terkadang Anda pergi ke RS terdekat dan berharap yang terbaik," kata Erica saat ditemui di The Library Sunway Sanctuary, Sunway City, Jumat (28/8/2026).

Direktur International Business Development Sunway Healthcare Group Vincent Gooi menjelaskan, terdapat sejumlah alasan yang membuat pasien asal Indonesia memilih berobat di Sunway Medical Centre Sunway City. Pertama, aspek harga yang lebih terjangkau dibandingkan negara tetangga, Singapura.

"Kedua, dari sisi klinis, kami berada di level yang sama dengan Singapura, sejujurnya," kata Vincent.

Khusus untuk Sunway Medical Centre Sunway City, lanjut dia, memiliki ekosistem komplet dengan pelayanan yang komprehensif. Vincent menilai hal tersebut tidak dapat ditemukan di RS lain di kawasan, termasuk di Bumrungrad International Hospital di Bangkok, Thailand.

"Status mereka hanya medical tourism hospital. Mereka tidak memiliki ekosistem yang kami miliki untuk menarik pasien internasional. Mereka datang ke sini, mereka dapat melakukan apapun, belanja, liburan, dan kembali. Saya pikir itu yang membuat Sunway Medical Centre Sunway City unik dan spesial," ujar Vincent.

Senior Manager International Business Development Sunway Medical Centre Sunway City Sity Suhana Elsa Abdul Majid menambahkan, faktor budaya tidak kalah penting dalam menentukan keputusan pasien asal Indonesia berobat. Salah satunya terkait bahasa.

"Kita dapat berbicara dengan bahasa yang perbedaannya tidak terlalu banyak. Itu membuat orang merasa nyaman," kata Suhana.

Alasan berikut tentu adalah value for money (uang yang dikeluarkan sebanding dengan yang diperoleh). Faktor penerbangan langsung ke Malaysia yang tersedia dari berbagai kota di tanah air juga menjadi faktor pendorong lainnya.

"Alasan lain tentunya kualitas dan pelayanan yang kami tawarkan. Apalagi pasien yang datang ke sini juga memiliki kasus-kasus yang kompleks. Kami mengobati banyak kasus yang kompleks," ujar Suhana.


(miq/miq)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Medical Tourism,Klinik Kecantikan Kelas Dunia Investasi di Bali